
Pangeran Xiao Li Dan tidak langsung menjawabnya, ia mencari tahu kemungkinan lain dari pengetahuan yang diwariskan oleh Dewa Hampa. Beberapa saat kemudian, ia pun berbicara, “Tidak ada kepastian yang didapat dengan menduganya. Kamu harus masuk ke dalamnya untuk mencari tahu kebenaran soal itu. Saranku, masuklah dengan senyap dan waspadalah! Aku akan membantumu mengamati semuanya.”
“Siap, Brother,” balas Ucup memahaminya.
Ucup melangkah lebih jauh ke area terdalam di kaki gunung, tanah yang diinjaknya tiba-tiba berubah menjadi padang suram dan tanpa harapan. Di kejauhan, mendung hitam bergulung-gulung seperti roh jahat yang menanti waktu untuk menerkam. Angin berembus dingin membawa aroma busuk dan bau amis.
“Apakah mereka menyadari keberadaanku?” pikir Ucup setelah melihat perubahan suasana alam yang membuatnya harus lebih berhati-hati dalam melangkah.
Jarak ke area tinggi di atas kaki gunung masih sangat jauh, namun suasana alam makin terasa mencekam dalam setiap langkahnya. Pelan tapi pasti, Ucup berada tepat di bawah kaki gunung yang terpapas sepertiganya, menyisakan area datar yang sangat luas dan begitu unik, terlihat seperti lapangan besar seluas mata memandang.
Undakan tangga yang terbuat dari bebatuan yang bertumpuk menjadi satu-satunya jalan untuk mencapai area atas. Dengan sangat hati-hati Ucup melangkahkan kaki selangkah demi selangkah seraya mengamati area di sekitarnya.
Sampai di area tinggi, terdengar suara gemuruh yang samar di langit, seperti raungan roh-roh yang terperangkap di lokasi Ucup berada. Kilatan petir sesekali membelah langit gelap, menerangi pemandangan yang mengerikan di bawahnya. Tempat yang begitu asing, seperti tanah terbuang yang tertutup oleh kegelapan.
“Brother Xiao, apa ada hal yang sudah kamu temukan?” tanya Ucup.
“Dalam jarak seribu langkah ke depan, aku tidak menemukan apa pun. Namun aku berhasil merasakan aura sihir yang begitu pekat di tempat ini,” jawab Pangeran.
Ucup melanjutkan langkahnya seraya mewaspadai adanya hal yang mungkin membahayakan dirinya. Area di sekitar Ucup seolah-olah bergetar dengan energi yang tidak stabil, menciptakan getaran aneh di udara. Cahaya redup dari sumber yang tidak terlihat membuat bayangan-bayangan menakutkan yang tertiup angin.
Di antara kabut misterius, siluet-siluet tak berwujud mulai muncul satu per satu, menyembul dari kegelapan dengan lembut namun membawa perasaan yang mencekam. Ucup merasakan bahwa dirinya dikelilingi oleh kehadiran sosok tak kasat mata, entitas-entitas mistis yang tampaknya ingin menguji atau menyelidikinya.
__ADS_1
“Tempat ini lebih menyeramkan daripada berjalan di tengah kuburan pada malam hari,” gumam Ucup.
Tak berapa lama, sebuah bangunan muncul di hadapannya. Bangunan besar berbentuk istana bundar, terbuat dari batu hitam yang tampaknya menyerap cahaya. Terlihat dari kilatan petir yang seolah terserap ke dalamnya. Gerbang besar berdiri terbuka lebar, mengundang Ucup masuk ke dalam. Udara di sekitar istana itu terasa tegang, memancarkan kegelisahan dan peringatan.
“Lord Ucup, apa kamu yakin akan memasukinya?” Pangeran Xiao Li Dan mulai cemas.
“Ya, naluriku mendorongku untuk memasukinya,” balas Ucup dengan yakin.
Ketika Ucup melangkah masuk, suasana semakin mencekam. Ruangan-ruangan di dalam istana penuh dengan simbol-simbol aneh yang terukir di dinding. Suara desiran angin seolah-olah bercerita tentang tragedi-tragedi masa lalu yang tak terlupakan. Bayangan-bayangan samar melayang di udara, seolah-olah menunggu momen yang tepat untuk muncul.
Dalam keheningan itu, Ucup merasakan ada yang mengamatinya. Tidak ada suara atau bentuk yang jelas, tetapi aura kehadiran yang kuat dan tak terlihat merasuki ruang itu. Kecemasan merayap di pikiran Ucup, dia tahu bahwa tempat ini adalah tempat yang penuh dengan kekuatan mistis yang tak dapat diartikan secara sederhana.
