PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB 47. Tanpa nafkah batin


__ADS_3

Shena yang ditarik - tarik Yogi merasa kesal dan menghempaskan tangan Yogi..


Lepas... Aku bisa jalan sendiri.. sakit tahu. Kamu gak lihat tanganku sampai merah.


Ya sudah ikuti Aku.. kata Yogi


Daritadi Aku juga sudah mengikuti Kamu.. tapi jalanmu cepat sekali kayak dikejar hantu. Kamu gak lihat Aku berjalan kesulitan makai kebaya ini.


Yogi pun memandangi Shena.. Dan Dia baru sadar kesalahannya dan menghela nafas.. huft... (Ribet banget jadi perempuan dan sekarang Dia istri sah Ku,, Dan Aku bisa pusing setiap hari dibuatnya pikirnya dalam hati )


Kenapa Kamu memandangiku seperti itu.. Shera yang merasa aneh tatapan Yogi lalu menyilangkan tangannya ke dadanya.


Aih... Apa yang Kamu fikirkan.. Aku tidak semesum fikiranmu.. dan menyentil dahi Shena.


Auh... sakit tahu.. Kamu main nyentil saja Kamu kira gak sakit apa?


Jangan banyak ngomel.. Ayo jalan Aku capek dan mau mandi dan segera istirahat. Jadi Ayo jalan ikuti Aku.


Aishhh... Shena lalu mengangkat jarik yang dipakainya dan berjalan mengikuti Yogi.


Yogi yang melihat kelakuan Shena mengelengkan kepala. ( Dia pikir dihotel ini banjir sampai mengangkat pakainnya gerutu Yogi dalam hati)


Akhirnya mereka Sampai di depan kamarnya. Dan Yogi membuka kamar dengan kartu hotelnya.


Ceklek.. pintu ruangan kamarnya terbuka,,, tampak ruangan hotel yang luas dan mewah membuat Shena terpana,, Ada taburan bunga membentuk hati di ranjang big size tersebut dan ada selimut berbentuk angsa yang sedang kiss.


Hmmmm... Yogi menghela nafas. dan membuka kemejanya dan melempar ke sofa dan Dia segera bergegas ke kamar mandi untuk segera berendam di bathup untuk melepas pening kepalanya.


Shena yang capek setelah melihat Yogi ke kamar mandi Dia merasa capek dan pegal kakinya lalu merebahkan badannya di ranjang big size tersebut.


Aduh empuk sekali.. dan rasanya capek sekali.


Baiklah Aku tidur dulu.. Aku akan mandi setelah si Arogant tadi mandi.


Dia berbicara sendiri di ranjang. tanpa terasa matanya ngantuk dan tertidur.


👉👉👉👉👉


Giandra dan Shera pun juga mendapat kamar Sama seperti Yogi dan Shena.


Saat Giandra masuk kamar yang melihat kamarnya menghela nafas.. huftt..


karena Gian berhenti mendadak membuat Shera pun menubruk Giandra.


Aduh.. Shera lalu kaget melihat dirinya tanpa sengaja menabrak Giandra.


Maaf.. ucap Shena lalu menunduk.


Kamu mandi dulu.. Aku mau istirahat sebentar. ungkap Giandra datar ke Shera.


Shera yang mendengarnya lalu menunduk dan mengambil baju ganti di kopernya dan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Shera menutup pintu dan menghela nafas.


Semoga Aku bisa kuat dan bisa bertahan punya suami sedingin Es


Shera lalu menunggu bathup air hangatnya penuh dan menuangkan aroma therapy lavender agar bisa menenangkan penatnya.


Setelah Air hangatnya penuh dan Shera lalu merendam tubuhnya di bathup.


Dia lalu berfikir...Bagaimana nantinya Aku menghadapi manusia kutub itu... Sedangkan sampai sekarang bicara saja sedikit sekali denganku.


Walau kita menikah tanpa rasa cinta,, Aku juga tidak mau jadi Istri durhaka.


Ah... tau ah.. Aku ngantuk lebih baik Aku tidur sambil menikmati mandiku ini.


Sudah 1 jam Shera tidak keluar dari kamar mandi.. Giandra yang ketiduran di Sofa lalu membuka matanya dan melihat sekitar kamarnya namun tak melihat Shera.


Giandra lalu panik dan berdiri.. dan mengetuk kamar mandi.


tok..tok..tok..tok Giandra mengetuk dan mengebrak dengan keras.


Shera kamu tidak Apa... kenapa lama sekali.


