PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB. 57. Jaga agar tak menyesal


__ADS_3

Para keluarga berkumpul, untuk sarapan bersama di Restorant Hotel.


Semua hadir, kecuali Rafaell dan Granetta.


Kamu sudah mau kerja hari ini Gi.. ucap Papa Pradana.


Iya.. Pa karena seminggu ini Aku sudah banyak kesibukkan pribadi, pekerjaan semakin numpuk. jawab Yogi.


Istri kamu ikut kan... tanya Papa Pradana.


Hmmmm... jawab Yogi .


Kamu juga langsung kerja juga, Nak??? tanya Mama Riska.


Iya Ma.. jawaban singkat Giandra.


Kamu tidak perlu buru- buru Nak, jika soal pengabungan perusahaan Kalian kan masih pengantin baru, sementara Papa bisa bantu ! ucap Papa Zidane


Saya ajukan pengabungannya hari ini Pa, karena Saya harus bantu Ghavin Pa, sebab lusa akan ada pertemuan luar kota yang mengharuskan Ghavin hadir. ucap Giandra menjelaskan.


Mas,,, Mau keluar kota tanya Rachell.


Iya Sayang, tadi Tyo telp Aku lusa Aku harus keluar Kota, Jadi sementara Kamu dirumah Mama dulu ya saat Aku tak ada dirumah. ucap Ghavin lembut sambil mengusap rambut Istrinya.


Rachell nampak sedih, tapi bagaimana lagi ini tuntunan tanggung jawab suaminya jadi Dia harus bisa mengerti.


Nak, nanti Saat Kamu dirumah Mama masakin kesukaan Kamu, dan pasti Kak El senang Adiknya bisa berkumpul bersama ucap Mama Metha.


Iya.. Ma. ucap Rachell


Kamu juga iku Gian ke perusaan kan Nak, ucap Mama Riska sambil tersenyum menghadap Shera.


Iya Ma,, Ucap Shera lembut.


Aku tidak menyangka dapat menantu yang sangat lemah lembut ya Ma, ucap Papa Randy.


Kamu sangat beruntung Gian, ucap Papi Dirga.


Bukankah Shera mirip Mama masih muda dulu, ucap Papa Randy.


benar juga Kamu ndy.. ucap Mami Jesika.


Shera pun jadi tersipu malu dan makan dengan agak sedikit menunduk.


Mami Jesika, Papi Dirga dan Papa Randy tertawa... ha..haha...


Gian pun menatap dengan kebingungan ulah keluarganya itu.


Kamu tidak usah binggung Gian,, Istrimu mirip sekali Mamamu waktu muda sikapnya. ucap Mami Jesika.


Apakah Aku dulu seperti ini.. tanya Mama Riska.


Hmmmm.. Papa Randy sambil mengangguk.

__ADS_1


Mama Riska pun tersenyum.


Aku juga tak mau kalah, nenantuku selain imut Dia juga sangat Ceria jadi Aku berharap bisa mengubah dunia Yogi yang monoton. celetuk Papa Pradana.


Huk..huk..huk....


Yogi langsung terbatuk...


Shera lalu mengambilkan minum dan diberikan Yogi.


Yogi pun langsung meminum nya.


Kamu Kamu terbatuk-batuk , Apa ucapan Papa salah ?? tanya Papa Pradana.


Papa benar Pa .. hmmmm Yogi tersenyum sinis.


Itulah,,, pilihan Alm. Mamamu pasti terbaik. Jadi yakinlah dan tidak ada orangtua yang menjerumuskan Anaknya ke kesengsaraan. ucap Papa Pradana penuh penekanan.


Saya minta maaf ya Nak Yogi, semoga Nak Yogi juga bisa sabar, dan bisa membimbing Shena menjadi Istri yang baik. ucap Mama Shera dan Shena lembut pada menantunya itu.


Yogi melihat ketulusan mertuanya itu pun tak sanggup berkata hanya bisa mengangguk dan terdiam


Ya Allah jika dulu Aku terobsesi dengan Graneetta tapi Dia bukan jodohku, dan Aku sangat rindu kasih sayang seorang Ibu. Mungkin ini jodohku, karena Allah tahu yang terbaik, dan Aku mendapatkan sebuah keluarga yang utuh dan penuh kehangatan, tapi kenapa Anak nya bisa jadi Bar-bar gini,, pikir Yogi dalam hati.


Bersyukurlah sekarang Kamu punya mertua yang sangat tulus mencintaimu.. ucap Papa Pradana.


