Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak
Istana Kekaisaran Xiao


__ADS_3

Diperlakukan seperti itu membuat Ucup merasa tidak nyaman, ia pun berkata, “Jika kebaikanku sampai membuat seorang kaisar sepertimu berlutut, maka kupastikan tak akan ada lagi kebaikan berikutnya untukmu.”


Gusar hati Kaisar Zhao Dang mendengarnya, lalu ia membalas, “Tuan Muda, kau membuatku begitu kagum. Selamanya, budimu tak bisa aku balas.”


Ucup terkekeh pelan seraya menggelengkan kepala. Kaisar Zhao Dang mengerutkan kening tidak memahami letak kelucuan yang membuat Ucup sampai terkekeh.


“Maaf, Tuan Muda, apakah aku berkata salah?” tanya Kaisar.


“Tidak … sudahlah, aku tidak ingin membuang banyak waktu lagi,” jawab Ucup yang kemudian mengayunkan tangannya membuat semua orang tertidur lalu menariknya ke alam jiwa.


“Susi! Jangan membuat tamu kita terbangun!” pinta Ucup.


“Baik, Tuan Muda,” sahut Xue Xie.


Setelah memberikan instruksi, Ucup melanjutkan langkah mencari pintu keluar dari ruang rahasia sekte. Ia memindai setiap sudut di sekelilingnya.


Ruang rahasia ini tampak aneh. Mengapa tidak ada pintu keluar dari ruangan ini?” Ucup terus memikirkannya sambil memindai semua area.


“Bukankah caramu masuk melalui token dari anggota sekte? Carilah!” kata Pangeran Xiao Li Dan mengingatkannya.


“Ha-ha! Ya ampun, aku sampai melupakannya.” Ucup langsung bergegas memasuki kembali ruangan sebelumnya.


Berkali-kali Ucup memeriksa cincin spasial dari anggota sekte, tidak ada satu pun token yang ditemukannya. Melihat tidak adanya harta berharga di dalam cincin spasial dari semua anggota sekte yang diperiksanya, menimbulkan kecurigaan Ucup kepada semua orang dari Kekaisaran Zhao.


“Saudara Long, carikan aku token yang diambil orang-orang dari Kekaisaran Zhao! Salah satu dari mereka mengambilnya.


“Baik, Yang Mulia,” sahut Long An yang langsung memindai semua orang yang tertidur.


“Ada empat token yang aku temukan dari cincin spasial seorang pemuda bangsawan, tapi aku tidak tahu token mana yang dimaksud, …, tangkaplah!” imbuh Long An melemparkan keempatnya.


Ucup menangkap keempatnya dengan sekali tangkap. Sebuah token berbentuk bundar dan tiga lainnya yang terlihat seperti artefak diperhatikan Ucup dengan teliti.  


“Baiklah, akan kucoba satu per satu,” gumam Ucup setelah memeriksanya.


Ucup memulainya dengan token berbentuk bundar dan mengalirkan sedikit energi semestanya ke dalam token. Seberkas sinar menyorot dari tengah token yang langsung membuka sebuah lingkaran portal di  atasnya. Setelah lubang portal terbuka sempurna, Ucup langsung melompat memasukinya dan mendarat di tengah hutan.

__ADS_1


“Eh, bukankah ini hutan pertama memasuki wilayah Hutan Serigala?” pikir Ucup mengingatnya.


Ia lalu mengedarkan pandangan menyapu seisi hutan di sekelilingnya untuk memastikan perkiraannya. Namun, tak jauh darinya, terdengar suara langkah dari beberapa anggota sekte yang berjalan ke arahnya. 


“Habisi atau tinggalkan?” Ucup memikirkannya, “tinggalkan saja.”


Setelah mengambil keputusan, Ucup memanjat pohon di dekatnya lalu meminta Long An keluar dari alam jiwa. Setelah itu, Ucup dan Long An melaju cepat ke arah Kota Luyan.


“Yang Mulia, mengapa mereka dibiarkan hidup?” tanya Long An sedikit menyayangkan.


“Biarkan saja mereka menyelidikinya dulu. Dari sana, mereka akan mengumpulkan banyak anggota sekte yang berada di luar markas untuk mencariku. Bukankah itu lebih baik untukku memusnahkan mereka semua dengan sekali pukul?” jawab Ucup menjelaskan.


“Maafkan hamba yang bodoh ini,” kata Long An baru mengetahui alasan di baliknya.


Ucup tertawa-tawa seraya mengelus sisik merah di punggung Long An, ia kemudian berkata, “Percepatlah lajumu! Waktu kita sangat berharga.”