Shera kamu lagi ngapain.. jawab Aku?


Shera yang mendengar teriakan Giandra kaget dan terbangun.. dan terbatuk..


huk..huk..huk...


Shera kamu kenapa?


Aku baik-baik Saja Mas Gian.. Bentar Aku hanis berendam di bathup Aku mau mandi dulu..


teriak Shera dari kamar mandi.


Baiklah.. cepat keluar jika selesai Mandi. Karena Aku juga mau mandi. teriak Giandra.


Iya Mas tungu 10 menit lagi.


Giandra yang mendengar teriakan Shera.. menghela nafas lega.. karena Shera baik- baik saja.


Giandra lalu kembali menuju Sofa dan kembali duduk.


Shera pun melangkahkan kakinya keluar bathup untuk membilas tubuhnya dengan shower.


10 menit kemudian Shera keluar kamar mandi mengenakan baju tidur celana panjang dan kaos lengan pendek bergambar doraemon.


Giandra yang melihat Shera keluar kamar lalu berdiri.. dan menuju koper untuk mengambil pakaian ganti.


Keringkan rambutmu biar gak masuk angin .. Giandra menunjuk meja rias yang sudah terdapat hair dryer.


Shera mengangguk dan duduk di meja rias.

__ADS_1


Giandra lalu menuju kamar mandi dan menutup nya.


Gian yang sudah merasa bathup nya penuh dan menuangkan aroma terapi dan segera berendam.


Maafkan Aku Shera... Kita memang sekarang sudah berstatus suami Istri. Tapi maafkan Aku jika nantinya Aku belum bisa mencintaimu dan memberikan nafkah batin,, tapi Aku akan menjagamu dan menafkahi kehidupanmu. Karena Aku belum bisa melepas traumaku.


Giandra merenungi dirinya dan tidak tahu harus bagaimana. Dia hanya ingin melihat semua orang disekitarnya bahagia.


30 menit kemudian setelas Giandra membilas badanya dengan guyuran air di Shower , Dia lalu keluar kamar dengan celana pendek dan kaos warna putih.


Shera yang duduk bersandar di ranjang big size hotel itu yang daritadi sibuk dengan ponselnya lalu terpana.


karena Giandra nampak ganteng dan jauh lebih muda saat tidak mengenakan jas.


Shera.. Sher.. ungkap Giandra memanghil Shera.


Oh iya Mas.. Shera yang sadar dari lamunannya pun jadi gelagapan menjawabnya.


Acaranya nanti jam 7. mungkin nanti Make - up Artist akan kesini jika tidak pukul 16.00/17.00 sekarang masih jam 14.00 jadi Istirahatlah.


Aku Akan tidur di Sofa, Kamu tidur di ranjang saja. Aku cuma mau mengambil bantal.


Baik Mas.. lirih jawaban Shera namun bisa di dengar Giandra.


Saat Giandra menaruh bantal di Sofa. Dia lalu memvalikkan badannya lagi ke Shera.


Sher.. Aku ingin mengatakan sesuatu..


Iya.. katakan Saja.. Apa yang ingin Mas Gian katakan??


Sebelumnya Aku minta maaf padamu...


ucapan Gian terhenti sejenak


Shera pun makin oenasaran apa yang akan dikatakan Giandra dan Dia menatap Giandra intens.


Sher. Aku mohon maaf padamu karena.. mungkin Aku bukan Suami yang baik. Dan Aku tahu status kita sekarang Memang sah di mata hukum dan Agama jika Kita berdua adalah pasangan halal.


Aku akan membiayai semua keperluanmu , dan akan menjagamu semampuku. Tapi untuk sampai detik ini , Aku belum bisa mencintaimu. Jadi mungkin kita Akan sekamar tapi nantinya Kamu bisa tidur di ruang terpisah / di sofa. Untuk nafkah batin Aku belum bisa memberikannya. Aku harap kamu bisa mengerti maksudku.


Deg...


Hati Shera terasa kelu... walau memang belum yakin jika itu perasaan Suka atau kecewa.


Setelah terdiam Shera pun mencoba berkata...


Mas Gian gak perlu khawatir... Aku baik-baik saja jadi Mas Gian santai saja.


Oya.. Aku ngantuk Aku mau tidur. Shera pun menaruh Hp di nakas dan membaringkan tubuhnya di ranjang dan menutup badannya denga selimut dan berbaring miring. Air mata tak terasa menetes.


Makasih Sher.. ungkap Giandra lalu berbaring di Sofa.

__ADS_1


__ADS_2