
Gian mengambil tissue dari Rafaell danbegitu pula dengan Yogi mengambil tisdue yang disodorkan Tyo. Mereka berdua lalu mengusap wajahnya yang berkeringat karena tiba-tiba gugup.
Aish..... kenapa Aku jadi gugup gini,, padahal tadi baik- baik saja gerutu Giandra dalam hati.
memalukan sekali Aku... bisa-bisanya Aku berkeringat di moment seperti ini. ungkapan Yogi di hati.
Melihat kegundahan Yogi dan Giandra keluarga yang menyaksikannya pun tersenyum kekeh.
Shera pun duduk di samping Giandra dan Shena duduk di samping Yogi.
Papa Randy pun menepuk pundak anaknya... Gian ,, kamu lelaki kan.. buktikan !!!
Gian lalu menatap wajah Papanya. dan terdiam.
Papa Randy mengangguk dan duduk di belakang Gian.
Putraku yang Arogant... buktikan jika Kau itu memang tangguh jadi jangan berkeringat sekarang tapi nanti saja di kamarmu ungkap Papa Pradana ke Yogi.
Aish... Papa selalu begitu.
Semua yang mendengar ucapan Papa Pradana menahan tawa di moment yang sakral ini.
Penghulu memberikan petuah pernikahan kepada calon para mempelai.
Suasana tampak khidmat.
Dan Papa Zidane menjabat tangan Giandra dan Giandra menjabatnya dengan tegap dan yakin.
Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Giandra Syailendra bin Randy Syailendra dengan Anak saya yang bernama Shera Anastasya Anggara dengan maskawinnya berupa uang tunai Seratus dua puluh juta dua puluh dua ribu Rupiah. Tunai
Saya terima nikahnya dan kawinnya Shera Anastasya Anggara binti Zidane Anggara dengan maskawinnya yang tersebut, tunai
Sah.. sah... sah..
Alhamdulillah Shera mencium tangan punggung tangan kanan Suaminya dan Gian mengecup kening Shera penghulu pun memberikan buku nikah untuk di tanda tangani.
Silahkan kita lanjut di pengantin berikutnya ucap pak penghulu.
Papa Zidane dan penghulu lalu ke meja Shena dan Yogi.
Kalian siap ucap Pak penghulu.. karena tadi sudah saya berikan petuah untuk para pasangan hari ini jadi langsung saja kita mulai Ijab qobulnya.
Mari pak Silahka. penghulu mempersilahkan Papa Zidane dan mengulurkan tangannya ke Yogi.. dan Yogi pun sudah merasa siap dan menjabat balik.
Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Devan Prayogi Pradana bin Mahesa Pradana dengan Anak saya yang bernama Shena Anastasya Anggara dengan maskawinnya berupa uang tunai Seratus dua puluh juta dua puluh dua ribu Rupiah . Tunai
Saya terima nikahnya dan kawinnya Shena Anastasya Anggara binti Zidane Anggara dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.
Sah.. sah.. sah.
Alhamdulillah Sikembar Akhirnya sold out. ucap Rafaell
Jaga ucapanmu El... kamu kira Adikmu barang pake sold out segala. ungkap Mama Metha sambil menatap Rafaell.
Maaf Ma.. terlalu happy.
Aish.... Kak El tuh ya... ungkap Rachell.
__ADS_1
Sayang... ungkap Gjavin mengingatkan Istrinya agar tak berisik.
Hehehe.. Rachell tersenyum dan mengandeng Suaminya itu.
Shena mencium punggung tangan Suami nya dan Yogi mengecup kening Istrinya.
Mereka berdua lalu menandatangani Buku nikah.
Selesai Ijab Qobul Shera dan Giandra mengabadikan foto dengan Membawa buku nikah.
Yogi pun menarik Shena.. Ayo foto Aku tak mau Papaku marah.
Aish... Shena mengumpat.
Yogi dan Shena pun mengambil moment Foto dengan buku nikahnya.
Sekarang kalian berempat seperti tadi pegang buku nikahnya... Dan Saya akan mengambil moment foto ini ungkap Fotografer.
Mereka berempat pun menurut apa kata Fotografer.
Sekarang moment foto bareng para keluarga.. Semua tampak antusias dan happy.
Kak.. Aku capek sekali ungkap Shena ke kakaknya.
Sabar ya Dek mungkin bentar lagi usai.
Kalian sudah capek ya.. tanya Mama Riska ke kedua pengantin wanita.
Shera dan Shena mengangguk.
Yogi.. Gian.. kemari Nak. Mama Riska memanggil mempelai Pria.
Ada apa Ma... jawaban Giandra
Ada apa tante... ucap Yogi.
