
Saat Yogi dan Shena sampai di perusahaan.
Para staf menyambut dengan takut dan menunduk.. tidak ada yang berani berbicara sepatah katapun untuk bergosip
Shena mengikuti Yogi di belakangnya dan menoleh kanan kiri nampak para karyawan perusahaan tunduk dan tak bersuara.
Dibelakang Shena ada 1 asisten Yogi dan 2 Bodyguard.
Saat ingin masuk lift Yogi berhenti mendadak, dan Shena yang masih terbenghong sambil jalan tidak menyadari jika Yogi berhenti.
Dug ( anggap saja itu suara kepala Shena terbentur punggung Yogi )
Augh.... ucap Shena sambil memegang dahinya.
Apa kamu gak melihat... Aku segede ini ucap Yogi.
Aish... Mana Aku tahu Kamu berhenti mendadak.
Ting.. suara lift terbuka..
Yogi pun masuk dan Shena ikut masuk.
Kalian gak masuk ucap Yogi ke asistent dan Bodyguardnya.
Maaf ,, Anda duluan saja ucap Emil Asistent Yogi.
( Emil memang di perintahkan tuan Pradana agar mengawasi Shena dan Yogi,, dan membuat mereka bisa dekat )
Ok.. Yogi pun memencet tombol dan pintu Lift tertutup.
kenapa kami tidak ikut Tuan Yogi ucap Body guard.
mari kita ke naik lift sendiri biarkan Bos kita bersama pasangannya. peritah Emil ke Para Bodyguard
Di dalam lift Shena yang masih mengelus dahinya... yang merah.
Yogi hanya melirik sinis dan memercingkan bibir.
Kamu senang Aku kesakitan ucap Shena galak
Aishhh... siapa suruh kamu gak lihat jalan..
Shena pun menghentakkkan kakinya..
Kamu jangan senang dulu... Kamu kira jika Aku jadi istrimu Aku bakal nurut padamu..
Tidak mungkin... ucap Shena sebal
Terserah ... yang penting Aku sudah menjalankan wasiat mendiang Ibuku
Jangan harap lebih saat Aku menikah denganmu tuan Angkuh Yogi sambil menunjuk jarinya ke Yogi.
Aku tak nafsu denganmu ... kog gak ada sexy nya sama sekali.
Kau menghinaku... Shena sambil mendekat ke Yogi
Siapa yang menghinamu.. itu kenyataan ucap Yogi.. berbalik mendekat..
Kau..kau.. dan saling menunjuk masing-masing dan Shena yang kesal menfhentakkan kakinya lagi dan terpeleset...
saat hampir jatuh Shena menarik dasi Yogi dan mereka berdua terjatuh..
Aughhh... punggungku ucap shena
dan pintu lift terbuka..
Ting...
Shena nampak di tindih Yogi..
Karyawan yang melihatnya terbengong dan.. pura-pura balik badan dan menutup wajahnya.
Yogi masih terpatung memandang wajah Shena..
Cepat berdiri ucap Shena.. badanmu berat.
Oh... ungkap Yogi..
sambil berdiri dan merapikan jasnya.
__ADS_1
Shena langsung berdiri dan malu.
Mereka berdua lalu keluar lift dengan canggung.
Yogi pun masuk keruangannya.
Dan Shena mengikuti.
Yogi langsung duduk di kursi kebesarannya dan Shena hanya berdiri terpatung...
Agar tak canggung Yogi pun bersuara... Kamu boleh duduk di Sofa.
Shena pun memutar kedua bola matanya dan duduk di sofa..
Tok..tok .
masuk.. ucap Yogi
Permisi ada yang perlu saya bantu .. ungkap Emil..
Siapkan 2 makan siang buat kami.. Aku banyak pekerjaan yang tertunda jadi tidak memungkinkan keluar lagi. ungkap Yogi.
Nona ingin makan Apa ungkap Emil ke Shena.
Aku kangen nasi pecel...dan es jeeuk bolehkah saya makan menu itu ??
boleh nona...Jaeaban Emil
Apa Bos juga menu sama.. tanya Emil ke Yogi
Terserah.. turuti saja.
Nona saya boleh minta bantuan ungkap Emil...
Boleh apa celetuk Shena.
Emil mendekat dan menyerahkan berkas jadwal pertemuan Yogi dengan rekan bisnisnya.
Maksudmu.. ungkap Shena bertanya- tanya
Begini Nona.. Saya disuruh Pak Pradana menyerahkan jadwal tersebut ke Nona karena saat ada pekerjaan yang harus Saya tangani.
