PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB. 51. Sikap Dingin


__ADS_3

15 menit kemudian, Yogi keluar dengan menggunakan Tuxedo hitam.


Yogi tampak gagah dan menawan.


Asistent MUA yang melihat Yogi sudah siap dan nampak sangat memukau, membuat Asistent MUA tersebut melonggo sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Yogi yang menyadari hal itu hanya biasa saja, baginya tatapan tersebut sudah sering di jumpai.


Yogi lalu Duduk di Sofa sambil menggu Shena usai.


Asistent MUA tersebut lalu tersadar akan kecerobohannya... dan gelagapan.


Wah luar biasa Nona kamu sangat mempesona.. ungkapan sang MUA yang takjub akan cantiknya Shena.


Terima kasih Mbak.. Aku sangat pangling dengan wajahku sendiri. ucapan Shena tulus ke sang MUA.


Memang sebenarnya Nona sangat cantik dan saat Aku poles sedikit saja Nona sangat cantik sekali.


Shena pun tersenyum.. dan berdiri.


Mari saya bantu Nona.. ucap Asistent MUA. sambil menata gaun pengantin Shena.


Terima kasih... Shena berterima kasih dengan senyum manisnya.


Wah anda luar biasa, untung saya normal jika tidak Saya akan terpesona kecantikan Nona. ucap Sang MUA.


yah.. benar sekali apa kata Bos saya Nona.. puji tulus Asistent MUA.


Kalian akan terus memuji Istriku, dan kapan kelarnya Bukankah sudah hampir waktunya... ungkapan Yogi dengan kata Savagenya.


Sudah Tuan Yogi... Nona Shena sudah siap menemani Anda di pelaminan. ungkap Sang MUA.


Baiklah.. cepat bereskan dan tinggalkan kami. celetuk Yogi dengan tatapan megintimidasi.


Baik Tuan.. kata Sang MUA.


Ayo bereskan cepat,,, sudah saatnya kita pergi ungkap sang MUA yang menyuruh Asistentnya bergegas.


10.menit selesai MUA dan Asistentya pun pergi meninggaljan sang pengantin di ruangan tersebut


Kamu sudah siap... tanya Yogi ke Shena.


Shena mengangguk dan tanpa bersuara.


Mari kita pergi nanti ada yang membereskan.. karena setelah ini Kita tidak berada dikamar ini lagi. Yogi menjelaskan pada Shena.


Terus Kita tidur dimana nanti. tanya Shena penasaran.


Nanti kamu juga tahu.. jawaban Yogi datar.


Shena yang mendengarnya pun kesal.. dan cemberut dan memanyunkan bibirnya.


Jangan Kamu coba -.coba bertingkah dengan bibir seperti itu di hadaoan orang lain, Aku tak Suka.


Memangnya kenapa Hak ku dong , ini bibirku sendiri. jawaban Shena asal ceplos


Kamu tahu,, jika lawan jenis bisa terpancing dengan kamu memanyunkan bibirmu... Ucap Yofi kesal yang Istrinya itu tidak faham tindakannya di para buaya nanti.


Baiklah... Kita jadi berangkat sekarang.. ucap Shena mencoba bertanya

__ADS_1


Tidak... tahun depan. jawaban Yogi seenaknya.


Shena laku memutar bola matanya.. aish menyebalkan.


Sudah.. Ayo berangkat.. Yogi pun meraih tangan Shena agar berpegangan pada lengannya.


Pegang lenganku ,, Aku tak mau dengar jika ada yang bilang Aku tidak menggandeng pasanganku. ucapab Yogi menekankan pada Shena.


Yah... Saya tahu. jawaban Shena singkat.


Mereka oun keluar kamar dan menuju ke ruang resepsi diselenggarakan.


sambil berjalan.. Yogi sambil berfikir.. sebenernya cantik juga si Bar-bar ini. sayangnya cerewet sekali dan Aku makin suka mengerjainya apalagi saat Dia kesal pasti sangat lucu.


Kenapa Kamu berjalan sambil senyum-.senyum sendiri Tanya Shena penasaran yang melihat Yogi di sebelahnya.


Kamu salah lihat.. sudah fokus saja ke depan agar kamu tidak terpelest apalagi gaunmu pasti sangat berat untukmu. Yogi menjawab supaya mengalihkan pembicaraan.


Ahena mengangguk dan kembali fokus berjalan sambil masih memegan lengan tangan Yogi.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Di ruang kamar Shera dan Giandra.


Tok..tok.. tok.


