Pembunuh Bayaran Sang Bucin Sejati

Pembunuh Bayaran Sang Bucin Sejati
Singkong Premium


__ADS_3

"Ya, ya, ma-maaf.” Raka bangun dengan mengimpit benda pusakanya yang masih sakit dengan kedua paha dan berjalan bungkuk ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Alina sendiri merapikan tempat tidur Raka yang begitu empuk. Dia sangat nyaman tidur di tempat tidur Raka, sampai-sampai dia tertidur ileran dan ngorok dengan suara yang sangat besar. Untung saja pas Alina seperti itu, Raka sudah tertidur lelap. Keduanya sama-sama terlalu lelah.


Raka keluar dari bilik kamar mandi hanya memakai handuk putih yang menutupi bagian vitalnya.


Alina yang sudah selesai merapikan tempat tidur, tiba-tiba membalikkan badan. Seperti ada magnet yang menarik tubuhnya untuk membalikkan badan ke arah Raka.


Gadis mungil nan seksi itu meneguk salivanya dalam-dalam, melihat bentuk tubuh Raka yang lebih hot dan seksi dengan perut seperti roti sobek dan dada yang begitu kekar.


“Astaga naga! Kenapa mas Raka setampan dan sekekar ini? Membuat rahimku menjadi hangat,” batin Alina dengan tatapan mata cabul ke arah perut Raka.


Seperti kerbau dicocok hidungnya, Alina berjalan ke arah Raka dengan tatapan cabul dan siap menerkam Raka. Pria dengan rambut belah tengah itu kebingungan melihat Alina menatapnya dengan penuh n****.


“Sudah makan saja. Kan enak bisa indehoi lagi,” bisik pikiran jahat Raka.


“jangan anak muda. Kamu belum menikah, nikahi dulu biar sah baru indehoi,” bisik pikiran baik Raka.


Alina melucuti baju tidurnya yang bagian atas. Tapi Raka menahannya, “Kamu sedang apa?” tanyanya menyadarkan Alina yang sudah terhipnotis ketampanan wajah Raka sehabis mandi yang begitu seksi di mata Alina.


Raka yang begitu tolol gara-gara Alina melepas bajunya, dia malah melepas handuknya dan digunakan untuk menutup tubuh Alina.


“Kyaaaa …! Ular Naganya kempes!” teriak Alina tersentak kaget melihat benda pusaka Raka yang sedang lemas.


Raka langsung berlari ke kamar mandi untuk mengambil kimono untuk menutupi tubuhnya, terutama benda pusaka yang membuat Alina tergila-gila di malam itu.

__ADS_1


Raka menunduk malu ketika bertemu lagi dengan Alina, “Ce-cepat mandi sana! Vincent sudah menemukan keberadaan Abel dan kemungkinan ayahmu juga disekap di sana,” katanya gugup.


“I-lya,” balas Alina juga gugup setelah melihat benda pusaka Raka yang lemas saja begitu besar seperti singkong premium.


Alina pun bergegas menuju bilik kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Raka membuka lemarinya untuk berganti jas yang kebal oleh peluru. Raka adalah orang yang sangat jenius di bidang teknologi.


Banyak sekali alat yang diciptakan oleh Raksa termasuk baju anti peluru yang terbuat dari Polynadium, yakni sebuah logam yang bisa dibentuk menjadi sebuah benang dan sangat kuat dan keras seperti berlian serta sangat elastis.


Raka adalah orang yang sangat waspada. Makanya dia membuat banyak teknologi yang bisa menyelamatkan dirinya, meskipun teknologi tersebut tidak pernah dipatenkan dan dijual kepada pihak militer mana pun.


Begitu keluar dari bilik kamar mandi, Alina langsung digiring oleh pelayan-pelayan wanita yang secara khusus untuk melayani Alina. Sayangnya, Alina yang ingin ikut harus memakai pakaian biasa dan bukan pakaian anti peluru yang dibuat oleh Raka. Tapi bukan Raka namanya jika dia tidak membekali Alina dengan rompi anti peluru yang begitu tipis dan khusus dibuat untuk wanita.