Aku anggap Nona Setuju.. dan saya permisi.
Ta..ta..tapi.
ucap Shena ke Emil
tapi Emil tak menghiraukannya dan keluar ruangan.
Kamu percuma mengelak.. ucap Yogi
maksudmu..
Laksanakan saja apa kata Papaku.. misal menolak Dia akan punya seribu tindakan agar kamu setuju.
issshhh...Mimpi apa Aku semalam ucap Shena.. sambil melihat data pertemuan Yogi.
.....
GISA SQUAD Group chat WA
Tyo \= Sekretaris baru menyetujui permintaan kalian,, Dia baru saja menghubungiku.
Rafaell \= dilarang selingkuh.. ingat kalian semua saudaraku!!!
Tyo \= datang langsung nyolot....
Ghavin \= Sekretaris baru.. boleh bekerja mulai besok. Sementara Sekretaris baru bersama Tyo untuk mengurus proyek yang Aku rencanakan.
Tyo \= bukankah itu sekretaris baru Giandra??
Ghavin \= mereka sudah dengan para Istrinya Sementara waktu sampai Kita menemukan asistent cowok nanti.
Tyo \= kenapa Kamu jadi berubah fikiran
Ghavin\= Aku tak mau membuat rumah tangga saudaraku kacau dengan sekretaris perempuan dan saat melihat Tiffany kayaknya cocok mengurus proyek baru denganmu
Rafaell \=proyek ajang jodoh.
__ADS_1
Giandra\= (??????)
Yogi \= Ghavin kau sekongkol dengan Papaku untuk menjadikan Shena sekretarisku juga.
Ghavin \= Aku tak tahu.
Yogi \= terserah kalian.. Aku ikuti jalannya.
Giandra\= ini kenapa orang butik datang ke kantor ???
Tyo \= Maaf tadi Om zidane yang menyuruhku telp orang butik bahwa pengantin di kantor.
Yogi \= Aishhhh... Aku tidak bisa bekerja dengan jernih ,,, Ruanganku banyak kebaya kayak pasar.
Ghavin \= !!!!!!!!
Tyo \= tandanya kalian berdua harus memilih pakaian couple untuk akad bersama.
Di ruang Giandra..
Nona silahkan dipilih kebaya akadnya nanti biar pihak cowok menyesuaikan.
Baik Mbak ucap Shera lembut
Saya pilih ini saja tidak terlalu terbuka.. Shera memilih kebaya..
yang Simple namun elegant, warna putih.
Manies sekali .. ucap pegawai butik tersebut.
Bagaimana Tuan... ungkap Pegawai tersebut ke Giandra.
Baik saya setuju..
Kalau begitu silahkan di coba Nona.
Kamu masuk saja,, di ruang privasi belakang ruanganku... ucap Giandra
Shera mengangguk dan memasuki ruang Privasi Giandra tampak seperti kamar yang tersusun rapi buku dan lemari pakaian dan kamar tidur.
Shera pun langsung mencoba kebayanya itu..
dan melihat kaca di lemari ..
Kayaknya Pas... baiklah Aku pilih ini ungkapan rasa hatinya.
Shera pun keluar ruangan dan memperlihatkan pada Pegawai butuk
Wah.. cantik sekali ungkap pegawai butik
Giandra yang mendengar ungkapan pegawai butik tersebut langsung menoleh dan menghentikan pejerjaannya saaat terpana.
Pegawai butik yang melihat gelagat Giandra langsung tersenyum dan berkata.
Tuan.. tuan... bagaimana cantik tidak.
Giandra yang tersadar dari kebengongannya langsung mengangguk Menghadap pegawai butuk tersebut.
Jadi apakah sudah bulat pilihanya ke kebaya ini Nona.
iya mba ini saja ungkap Shera sambil tersenyum.
Baiklah Nona ... Saya akan merapikan kebaya yang tidak Nona pilih... dan menyampaikannya ke Bos saya.
Kalau begitu Saya permisi gantu pakaian kembali ungkap Shera.
Sesuaikan Saja pakaianku dengannya Aku yakin kamu tahu ungkap Giandra.
Di coba dulu tuan jas nya..
Giandra pun berdiri dan mencoba jasnya
Apakah yang ini pasangannya tadi.. tanya Giandra ke pegawai butik
Benar tuan..
Giandra pun mengambil jas tersebut dan menunggu Shera keluar dari ruang privasi karena Giandra juga ingin mencoba Jas setelannya
__ADS_1
Cklekkk... pintu ruangan GiAndra terbuka dan Shera pun keluar ruangan privasi