Shera yang duduk pun lalu berdiri ingin membuka pintu. tapi sebelumnya menatap Giandra untuk meminta persetujuan


Giandra yang menyadari jika Shera meminta persetujuannya pun mengangguk tanda setuju.


Shera lalu membuka pintu kamarnya.


ceklek...


iya Nona.. maaf menganggu. Kehadiran Saya kesini karena mengantar MUA yang akan merias Anda,, Nona. Ucap Tiffany menerangkan maksud kedatangannya.


Tidak masalah... Saya juga sedang santai daritadi, mari Masuk ucap Shera lembut dan sopan.


Tiffany pun tersenyum.. akan kesopanan Shera.


karena selain cantik Shera sangat lembut dan sopan sekali.


Maaf permisi Nona... Saya MUA yang akan merias Anda dan disebelah saya ini Asitent Saya Nona. ungkap Sang MUA memperkenalkam diri.


Baik masuklah.. apa kaluan ingin terus didepan pintu ruangan ini.. tanya Shena sambil nada bercanda.


Saya sampai lupa masuk terpesona sikap Anda Nona. penjelasan sang MUA jujur.


Shera pun tersenyum manis.


Baiklah silahkan lakukan tugas kalian dengan baik dan benar . Kalau begitu Saya permisi Nona ungkap Tiffany sambil undur diri.


Makasih ya Tiffany sudah merepotkanmu.. ungkap Shera tulus


Ini sudah menjadi pekerjaan saya Nona, dan Saya bertanggung jawab atas pekeejaan ini


ungkap Tifdany jujur. permisi Nona


Tiffany lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk kembali di ruang resepsi untuk memantau dan laporan dengan Tyo.

__ADS_1


Mbak Shera silahkan ganti dengan Gaun pengantinnya agar nanti selesai di rias biar tinggal siap ke acara resepsi. ungkap sang MUA sambil menta alat tempur nya dan dibantu Asistent nya.


baiklah... Shera lalu mengambil paper back dan menganti baju dikamar mandi.


lama.. tak muncul.. membuat sang MUA memberanikan diri bertanya ke Giandra. yang sibuk dengan tabletnya duduk di Sofa.


Permisi Tuan Giandra, Kenapa Istri Anda lama sekali ke kamar mandi untuk ganti gaunnya, Aku takut terjadi sesuatu, bisakah Saya minta tolOng Tuan, untuk melihat Istri Anda. ungkao sang MUA dengan nada gugup.


Giandra yang menyadari ungkapan sang MUA lalu berdiri dan menaruh tabletnya di Sofa dan bergegas kekamar mandi.


Tok..tok..tok..


Shena.. buka pintu...


kamu tidak apa-apa kan??


Shena jawab Aku.. Giandra terlihat cemas.


saat tak ada jawaban dan mau dobrak kamar mandi tiba-tiba pintu terbuka sedikit


ceklek...


Giandra yang menyadari pintu terbuka, lalu mengurungkan tindakannya.


Maaf... ucap Shera yang terlihat sangat cemas.


Kamu kenapa,, tanya Giandra ke Shera.


Boleh Aku berkata sesuatu, tapi bisakah Mas masuk, Aku malu mengatakan nya. ungkap Shera yang mukanya sudah merah.


Giandra mengangguk dan masuk kamar mandi dan menutupnya.


Ada apa... tanya Giandra datar.


Maafin Aku Mas,, ini bajuku resletingnya dibelakang sangat sulit aku gapai untuk menutupnya ungkap Shera dengan polosnya.


Sini Aku bantu, , lain kali kamu jangan sungkan meminta bantuanku, Aku tidak mau di cap pria yang tak terpuji dengan Istrinya. ungkap Giandra menjelaskan.


Giandra lalu mendekati Shera dan meraih resleting punggung belakang Shera.


Giandra menariknya dengan lembut agar tidak merusak gaun Istrinya,,


Giandra pun selesai merapikan gaun milik Shera dan sudah menutup resleting di punggung Shera.


sudah.. Aku keluar dulu ungkap Giandra dingin dan membuka pintu kamar mandi dan keluar untuk melanjutkan pekerjaannya di sofa.


terima kasih Mas... ucap Shera


tapi Giandra tak menjawabnya.


kenapa Dingin sekali sikapnya. ungkap Shera lirih.


Shera pun keluar kamar mandi dan menuju sang MUA.


πŸ’…πŸ’…πŸ’…πŸ’…πŸ’…πŸ’…πŸ’…πŸ’…


Author minta dukungannya ya.. agar makin semangat menulisnya.


makasih para Readers😍πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2