Tempat ini adalah labirin dari kegelapan dan rahasia, sebuah area di mana kekuatan sihir dan entitas-entitas mistis berpadu menjadi suasana yang penuh dengan misteri yang menakutkan. Ucup merasa tenggelam dalam perasaan penuh heran, menghadapi tugas yang bahkan lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ucup merasa hatinya berdebar keras saat dia melangkah lebih dalam ke dalam istana sihir yang gelap. Tiba-tiba, di tengah kegelapan itu, muncul sosok yang begitu dikenalnya—gadis yang menyerupai adiknya—Putri Rekber. Wajahnya pucat dan sorot matanya dipenuhi rasa ketakutan.
“Puput?” kata Ucup gemetar, “Puput, apa yang terjadi?”
Namun, gadis yang mirip dengan adiknya itu hanya melihatnya dengan mata terbelalak dan tiba-tiba saja dia berteriak histeris seolah-olah melihat sesuatu yang menakutkan. Lalu, dia berbalik dan berlari menjauh dari Ucup, melewati lorong-lorong gelap dalam kecepatan yang luar biasa.
"Puput, tunggu!" seru Ucup, dan tanpa ragu dia mengejar gadis itu dengan hati yang berdebar kencang. Dia mencoba untuk menggapai gadis itu, tetapi makin dia mendekat, semakin gadis itu merasa seperti hilang ditelan bayang-bayang. Tersamarkan.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, gadis itu berhenti dan berbalik menghadap Ucup, wajahnya berubah menjadi ekspresi yang gelap dan aneh. Ucup terkejut saat dia melihat perubahan ini, dan sebelum dia bisa bereaksi, tubuh gadis itu berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Tubuhnya menggelepar dan merobek-robek, lalu secara tak terduga berubah menjadi hewan kuno yang begitu buas; seekor harimau hitam besar bertubuh penuh duri tajam dengan mata merah menyala dan taring yang mengancam.
Ucup mundur beberapa langkah, hatinya terasa seperti berhenti berdetak saat dia melihat hewan buas di hadapannya. Harimau hitam itu melolong dengan suara yang menggetarkan tulang belulang. Mata merahnya menatap Ucup dengan intens, menciptakan perasaan bahwa dia adalah mangsa yang telah dikejar oleh predator.
Ketika hewan buas itu melompat menuju Ucup, Ucup menghindar dengan gerakan cepat. Keduanya terlibat dalam pertarungan cepat dan berbahaya, dengan Ucup mencoba menghindar dari serangan-serangan tajam yang datang dari harimau hitam itu. Setiap gerakan yang diambilnya penuh dengan insting bertahan hidup, dan cengkeraman ketegangan semakin kuat saat dia berusaha mencari celah untuk bertindak.
Saat mereka berdua terlibat dalam pertempuran yang menegangkan, Ucup menyadari betapa sulitnya menghadapi makhluk ini. Harimau itu lincah, kuat, dan agresif, dengan setiap serangan yang dilancarkannya membawa ancaman yang nyata. Ucup merasa sepertinya dia berhadapan dengan lebih dari sekadar beast monster, ada sesuatu yang lebih dalam dan mistis dalam pertempuran ini.
Ketegangan semakin meningkat saat beast monster itu semakin agresif, dan Ucup tahu bahwa dia harus menemukan cara untuk mengatasi beast monster ini sebelum dia menjadi mangsanya.
“Mengapa ada beast monster yang memiliki aura kematian begitu pekat? I-ini tidak mudah aku hadapi.” Ucup terus menyerangnya dengan berbagai hantaman keras dari kedua tangan dan kakinya dengan kekuatan yang maksimal.
Di tengah pertempuran yang mencekam ini, Ucup Rekber merenungkan tindakan yang tepat untuk diambil, ia harus menghadapi rahasia yang ada di balik perubahan gadis yang tiba-tiba menjadi makhluk buas ini.
Namun, harimau hitam itu begitu kuat dan sangat agresif. Tidak ada luka yang didapatkannya. Hal ini membuat Ucup harus berpikir keras dan terpaksa menurunkan tempo serangan untuk mencari kelemahan sang monster. Kini Ucup yang mulai tersudutkan oleh serangan brutal harimau yang begitu cepat dan sangat mematikan.
“Brother, bisakah kamu membantuku memindai kekuatan dan kelemahan monster yang aku hadapi?” kata Ucup memintanya.
Tidak ada sahutan dari Pangeran Xiao Li Dan. Ucup mengerutkan keningnya merasa heran. Ia kemudian mencoba memanggil Long An untuk membantunya, namun sama saja, Long An tidak membalasnya.
“Sial, apa yang sebenarnya terjadi?” Ucup mulai panik dengan situasinya.
__ADS_1