PENCURI HATI CEO

PENCURI HATI CEO
BAB 33. Gunung Es


__ADS_3

Aku ke kamar dulu... ucap Ghavin.


Suasana jadi hening.


Dan Ghavin naik ke lantai 2 menuju kamarnya..


Ghavin membuka.. pintu kamar dengan pelan dan melihat istrinya duduk di ranjang dengan menutup badannya dengan selimut.


Ghavin yang melihatnya merasa gemaz dengan tingkah istrinya... yang sejak hamil jadi sangat sensitif.


Ghavin dengan berjalan pelan.. lalu mendekati istrinya di ranjang dan memeluknya dari belakang.


Sayang... Maafin.. Mas yang dulu ya...


Tapi Mas tak menyesali pertemuan Kita dulu.. Toh akhirnya kini jadi sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu.


Bukannya ada istilah " Benci jadi Cinta"


Mas yakin mencintaiku tulus...


ucap Rachell dengan cemberut


Sangat yakin sayang.. Jika gak yakin Mas gak akan menikahimu.. bahkan sekarang terbukti kita mempunyai buah hati kita.


Dan Ghavin mengelus perut istrinya itu yang makin besar.


Mas kan menikahiku karena terpaksa...


bukankah itu kehendak Mami Jesika.


Hiks..hiks..hiks..


Ghavin pun memutar tubuh istrinya itu agar menghadapnya... dan mengusap Airmata yang jatuh dari pipi Rachell.


Sayang walau pun Mami memaksaku menikah jika Aku tak mencintaimu.. Aku tak mungkin menikahimu...


Taukah kamu saat Kamu diculik.. Aku merasa resah, hancur dan sangat geram


Jadi disaat itulah Aku mulai sadar bahwa Aku sangat kehilanganMu.


Benarkah itu Mas..


Ghavin mengangguk dan langsung memeluk istrinya dengan sayang


Mas janji... gak akan ninggalin Aku kan.


Mas janji sayang.. dan Kamu satu-satunya di hati Mas.


Rachell pun mengangguk dan memeluk balik suaminya..


Ghavin pun tersenyum...


20 menit kemudian.. Ghavin ingat saudaranya masih di bawah.


Upsss sayang Mereka masih di bawah menunggu Kita.. sebaiknya kita turun dulu..


mungkin Mereka akan pamit.


Rachell mengangguk dan turun dari ranjang.


Mas minta gandeng.. ucap Rachell.


Ok... tanganku hanya mengandengMu sayang dan Ghavin tersenyum.


Mereka pun keluar kamar dan Menuruni tangga.


Shera, Shena, Yogi, Giandra, Graneetta , Rafaell dan Tyo di ruang tengah.


Para cowok sibuk nonton bola


dan para cewek di Sofa sibuk ngobrol


Ghavin dan Rachell saling tatap sehabis melihat para saudaranya itu yang tampak rukun.


Ghavin dan Rachell mendekat...

__ADS_1


ke ruang tengah


Maafin Rachell ya.


yang merepotkan kalian..


mendengar suara Rachell... Rafaell pun berdiri.


Kamu gak papa kan Dek..


Rachell mengangguk


Shera, Graneetta dan Shena tersenyum melihat Rachell sudah kembali ceria


Kamu gak pengen sesuatu lagi kan..


Rachell menggelengkan kepala... untuk saat ini belum Kak.


kalau begitu Kakak pulang dulu ya...


Aku juga pamit.. ucap Yogi.


Ayo kita semua balik.. karena Aku harus antar Shera pulang..ucap Giandra.


Aku bareng Gian soalnya Aku tadi kesini bareng sopir dan sudah balik. ucap Rafaell


Kalau begitu kamu bareng juga gih.. sama Rafaell dan Giandra sambil melihat Shena.


Tidak bisa ucap Rafaell , Ghavin, dan Rachell barengan.


kenapa tidak bisa ucap Yogi bertanya.


Kamu gila.. bawa Anak orang .. tapi gak Kamu kembalikan baik-baik Rafaell berkata lantang.


Benar.. Kamu harus kembalikan Saudaraku dengan baik kerumah ,, bukannya Kamu yang menjemputnya. Rachell mengingatkan Yogi.


Jika kau Lelaki kembalikan Dia dengan baik, wanita harus dijaga bukan barang yang harus dititip-titipkan. ucap Ghavin.


Shera hanya terdiam.


dan Shena berucap... tidak masalah Aku bareng Kak Shera dan Mas Rafaell.


Dan mereka semua terdiam.


Baiklah Ayo pulang.. Yogi memegang tangan Shena dan beranjak pergi.


Graneetta kamu bareng Mas saja ucap Giandra.


