PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB 14. Pindah


__ADS_3

Tak terasa waktunya jam pulang Rachell, menata meja kerjanya untuk beberes pulang.


Rachell mengambil tas nya tiba - tiba ponsel berbunyi jika ada sebuah pesan.


Aku tunggu di parkiran.


pesan tersebut ternyata dari Ghavin.


Ayo Chell kita pulang ucap Vina. yang nampak bersebelahan dengan Shinta


Oh kalian dulu.. saja.


Rachell menghindari teman nya agar pulang dulu.


Dia menoleh kanan kiri kayak detective yang ngendap- ngendap.


elihat situasi agar tidak kelihatan jika dia satu mobil dengan Ghavin.


Ghavin dari mobil melihat tingkah istrinya yang celingukan , tersenyum dan menyengirkan senyumannya.


Ghavin merasa seperti orang konyol, dengan Istrinya sendiri harus bersikap seperti ini.


Rachell pun masuk mobil Ghavin dengan cepat menutup pintu.


Rachell nampak sepeeti bernafas lega.


Kamu habis ngapain kog kayak habis dikejar setan. Ucap Ghavin nada menggoda sambil melajukan mobilnya.


Ini semua karena kamu. kekeh Rachell.


kog Aku,,, Apa hubungan nya dengan ku. jawaban Ghavin datar


Jika nanti ketahuan para penggemar Kamu, Aku bisa dimusuhin di perusahaan karena sudah merebut Visual halunya.


mendengar ucapan istrinya itu membuat Ghavin tertawa.


Kamu puas tertawanya melihat Aku tersiksa .. Rachell sambil melihat Ghavin sinis..


Bukan begitu Maksudku.. ( kenapa jadi serba salah gini sih ,, Ghavin berfikir dan mengusap rambutnya kebelakang )


Terus gimana maksud Mas Ghavin. Rachell masih ngeyel penasaran jawaban Ghavin.


Seharusnya Kita jujur saja, biar kamu juga gak perlu mengendap- endap seperti ini. Lagian kamu juga istri sah ku Chell.


Bukankah Mas setuju, jika kita adakan Resepsi di waktu yang pas.


Baiklah... asal istriku bahagia.


oya.. kita kerumah Kamu dulu setelah makan malam, kita sudah harus pergi ke kediamanku.


Baik.. jawaban Rachell singkat.


Bagus,,, istri yang menurut perkataan Suami itu sebuah Berkah.


Ghavin sambil tersenyum.


---- Kamar Rachell----


Setelah Rachell mandi, dia mengemasi pakaian di kopernya, dan Alat Make - up. walau tak terlalu lengkap di tas kotak kecil, karena Rachell tak begitu pandai bersolek.


Ghavin yang selesai mandi masih memakai handuk terlihat sexy saat mengeringkan rambutnya dengan Handuk kecil.


Dadanya yang bidang, dan perut yang sixpack serta tinggi badan yang tegap.


Rachell yang melihat nya lalu menelan ludah.


Takut suaminya melihatnya dia kembali melipat baju di koper.


Kamu sudah selesai beberesnya Chell.

__ADS_1


Sudah Mas,, sambil menutup resleting koper.


Ghavin yang habis mengambil baju di kopernya... lansung berganti baju di hadapan istrinya.


Mas ngapain,, ganti baju dan celana.. masak Kita makan dan pulang kerumah Aku harus pakai handuk saja Chell.


Mas kan bisa di kamar mandi, Rachell malu melihatnya sambil Rachell menutup matanya dengan kedua tangannya.


Ghavin hanya tersenyum tipis melihat istrinya itu.


Selesai berganti baju Ghavin pun bilang... Aku sudah selesai Chell. Apa kamu akan terus menutup mata. Ghavin memang suka menghoda istrinya itu.


Rachell pun membuka matanya dan pipi mnya merah merona.


Ghavin langsung menghampiri Istrinya itu yang duduk di ranjang. Ghavin menatap istrinya dengan sangat dekat, membuat Rachell mundur dengan pelan


kamu ngapain Mas,...??


Aku cuma mau mengajakmu kebawah makan malam,,,, ???


Oh Aku kira ngapain??


memangnya kamu berfikir Aku mau ngapain Chell??


Gak ngapa-ngapain. Mas Rachel pun berdiri dan menjauhi Ghavin.


Tapi tangan nya ditarik Ghavin,,,


Cup.. Ghavin mencium pipi Rachell.


Rachell pun langsung terdiam melonggo .


Tangan Ghavin menggandeng Rachell untuk keluar kamar dan menuju lantai Dasar untuk makan malam.


