
Giandra dan Shera melakukan ibadah Shalat Ashar bersama.
Selesai Shalat Ashar,, Shera menghubungi Shena.
"Asalamualaikum Dek"
"wa'alaikum salam kak,,, Ada apa ya?? "
"Kamu sudah Shalat Dek... sebentar lagi Make - up artist datang "
"Belum kak,, ini baru selesai makan"
"lekaslah... jangan menunda Ibadahmu"
"Baik kak"
"ya sudah gih.... Wasalamualaikum"
"wa'alaikum salam"
Shera pun menutup Telp nya.
Dan menaruh ponselnya di atas Nakas dan kembali duduk di tepi ranjang.
Giandra masih berkutat dengan tabletnya di Sofa.
Dia lalu melihat ke arah Shera yang terdiam ,,, duduk di Tepi ranjang. Giandra mencoba berbicara untuk ,,, menepis keheningan.
Kamu ada masalah ?? tanya Giandra.
Oh,,, tidak ada Mas. jawan Shera
Jika perlu sesuatu bicaralah,, Jangan diam saja, Aku tak bisa membaca fikiran seseorang.
Aku belum ingin sesuatu Mas, nanti jika perlu sesuatu akan Saya utarakan.
Hmmmm... Aku tidak mau dibilang menekanmu, jadi Kamu berhak berpendapat yang ingin Kamu perlukan. asal...
Sebelum Giandra meneruskan omongannya... Shera memutus ucapan Giandra.
Aku faham Mas,,, tidak usah dibicarakan lagi. Aku tahu Mas tidak mencintaiku.
Hmmm... Dan Giandra langsung fokus di tabletnya.
Shera yang hampir menetes air matanya,, Dia mencoba untuk meredamnya dan mengambil ponselnya kembali untuk melihat Youtube dengan Menonton hal unik yang bisa buat Dia tertawa.
"Ya Allah.. Kuatkanlah hamba"
👉👉👉👉👉👉
Di ruang Shena selesai menerima telp, Dia lalu menuju kamar mandi untuk Wudhu.
Sebelum... Beranjak kamar mandi ,, Yogi memanggil.
Siapa yang telp tanya Yogi
Bukan urusanmu..
Eh... kamu kira Aku patung disini... tidak berhak bertanya. Ingat Aku disini Suamimu sekarang.
Oh.. Aku lupa jika punya Suami yang baru beberapa jam yang lalu.
Syukurlah skarang jika Kau ingat. Apa saudaramu yang telp.
Iya... Shena lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk Wudhu.
Apa Dia mau mandi lagi,,, pikiran yogi bertanya-tanya.
__ADS_1
5 menit kemudian Shena keluar dari kamar mandi dan membuka ransel.
Eh... eh.. jangan ganti baju disini,, ungkap Yogi
Aishhh... siapa yang mau ganti baju.
Itu kenapa buka koper. Yogi bertanya- tanya.
Nih.. aku mau ambil mukena dan sajadah,, Shena sambil menenteng mukena dan sajadah di tangannya dan menunjukkan ke arah Yogi.
Oh... lanjutkan.. celetuk Yogi.
Aku mau Shalat.. Kamu gak Shalat.
Kamu dulu saja... habis ini Aku,, lagian Shalatku juga masih bolong-bolong masih perlu belajar lagi jadi Aku belum siap jadi Imammu.
Hmmmm.. jawaban Shena singkat.
Shena lalu menata sajadahnya di samping ranjang dan memai mukena untuk Shalat Ashar.
Yogi yang Duduk di Sofa dan melihat tablet,, terkadang melirik ke arah Shena.
Ternyata Cewek bar-bar kayak Dia,, rajin juga ibadahnya.
Aishhhh... Apa yang Aku fikirkan.
Yogi lalu mengeleng-gelengkan kepalanya.. Lebih baik Aku fokus pekerjaanku.
Shena yang selesai Shalat membuka tas kecilnya dan Dia lanjutkan membaca Al -.Quran
Daripada Aku bertengkar dengan Mr. Arogant. lebih baik Aku mengaji saja. Makin pusing jika Aku harus debat dengannya.
Shena pun mengaji tanpa menghiraukan Yogi yang satu ruangan dengannya.
Yogi yang mendengar Shena mengaji tiba-tiba menghentikan pekerjaannya.
Ya Allah terkadang Aku lupa,, atas Nikmat mu.
Yogi lupa sudah lama Dia tidak mengaji.. Dulu mamanya lah yang sering mengajarkan mengaji saat Yogi masih kecil.
Yogi lalu menaruh Tabletnya di meja sebelah Sofa lalu menuju kamar mandi.
