PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB. 45. pangling


__ADS_3

Tak terasa hari sudah pagi. Semua keluarga sibuk menyiapkan putra putrinya masing- masing yang akan jadi calon pengantin di hari ini.


Di hotel kamar Ghavin.


Sayang... kamu jangan dandan cantik-cantik,, Aku tak rela melihat semua mata lelaki di luaran menatapmu.


Rachell yang menatap kaca sambil bersolek walau natural tapi membuat auranya walau hamil memang sangat cantik...


Mas gak lihat apa perutku buncit gini... mana ada yang mau ... mengencaniku.


sayang walau kamu hamil.. Aku masih melihat para lelaki banyak menatapmu dengan gairah dan Aku tak suka itu.


Jadi Aku harus gimana Mas..


Bagaimana jika Kita tidak usah keluar kamar, Kita disini saja.


Rachell pun melangkahkan Kaki dan mndekati Suaminya itu yang sudah sangat tampan dan Rapi.


Bukankah ,, Nanti banyak wanita juga yang ingin memilikimu Mas , jika Mas berdandan semenggoda ini.


Sayang.. biarpun banyak wanita diluaran sana menggodaku.. tapi kamu sendiri Aku tak berselera.


Aku hanya bisa on fire jika bersamamu. Bukankah sudah Aku buktikan dengan caraku menabur benih dirahimmu itu Sayang, Ghavin lalu mengelus Perut Istri tercintanya.


Kalau begitu.. Mari Kita keluar dan hempaskan para Buaya dan bunglon yang mengganggu hubungan Kita Mas.


Maksudmu sayang.


Buaya para lelaki hidung belang dan bunglon para wanita yang menggilaimu Mas yang bisa berubah-ubah tipu muslihatnya untukembuat Mas terpikat.


Ada- ada saja sayang istilahmu itu.


Ghavin lalu ******* bibir istrinya itu dengan lembut..


Mas mulai deh.. jika begini terus.. Kita tidak bisa melihat ijab qobul Shera dan Shena.


Habis bibirmu itu sangat mengairahkan Sayang bagiku.. dan membuatku candu.


Jadi hilang dech.. lipstikku.


Tadi terlalu mencolok Sayang jadi Aku menikmatinya.. Tapi sekarang sudah Pas.. Dan membuat Istriku tampak manis.


Kalau begitu.. kecup sekali lagi Mas.. Rachell menyodorkan wajahnya ke Suaminya itu.


cup..cup cup.. sangat manis ungkap Ghavin dan tersenyum bahagia melihat Istrinya yang bermanja padanya itu.


Ok .. yuk kita keluar Mas.


Rachell menggandeng tangan Ghavin dan keluar ruangan.


Di ruangan Giandra dan Yogi . Mereka betdua sudah tampak sangat handsome dengan memakai bawahan jarik dan jas putih senada dengan pasangannya nanti.


Pa... bisakah pakai celana saja.. Aku tak nyaman pakai jarik ini susah jalan. ungkap Yogi sambil masih menenteng ke atas kain jariknya agar bisa bergerak.


Tidak... Apa kau ingin membuat malu keluargamu,, disaat hari Sakral ini.


Aishh.. debat dengan Papa percuma.. tidak ada solusi.


Solusimu hanya gimana Kamu sudah hafal belum... saat Kau nanti di depan penghilu. Papa Pradana bertanya menyelidik.


Sudah sesuai keinginan Papa.

__ADS_1


Gimana dengan Maharmu.


Sidah Aku samakan dengan punya Gian.. soalnya pasangan Kita kembar .. jadi gak mungkin Kita bedakan.


Bagus.. berpikirlah selalu dewasa seperti ini agar tanggung jawabku bisa Aku pasrahkan Padamu dengan lega.


Aku bukan bocah lagi Pa.. Aku sudah dewasa.


Kamu berisik sekali.. Gian mencoba bicara karena merasa pusing melihat omongan Yogi.


Aish.. manusia kutub.. apa Kau juga akan selalu terus menjadi Es.


Bukankah itu sudah ada di jiwaku dari dulu.. jadi jangan protes.


Aish siapa yang protes.


Eh.. sudah-sudah sebentar lagi kalian ini akan menjadi ipar jadi jangan berantem mulu ungkap Mama Riska yang kesal melihat Putranya beradu mulut dengan Yogi.


Yogi.. seharusnya kau.. memanggil Gian kakak ipar..bentak Papa Pradana melotot ke Yogi.