Rachell pun hanya mengikuti Ghavin karena masih kaget, karena suaminya menyerangnya dadakan.


Rafaell yang melihat adiknya di gandeng Ghavin dari lantai 2 yang sedang menuruni tangga... ketika minum air putih di meja makan langsung tersedak...


Mama pun kaget, kenapa El...


Gak papa Ma,... ( didalam hati Rafaell ,, sejak kapan adiknya jadi manis begitu).


Malam... Ma... Pa.. ucap Ghavin menyapa Mertuanya.


Rachell pun duduk di samping Ghavin di depan Kakaknya.


Dek... kamu tadi gak salah minum obat kan?? tanya Rafaell heran.


Maksud kakak ???


Apa kamu sakit Chell tanya papi??? bertanya- tanya.


Rachell gak sakit kog Pa. jawaban Rachell menenangkan Papanya.


Gini lho Dek,, sejak kapan kamu Jadi Anak pendiam. kayaknya kamu sudah terkena pelet Ghavin. ucap Rafaell menggoda adiknya itu.


Apa'an sih kakak.. jawaban Rachell badmood.


Sudah Ayo makan keburu makanannya dingin. ucapan Mama mendamaikan suasana.


Selesai Melihat semua orang yang selesai Makan, Ghavin membuka pembicaraan.


Ma, Pa , dan Kak El.. hari ini Ghavin mengajak Rachell untuk berkemas kembali ke rumah Ghavin maaf memberi tahunya mendadak!


Mama menatap Papa,,, dan tersenyum.


Rachell sudah menjadi Istri Mu vin, jadi dimanapun Suaminya Rachell harus menemani ucap Papa memberi izin.


Benar bawa saja adik Aku yang cerewet ini vin, akhirnya rumah ini bebas ocehannya kata Rachell.

__ADS_1


kakak gak sayang Aku ya,, malah ngusir Aku.


sahud Rachell kesal.


Rafaell pun memeluk Adiknya itu,,, pulanglah jika Kalian kangen Kami, Tapi janganlah Kamu pulang jika tak di Izinkan suami.


Rachell mengangguk dipelukan Kakaknya dan meneteskan Airmata... Aku sayang Kakak.


Rafaell pun mengelus Pipi Adiknya.


Mama dan Papa yang melihat Anaknya walau sering gaduh jika ketemu tapi mereka saling menyayangi.


Kami ke atas Dulu Ma, Pa ambil koper biar tidak terlalu malam di jalan ucap Ghavin.


Baiklah Nak balasan Mama ke ucapan Ghavin.


Rafaell melepaskan pelukan nya dan memberikan tangan Rachell pada Ghavin.


Aku serahkan Adikku padaMu jangan buat Dia bersedih.


Ghavin pun mengangguk dan memegang tangan Rachell , menuju kamar. Untuk mengambil koper.


Selesai mengambil koper Rachell memeluk papa dan Mamanya dan meneteskan Airmata..


Ma,,, Pa.. Rachell pamit dulu.


Hati-hati di jalan Nak ucap Mama.


Rachell ingatlah SurgaMu ada di Suami Mu ucap Papa.


Baik.. Ma.. Pa.


Rachel , dan Ghavin mencium tangan kedua Mama dan papanya.


Kak Rachell pamit dan mencium tangan kakaknya.


Kami Pamit ucap Ghavin ke Rafaell.


Rafaell pun menganggukan kepalanya.


Di dalam mobil Rachell tampak sedih, Dan diam.


Ghavin yang melihat istrinya pun lansung memegang tangan istrinya dengan mengemudi kecepatan sedang.


Bagaimana jika kita mengunjungi Mereka jika Akhir pekan ucap Ghavin ke Istrinya itu.


Bolehkah Mas.. Rachell tampak senang.


Boleh.... Asal kamu nurut


Baik Mas.


Ghavin pun tersenyum. melihat senyum istrinya kembali muncul di wajah cantiknya itu.


Ghavin dan Rachell pun sampai dirumah.


Kog sepi Mas tinggal para maid saja


Dimana Papi dan Mami.


Mereka tadi ke Bandung dadakan ada telp Bahwa Nenek sakit.


Oh. ucap Rachell.


Ayo kita masuk ke kamar Kita, ucap Ghavin.


Dan para Maid mengantarkan koper Ghavin dan Rachell ke kamar.


mengiringi Ghavin.

__ADS_1


Terima kasih mbak ucap Ghavin pada salah satu Maid.


Tidak apa-apa Tuan Muda.


__ADS_2