Ya Pa... jawab Yogi


Kalau begitu Kami pamit dulu semua, ucap Ghavin lalu menyalami Para keluarga dan menggandeng Istrinya.


Iya Ma... jawab Rachell.


gak Papa Ma,, nanti juga ada Shera dan Shena karena kami mau urus beberapa pekerjaan bareng si kembar ucap Ghavin.


Ya sudah hati- hati ya Nak.. ucap Mama Metha.


Iya Ma... ucap Rachell.


Jaga menantuku dengan baik, dan jangan buat menangis,, ucap Papa Pradana..


Yaelah Pa... Aku gak sejahat itu.. jawab Yogi.


Kamu memang gak jahat tapi kamu dengan Giandra sebelas dua belas jika sama cewek sifat kulkas kalian bikin Mereka ngeri. ucap Papa Pradana.


Sudah jika debat terus kapan kerjanya Aku.. Aku permisi dulu.. Asalamualaikum ucap Yogi


Walaikum salam.. jawab semua.


Nak tunggu.. Mama Riska meraih tangan Giandra...


ada apa Ma. tanya Giandra.


Gian,,, masalalu biarkan jadi pelajaran tapi tak harus dilupakan, masa kini jagalah yang kamu miliki saat ini, agar tak terulang kesalahan yang sama seperti masa lalu. Dan suatu saat agar Kamu tak menyesal. Jaga dan sayangi Istrimu. Bukalah hatimu Nak.. Mama sangat faham perasaanmu tapi ada hati yang perlu Kamu tata dan jaga demi masa depanmu. ucap Mama Riska lembut dan mengelus rambut Putranya itu.

__ADS_1


Giandra pun mengangguk dan memeluk Mamanya.


Terima kasih atas kasih Sayang Mama yang luar biasa, Giandra akan berusaha Ma...


Hati-hati ya Sayang .. Mama Riska mengelus bahu Shera dengan lembut setelah selesai memeluk Putranya.


Shera tersenyum.. dan tersentuh ketulusan hati mertuanya itu.


Kami pergi Ma.. Shera memeluk mertuanya dan melepasnya dengan mata berkaca-kaca...


Mama Riska mengangguk.


Mereka semua menggunakan Mobil dengan pasangannya masing- masing.


40 menit kemudian Mereka semua sampai di Perusahaan Syailendra.


Ghavin mengandeng Isteinya dan di Belakangnya Ada Giandra dan Yogi. dan di buntiti dengan sikembar Shera dan Shena.


Akhirnya kalian datang juga... Kita langsung di ruang Meeting Saja.. yang cewek juga bisa ikut soalnya ini menyangkut perusahaan orang tua kalian.. ucap Tyo.


Nona Rachell biar sama Saya saja Tuan.. ucap Tiffany.


Ghavin pun mengangguk.


Mari nona keruang meeting.. ucap Tiffany.


Baik.. terima kasih jawab Rachell dengan tersenyum.


Semua pun duduk di Ruang meeting.


Ini berkas penyatuan perusahaan dan harap di tanda tangani si kembar , dan Rachell . Giandra selaku CEO dari perusahaan anggara saat ini. Dan Yogi dan Ghavin sebagai penanam saham . Ucap Tyo


Apa Kamu setuju Gi.. tanya Gian.


Hemmm.. Karena Aku sudah harus mengurus perusahaan ku sendiri jadi Kamu saja yang urus.. dan kenapa disitu ditulis Aku juga menanam saham, agar perusahaan ini makin kuat, dan orang yang akan berbuat onar akan berfikir ulang jika ada nama Syailendra dan Pradana. ucap Yogi.


Ya Aku faham...


Jadi silahkan kalian semua tanda tangan... ucap Tyo.


Aku serasa jadi orang penting ucap Rachell


karena ini juga Ada hak kamu Sayang.. ucap Ghavin.


Aku sebenernya tidak perlu juga gak Papa kan Suamiku sudah kaya ucap Rachell dengan polosnya


Benar sayang,, sebenernya Aku juga sempat nolak , tapi kata Om Zidane ini demi keutuhan keluarga jadi biarka bahu-membahu kalau ada kesulitan yang lain bisa menolong. ucap Ghavin.


oh begitu... jawab Rachell.


Saya dan Shena percaya pada kalian dan Kami juga masih belajar. Dan terima kasih sudah mau menuruti permintaan Papa. ucap Shera.


Ini sudah kewajiban Suamimu.. jadi bantulah Dia. ucap Ghavin.

__ADS_1


Shera dan Shena mengangguk.


__ADS_2