5 menit kemudian.. Ia membuka koper dan memakai celana hitam dan kemeja putih. karena Dia tidak membawa baju koko dan sarung.
Bolehkah Aku pinjam sajadahmu... dan bisa kamu lanjutkan duduk di ranjang.
Shena pun mengangguk dan berdiri menuju ranjang.
Shena melihat Yogi.. terlihat khusyu menjalankan Shalatnya.
"kayaknya jika lagi Shalat Dia juga lebih baik.. daripada sering bersikap Arogant" itulah yang ada didalam pikiran Shena.
Lebih baik Aku lanjutkan mengaji.. sambil Dia mengelengkan kepalanya.
Shena mengaji dan agak dipelankan suaranya agar tidak mengganggu Yogi yang lagi Shalat.
Sehabis Shalat Yogi berdoa di dalam hati dan menitihkan Airmata nya karena teringat sosok Alm. Mamanya.
Shena yang melihatnya pun bertanya - tanya dipikirannya.
Ternyata dibalik Mr. Arogant ada juga sisi yang terpendam,, mungkin Dia punya alasan kenapa sekarang Dia sangat galak.
Tiba-tiba ponsel Shena berbunyi tanda ada pesan.
Shena pun mengakhiri membacanya dan mencium Al - Quran nya. dan memasukkan nya kembali kedalam tas.
Shena meraih ponselnya dan membuka sandi ponsel tersebut. nampak satu Nama pesan dari Tiffany.
__ADS_1
"Nona Shena sudah siapkah? ini MUA nya sudah datang,, apakah sudah bisa menuju ruangan Anda?"
"Silahkan"
Shena lalu menaruh ponsel di nakas kembali dan membuka mukenanya dan melipatnya.
Maaf,, Apakah sudah selesai Do'anya. tanya Shena ke Yogi.
Oh.. sudah.. Yogi pun berdiri sambil melipat sajadahnya.
Oh.. itu barusan tiffany mengirim pesan,, Dia mau kesini mengantar MUA.
Baiklah.. Silahkan jika menganggu biar Aku tunggu di luar.
Oh.. tidak perlu keluar,, Aku gak mau dikira mengusirmu jadi kamu bisa lanjutkan mengerjakan pekerjaanmu tadi di Sofa.
Apa kau tidak... risih Aku disini.
Justru jika Kamu diluar,, Aku tidak bisa menjelaskan kepada para saudaraku nantinya ,, ntar dikira Aku mengusirmu.
Baiklah.. terserah kamu.. Aku mau melanjutkan pekerjaanku.
Makasih sebelumnya.
hmmmm.. jawaban Yogi datar.
Tok..tok..tok..
Shena lalu melangkahkan kakinya menuju arah pintu.
Shena lalu membuka pintu.
Mbak Tiffany sudah datang ternyata.
Iya Nona.. Ini MUA yang akan merias Anda. dan maaf kami mengganggu waktunya karena Saya hanya menjalankan sesuai jadwalnya Nona.
Oh.. tidak masalah.. Aku mengeeti. Tapi bisakah Mbak Tiffany jangan panggil Aku Nona bukankah kita mungkin seumuran. ucap Shena
Soal itu Saya tidak berani Nona. Maafkan Saya.
Hmmm.. terserah lah tapi Kalau bisa panggil nama saja. Dan silahkan masuk.
Silahkan Nona MUA masuk yang bertugas merias Nona Shena, dan yang merias Nona Shera mari ikut Saya menuju kamarnya.
Baik...permisi Nona cantik Saya yang bertugas merias Anda boleh Saya masuk.
Iya ,, silahkan.. ucap Shena lembut.
Baik Nona Shena Saya permisi.. Saya mau menuju ke ruang Nona Shera.
Baik.. makasih sebelumnya.
Tiffany lalu pergi meninggalkan Shena dan berjalan dengan MUA lainnya untuk menuju ke kamar Shera
Nona silahkan Anda memakai Gaunnya dulu.. biar Saya menata persiapan make-upnya untuk merias Anda.
Baik Saya tinggal sebentar.
Shena pun menuju ke arah Yogi.
Ada apa kata Yogi
nanti jika Aku membutuhkan sesuatu bolehkah Aku meminta bantuanmu.
Ya.. jawaban Yogi singkat.
makasih.. Shena pun mengambil paper bag yang berisi gaun untuk resepsinya pernikahannya.
__ADS_1
Shena lalu menuju keruang ganti.
Saat diruang ganti Dia tidak bisa menarik resleting belakang Gaunnya dan Dia binggung harus Bagagimana ???