.Dan Granetta mengangguk.


kami pergi ucap Giandra.


Ghavin pun mengangguk.


dan mereka semua meninggalkan ruangan.


Aku capek mau tidur sini saja ucap Tyo.. dan langsung menuju ruang tamu.


🧚‍♂🧚‍♂🧚‍♂🧚‍♂🧚‍♂


Di luar Yogi langsung mengambil mobil dan berhenti ke arah Shena.. masuklah ucap Yogi


Dan Shena langsung masuk mobil.


Giandra menyetir mobil.. dan dirunggu Granetta, Shera dan Rafaell


saat mobil datang Shera membuka pintu belakang tapi di halangi Granetta.


Mbak Shera di depan dengan Mas Giandra saja, biar Aku di belakang ucap Granetta.


Shera pun mengangguk dan membuka pintu dan di sebelah Giandra


Rafaell duduk di samping Graneetta dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.


🚘🚘🚘🚘

__ADS_1


Di mobil Yogi..


tampak situasi serasa mencekam.


Shena dan Yogi hanya terdiam dan Yogi mengendarai agak pelan sambil menunggu mobil Giandra nampak.


Shena pun membuka percakapan.


Jika Kamu gak niat mengantarkanku.. juga gak masalah tadi ..


Terus setelah itu Aku di cap lelaki gak bertanggung jawab,, Apa kamu senang.


Bukankah Kamu mau menitipkan Aku lebih dulu tadi.


Iya benar sebelum Aku menyadari kesalahanku... Dan mereka berkata benar. Bagaimana nanti kata Ortumu jika Aku tidak mengembalikanmu dengan baik karena Aku sudah menjemputmu.


Aku kira kamu tidak perlu bersopan santun.


Kamu kira.. Aku orang yang tidak menghormati orang tua.


Dan mereka berdua pun terdiam.


Shena hanya menatap Kaca mobil


🚗🚗🚗🚗


Ahhh punggungku capek sekali ucap Rafaell


Dan merasa nyaman merebahkan badannya ke bangku Mobil.


Mas El... Aku khawatir Shena dengan Yogi ucap Shera.


Mereka sudah dewasa tidak usah kamu khawatirkan, Walau Yogi arogan Dia tidak akan main tangan dengan wanita ,, setahuku walau Dia narsis Dia sangat menghormati orangtua cuma lagaknya saja memang begitu ucap Rafaell


Kamu tenang saja Mbak.. kita semua kenal lama dengan Yogi memang orang begitu tapi sebenernya baik kog.


Shera yang mendengarkan penjelasan Rafaell dan Granetta merasa lega dan mengangguk kan kepala tanda faham.


lebih baik kamu pikirkan hubungan mu sendiri.. biar gak kayak Es dan saling membisu ucap Rafaell.


Mendengar ucapan Rafaell..


Giandra terbatuk...


huk..huk..huk..


Jangan kesedak ucapanku benar adanya Gian.


Jangan Kau bersikap dingin dengan saudaraku walau kamu adalah sahabatku... Aku tak akan membiarkan Wanita di keluargaku tersakiti.


Aku setuju Mas Rafaell.


memang Mas Giandra itu duh... kapan bisa luluh ke wanita... dan Aku berharap Mbak Shena bisa menghancurkan gunung es itu. Graneetta kesal ke saudara kandungnya itu


Aku bukan gunung Es Ta.. ucap Giandra.


Bukan gunung Es tapi dingin nya kayak kutub utara sifatnya.


Graneetta makin kekeh


Ini tantangan buat mu juga Sher... Lebih baik kalian segera menikah itu lebih baik,, daripada yang lama pacaran tapi tak jodoh.


Lama pacaran belum menentukan kalian di takdirkan bersama.. tapi Cinta bisa tumbuh saat kalian sering bersama ucap Rafaell mengingatkan Giandra dan Shera


Shera hanya terdiam dan mencoba melihat Giandra.


Aku akan mendukungmu Mbak Sher... jika Kamu disakiti Mas Giandra bilang saja kepadaku atau mertuamu.. pasti Mas Giandra akan di bejek-bejek jadi Geprek.. jika berbuat jahat .


Shera hanya senyum tipis dan nengangguk pelan.


Aku serasa di intimdasi ucap Giandra.


Bukan intimidasi.. tapi kami memberikan kepercayaan padamu Gian . jadi kamu harus menjaga amanah tersebut dengan baik.


Rafaell menatap Giandra serius.

__ADS_1


Giandra pun menghela nafas dan masih melajukan mobilnya dengan jecepatan sedang.


Aishhhh.. ucap Graneetta kesal karena saudara kandungnya itu kayak gunung es


__ADS_2