Sampai di Kota Luyan, Ucup meminta Long An untuk menurunkannya di depan pintu masuk restoran Bunga Persik. Ia melangkah masuk dan langsung naik ke lantai dua yang memiliki ruangan yang cukup luas untuk menampung semua orang dari Kekaisaran Zhao.


Tak lama setelah itu, Ucup menarik kembali semua orang Kekaisaran Zhao lalu menyadarkan semuanya. Berada di tengah bangunan sebuah restoran membuat semua orang yang baru saja membuka mata memutar kepala melihat keadaan di sekitar. 


“Kaisar Zhao, inilah tempat yang aku bicarakan sebelumnya. Sebagai seorang kaisar, kau bisa mengatur semua orang  untuk menggunakan tempat ini dengan baik. Beberapa bangunan di sekitar restoran ini juga bisa kalian gunakan, namun aku menyarankan untuk tetap di sini,” ujar Ucup menjelaskan.


Kaisar Zhao Dang masih saja diam tidak menanggapi perkataan Ucup, terlihat dari sorot matanya yang menatap Ucup dengan tatapan kosong.


“Sepertinya nyawamu belum kumpul semuanya. Baiklah, aku akan pergi ke Istana Kekaisaran Xiao, ada Bing Shi dan keluarganya yang akan menjaga kalian semua di sini,” imbuh Ucup lalu memanggil Bing Shi keluar dari alam jiwa.


“Jagalah mereka untukku, jika ada pergerakan dari anggota sekte, segeralah susul aku di istana!” kata Ucup.


“Baik, Yang Mulia,” sahut Bing Shi.


Setelah memberikan pengaturan, Ucup bergegas meninggalkan restoran dan melanjutkan kembali perjalanannya ke Istana Kekaisaran Xiao.


Beberapa waktu kemudian, Ucup tiba di depan gerbang istana yang sangat megah. Terlihat olehnya, tumpukan tulang belulang yang berserakan di halaman depan istana. Ucup membuka gerbang dan melangkah masuk ke halaman istana seraya membakar semua sisa dari peperangan yang terjadi pada masa lampau.


Berada di  depan pintu utama istana, Ucup menyipitkan mata memperhatikan dua lapis energi yang menyelimutinya.

__ADS_1


“Mengapa energi keduanya begitu bertentangan?” pikir Ucup setelah mengamatinya.


“Yang Mulia, lapisan energi terluar berasal dari energi iblis, dan pada lapisan kedua merupakan energi dewa,” kata Long An mengetahuinya.


“Begitu rupanya. Terima kasih, Long An. Aku akan coba merobeknya,” balas Ucup lalu menyentuhnya.


Brrr!


Lapisan energi iblis bergetar, namun tidak memunculkan kerusakan setelah disentuh Ucup.


“Kamu harus memukulnya dengan keras, Lord Ucup. Segel pelindung dari energi iblis ini sangat kuat, tidak bisa hanya dengan menyentuhnya saja,” kata Pangeran Xiao Li Dan.


Ucup melepas segel energi semesta sepenuhnya. Dengan erat, ia mengepalkan tangan kanannya lalu mengayunkannya dengan sangat kuat.


Bugh!


Kraak! Boom!


Ucup mundur beberapa langkah dengan tatapan heran melihatnya. Pukulannya menciptakan gelombang kejut yang  sangat besar, mampu membuat dua lapis pelindung hancur secara bersamaan. 


Tak sampai di situ, gelombang kejut yang tercipta membuat bangunan istana mengalami retakan di berbagai tempat. Bahkan gelombangnya terus melesak jauh ke belakang bangunan istana. 


Gemuruh terdengar semakin keras memenuhi udara alam fana. 


“Apa yang  terjadi? Mengapa bisa demikian?” Ucup heran sendiri melihatnya.


Tidak ada jawaban dari semua pertanyaan di dalam benaknya. Ucup tidak mau ambil pusing karenanya, ia kemudian melangkah kembali ke arah pintu istana yang kini tidak terlindungi oleh segel energi.


Begitu Ucup mendorong pintu besar di depannya, pintu istana terbuka dengan sendirinya. Ucup melongo melihatnya.


“Apakah pintu ini otomatis?” tanya Ucup.


“Tidak, mungkin dari dampak energi yang kamu kerahkan tadi,” jawab Pangeran Xiao Li Dan. 


“Ya, masuk akal juga,” timpal Ucup yang langsung memasuki area dalam istana.

__ADS_1


__ADS_2