Aish.. baiklah sesuai Kata Papa. Aku malas membantah.. nanti jadi ceramah bisa berjam-jam membuat Aku makin pusing.


ceklek ..


pintu terbuka..


Ghavin dan Rachell datang.


Kalian berdua sudah Siap. ungkap Ghavin.


Sudah Nak.. Mereka berdua sudah Siap


ungkap Mama Riska.


Baiklah Nak.. Aku pasrahkan Mereka padamu.


Ghavin mengangguk.


Mas kalau begitu.. Aku dan Aunty Riska temui Shera dan Shena ya..


Baik Sayang Hati-hati jika jalan.. kandunganmu makin besar. Aunty .. tolong jaga Istriku Ya...


Riska mengangguk dan tersenyum lalu menggandeng Rachell


Sat Mereka Semua keluar..


Rafaell dan Tyo berlari mendekati Para Pria.


Maaf kami telat... Aku kecapean. ungkap Tyo dan Rafaell bersamaan.


Ghavin dan Giandra mengangguk dan menuju Ruang tempat mereka akan ijab qobul.


Diruangan Shera dan Shena nampak kedua Gadis itu dipoles tangan lihai Sang Make -up artist ternama.


Tok..tok..tok..


Masuk ungkap Mama Metha.


Ma.. tante... gimana Shera dan Shena sudah siap.


Hampir selesai Mbak tunggu sebentar lagi. ucap Salah satu Make - up artist tersebut.

__ADS_1


Papa dan Om Zidane mana Ma.


Oh.. Papa dan Om di bawah menemui Penghulu dan Tamu di bantu kedua mertuamu Nak ungkap Mama Metha sambil mengelus rambut putri cantiknya itu.


Wah cantik sekali calon menantuku.. sampai pangling Aku sahud Mama Riska yang terpukau kecantikan menantunya itu.


Terima kasih ya.. Riska .. Semoga pernikahan Anak kembar Kita ini langgeng. Ungkap Mama Shera dan Shena terharu.


Ma.. tapi Aku tidak punya mertua cewek.. Aku jadi .... ungkapan Shena terputus tak kuat melanjutkan.


Shena Mama juga bisa Kau anggap Ibu kedua Mu... bukankah Kamu Adik Shera sedangkan Shera itu menantuku.. Aku tak akan jembedakan kalian Nak. Kita semua keluarga.ungkap Mama Riska tulus dan mendekati Shena.


Dek.. jadi Adik ingin dekapan seorang mertua wanita Adik boleh curhat dan memeluk mertuaku ungkap Shena tulus ke Adiknya itu


Sidah selesai... silahkan noleh dibawa kedua calon pengantinnya ungkap sang Maje -up Artust.


Terima kasih Mbak ungkap Mama Metha.


Sama-sama Bi..jaawaban dari sang Make -up artist.


Ma... Aku gugup ungkap Shera.


Bener kak tanganku juga Dingin timpal Shena .


Kalian bershalawat saja Sayang.. agar hati kalian tidak gugup.


Baik Ma. ungkap Shera dan Shena barengan


Tok..tok..tok.


masuk..


Kalian sudah Siap Penghulu sudah menunggu.


ungkap Rafaell.


Sudah Nak .. Kita semua akan turun dan membawa kedua pengantin. ungkap Mama Metha.


Baik.. kalau begitu Mari... ungkap Rafaell


Semua yang ada diruangan itu pun keluar.


Shena di apit Mama Metha dan Mamanya.


Shera diapit Mama Riska dan Rachell


Kalian berdua sangat cantik sekali ungkap Rachell lirih dan tersenyum.


Makasih kak.. ungkap Shera dan Shena barengan.


Rafaell membuntuti para wanita itu dari belakang.


Saat sampai di ruang Aula yang mewah dan banyak tamu Shera dan Shena nampak terpana dekorasi tempat Akan dilangsungkan pernikahannya itu.


Disudut Lain Yogi dan Giandra terpana melihat para pasangannya itu sangat cantik dan menuju dihadapannya.


Saat sudah dekat Rafaell berkata lirih.. Awas kemantennya ketuker.


Itu tidak mungkin Nak.. Shera dan Shena itu putriku jadi Aku hafal.


ya mungkin saja tante nanti takut salah pasangan.

__ADS_1


Semua mendengar itu tertawa kecuali Yogi dan Giandra yang gugup dan berkeringat.


nih tissue.. Tyo dan Rafaell bebarengan menyodorkan tissue ke kedua pengantin Pria yang nampak gugup di depan penghulu.


__ADS_2