Alina turun dari tangga utama mengenakan pakaian casual berbentuk blazer putih dan Celana katun panjang berwarna putih, serta sepatu sneaker berwarna putih. Supaya Alina mudah dan gesit ketika bertransaksi dengan Daniel.


Raka berjalan perlahan dan langsung berlutut satu kaki di depan Alina yang sedang memijak anak tangga paling bawah dan menyodorkan tangannya seraya berkata, “Silakan tuan putri! Hamba siap mengantar tuan putri kemanapun.”


Mereka sangat senang, adanya Alina bisa merubah wajah Raka. Wajahnya yang semula selalu dingin dan cemberut, kini selalu tersenyum dan sumringah.


“Gombal!” Alina senang diperlakukan seperti itu oleh Raka dan meraih tangannya, lalu digenggam erat sambil berjalan beriringan.


“Lihat! Tuan muda sangat cocok sekali dengan Nona Alina.”


“Ya, tuan muda sangat cocok. Aku harap tuan muda bisma menikah dengan Nona Alina.”


“Kita doakan saja semoga tuan muda bisa menikah dengan nona Alina. Daripada sama nenek lampir itu.”

__ADS_1


“... ….”


Beberapa pelayan wanita mengaminkan doa dan harapan mereka terhadap Raka dan Alina yang ingin mereka berdua segera menikah.


Alina dibawa oleh Raka menuju lift yang terhubung ke basement parkir mansion. Mata Alina berbinar-binar, belum pernah dia melihat basement parkir berisikan banyak mobil hypercar dari semua jenis merek mobil termahal di dunia.


Raka menarik tangan Alina menuju sebuah mobil Bugatti Chiron L 360 Sport berwarna jingga.


“Mas, mobilmu sangat banyak kamu juga pasti punya uang yang sangat banyak. Kenapa kamu masih sendiri sampai saat ini?” tanya Alina asal.


“Entahlah.” Raka menaikkan kedua bahunya dan melanjutkan, “Masalah hati itu tak bisa dipaksakan. Selama 3 tahun aku masih menunggu seorang wanita berambut perak datang dan sekarang ….”


Raka tidak melanjutkannya lagi takut membuat Alina bersedih hati kembali jika mengingatkan kenangan buruk masa lalunya bersama Raka di kamar hotel waktu itu.


“Kenapa tidak melanjutkan? Kalau aku jadi mas, pasti aku cari wanita lain, atau aku menikah dengan Monica. Dia kan sangat cinta sama mas,” sindir Alina.


Raka diam dan langsung membukakan pintu untuk Alina. Kemudian berlari cepat ke arah pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil tersebut.


Mood Raka langsung hilang ketika Alina membicarakan Monica, ”Sudahlah, tak usah dibahas lagi. Intinya cinta itu gak bisa dipaksakan.”


“Kenapa mas Raka terus menyudutkan aku dengan cintamu mas? Semakin aku ingin melupakanmu dan membencimu, semakin aku sulit melupakanmu dan bertambah besar cintamu. Oh, Tuhan, kenapa pula kita harus dipertemukan dalam keadaan seperti ini?” batin Alina dengan mata berkaca-kaca.


Raka langsung melajukan mobil Buggati Chiron L 360 Sport itu secepat mungkin, menuju markas utama geng Raja Naga dan sepanjang perjalanan dia hanya diam seribu bahasa. Dia lebih baik diam daripada meladeni Naina yang terus menyindirnya lagi dan lagi. Padahal jelas-jelas di hati dan pikirannya hanya ada Alina seorang.


“Apakah setiap wanita selalu tidak peka? Apakah setiap perasaan wanita itu naik turun seperti trading saham? Oh, Tuhan kuatkan hati ini untuk meluluhkan hati Alina,” batin Raka dengan menghela nafas panjang.

__ADS_1


Mobil Raka sampai di sebuah pabrik kosong di kawasan Koja dan bertemu dengan Vincent terlebih dahulu bersama anak buahnya yang sudah menyebar ke berbagai arah.


Vincent memberikan sebuah koper berisikan komputer khusus yang berisikan uang 1 milyar yang terhubung dengan rekening Raka di bank Central Swiss.


__ADS_2