Lihatlah Istri kalian sudah capek cepat bawa kekamar.. belum lagi acara resepsi nanti malam.. sekarang ajak Isyri kaluan beristirahat.
Tapi Kami belum tahu kamarnya Ma.. ungkap Gian jujur.
Aishhh... kalian sudah tak sabar ya..
ungkap Rafaell yang datang dengan Granetta, Ghavin dan Rachell.
Sudah.. sudah jangan di goda para pengantinnya mereka capek perlu beristirahat. ungkap Mama Riska.
Istirahat... tante yakin ungkap Rafaell.
Mas El .. apaan sih.. celetuk Shena yang malu.
Udah berikan kuncinya kasihan kata Granetta.
Iya bener berikan kak El.. biar Aku jiga cepat punya ponakan celetuk Rachell sambil memegang tangan Shera dan Shena bersamaan.
Maksudnya Mbak.. shera dan Shena berkata barengan.
Ya seperti Aku ini.. sekarang!! sambil Rachell menunjuk perutnya yang sudah besar.
__ADS_1
Sayang... tidak boleh begitu.. itu adalah resep bibit unggul kita ungkap Ghavin.
Aishhh... Kamu jika didepan wanitamu kapan tidak bucin ungkap Yogi kesal sering melihat kemesraan Ghavin.
Bilang saja kamu iri.. ungkap Ghavin.
Mana ada Aku iri... Celetuk Yogi
Baik.. kalau tidak iri buktikan kejantanan bibit unggulmu. Ghavin sengaja memancing Yogi agar bisa memperlakukan Shena dengan baik sebagai Istrinya.
Ah.. Aku mau ke kamar Aku capek mana kuncinya.. Yogi berusaha menghindar ungkapan Ghavin tadi.
Nih... Rafaell melempar ke Yogi dan Yogi menangkapnya...
Ayo Kita ke kamar.. Aku capek Shena tiba-tiba digandeng Yogi dan berjalan cepat sehingga membuat Shena merasa seperti berlari kecil untuk menyamakan langkahnya dengan Yogi.
Mas Gian.. ini kuncinya.. jaga Kakak iparku dengan baik. Jika Mas menyakitinya.. Mas berurusan denganku Nada Granetta mengancam.
Aish... kau ini.. tega sekali mengancam saudara kandungmu..
Gian lalu mengajak Shera ke kamar dan meninggalkan para saudaranya itu.
Mas Gian.. giatlah menanam benih.. Aku sebagai Dokter siap melihat calon Ponakanku .. teriak Graneetta.
Graneetta.. Ghavin menatap Granetta tajam. Jaga attitude mu kamu ini anak Gadis.
Baik Mas... Granetta lalu menunduk.
Om Randy pun tersenyum.. melihat Ghavin yang selalu menyayangi dan membimbing Graneetta seperti Adik kandungnya sendiri.
Ayo sayang kita ke kamar.. Aku juga tak mau kalah dengan para pengantin.. Bisikan Ghavin ke telinga Rachell membuat Rachell melonggo.
Ada apa Chell.. kamu kog benggong tanya Rafaell.
Tidak ada apa-apa Kak El. hehehe.. Rachell kelabakan.
Ayo.. kata Ghavin dan menggandeng Istrinya.
Lalu pergi ke kamarnya.
yah.. yah..yah setelah para saudaraku laku... dan sekarang sibuk nanam benih.. Aku di cuekin.ungkap Rafaell kesal.
Makanya.. cepatlah sold out juga.. Gak takut tuh kerismu jadi berkarat Papa Pradana menepuk pundak Rafaell dan tersenyum kekeh.
Ha..ha..ha Mami Jesika yang mendengarnya tertawa.
Betul El kata Pak Pradana.. Kerismu itu sudah waktunya menemukan sarungnya.. kata Papi Fathan menimpali.
Aish... apa'an sih om dan tante ini selalu menertawakanku.
Bukankah ponakan Tante cantik.. kenapa Kamu kog belum meminangnya apa yang membuatmu ragu .. tanya Mami Jesika ke Rafaell.
Mami.. apa'an sih Graneetta kan jadi malu.. ungkap Graneetta dan pipinya sudah memerah kayak udang rebus.
Kami merestui kalian.. jadi jangan tunggu lama-lama sekarang banyak pebinor dan pelakor dimana-mana ntar tikungan kalian akan makin tajam .. Papi Fathan memberi peringatan ke Keponakannya itu.
Rafaell hanya mengangguk dan terdiam tidak tahu harus bagaimana.. katena ini kali pertama Dia menyukai wanita.
__ADS_1