Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak
Gadis Bergaun Hitam


__ADS_3

Gadis itu muncul di atas Ucup seperti bayangan yang menyelubungi kegelapan. Rambutnya yang hitam seperti malam terurai panjang, menciptakan perpaduan yang sempurna dengan gaun hitamnya yang elegan. Wajahnya pucat namun tampak anggun dan memesona. Bola matanya berwarna merah darah memancarkan cahaya tajam yang menyulut api kemarahan yang membara. 


Gadis itu berdiri tegak menatap si pemuda di bawahnya dengan sorot mata penuh kebencian yang teramat dalam. 


Ucup tidak sekalipun gentar dengan sosok sang gadis yang memancarkan aura kematian yang begitu pekat menekannya. Ia tetap tenang dalam posisinya menatap tajam sang gadis.


Tiba-tiba saja sinar matahari meredup dan angin berembus perlahan membawa aroma kematian yang kental, memberikan kesan kepada Ucup bahwa dirinya merupakan seseorang yang datang untuk mengambil nyawa.


“Manusia terkutuk!” ucapnya terdengar seperti tiupan angin yang menusuk jiwa, “kau menyakitiku dengan sangat brutal. Aku akan membalasmu dengan lebih keji dan menyakitkan.”


Sebuah pedang hitam bergerigi terulur dari tangan kanan sang gadis. Ia tengah bersiap untuk menyerang pemuda di bawahnya.


Ucup menyeringai lalu berkata, “Gadis bodoh, bagaimana bisa aku menyakitimu, sedangkan kita baru saja bertemu?”


“Ha-ha-ha!” Gadis itu tertawa dengan penuh kebencian, tetapi tawanya memiliki keanehan, seperti desiran angis panas.


“Kau telah membunuh seluruh gagak yang merupakan bagian dari diriku. Sekarang kau harus membayarnya!” ucapnya dengan suara yang membeku penuh amarah.


Ucup merasakan tekanan dari kemarahan gadis di atasnya, seperti beban moral yang tak terbayangkan harus dipikulnya. Akan tetapi, Ucup memiliki alasan kuat untuk melakukannya.


“Kau yang memulainya, Nona Gagak. Kau telah menghabisi nyawa dari orang-orang yang kuselamatkan. Apakah kau berpikir itu sepadan dengan gagak yang telah kuhabisi? Tidak, bahkan kematianmu tidak cukup untuk menebus kesalahanmu!” Terpancar duka mendalam dari hati Ucup mengingat kematian yang diceritakan oleh Bing Shi.


“Mereka makananku. Apakah aku salah memakan apa yang menjadi makananku?” sanggah si gadis tidak merasa bersalah, “bukankah dirimu juga membunuh hewan untuk kaumakan?”


“Analogi yang bodoh!” dengus Ucup menatap tajam sang gadis seperti mata pedang.


“Lord Ucup, gadis ini seorang iblis beranah tinggi. Berhati-hatilah!” kata Pangeran Xiao Li Dan mengingatkannya.


Ucup menyeringai tidak peduli siapa sebenarnya gadis ini. Baginya, gadis ini harus mati untuk membayar lunas kematian dari keluarga kekaisaran.


“Jangan ada dendam di hatimu,  Lord Ucup,” kata Pangeran, “kau ditakdirkan untuk membawa kedamaian di alam semesta, bukan menebar kebencian.”


Tersentak hati Ucup mendengarnya, tatapannya masih penuh dengan kemarahan. Namun, secara perlahan, cahaya tajam di matanya mulai meredup.


“Maafkan aku, Brother,” ucapnya dengan lembut, “aku terbawa emosi mengingat kematian orang-orang yang telah aku selamatkan.”

__ADS_1


Wuzz! Duar!


Ucup terpelanting setelah tubuhnya terkena tebasan yang dilayangkan oleh sang gadis yang secepat kilat menyerangnya. Namun Ucup kembali bangkit dengan cepat dan langsung berkelebat menghindari serangan lanjutan dari sang gadis.


“Kau harus mati!” geram sang gadis kembali berkelebat menyerang Ucup.


Wuzz!


Ucup berpindah tempat beberapa langkah menghindari ayunan pedang yang dilayangkan sang gadis ke arahnya. 


“Mengapa jiwaku seperti terhubung dengannya,” gumam Ucup begitu berada dekat dengan sang gadis yang mengejarnya dari belakang.


“Apa dia salah seorang dari unsur kegelapan yang akan menjadi istrimu kelak?” kata Pangeran menanggapinya.


“Hah, tak mau aku menikah dengan seorang iblis!” balas Ucup, “apalagi dia adalah pembunuh orang-orang yang telah aku selamatkan.”


Duar!


Tiba-tiba saja bilah pedang mengenai punggung Ucup yang membuatnya harus terpelanting bergulingan di tanah untuk kedua kalinya.


Wuzz!


Ucup terus berlari membentuk pola zig zag menghindari serangan sang gadis yang terus mengejarnya. Kadang, ia berputar-putar dan berlompatan untuk menghindari serangan energi yang dilayangkan si gadis.


“Lord Ucup, mengapa dirimu terus menghindarinya?” tanya Pangeran begitu kesal melihat Ucup yang tidak juga menyerang balik sang gadis.


“Pangeran bodoh, kamu sendiri yang mengatakan kalau gadis ini adalah calon istriku. Jika aku membunuhnya sekarang, bukankah itu sama saja aku menggagalkan misi?” balas Ucup.


“Hah, bagaimana bisa kamu berpikir terbalik secepat ini? Bukankah kamu tadi menolaknya, bahkan ingin membunuhnya?” Pangeran Xiao Li Dan kesulitan memahami pemikiran Ucup yang cepat berubah arah.


“Ha-ha! Aku hanya tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Jadi, biarkan saja aku mempermainkannya. Kapan lagi aku bisa dikejar-kejar gadis yang akan menjadi istriku kelak? Ini menyenangkan, Brother!” jawab Ucup yang membuat sang pangeran ingin membenturkan kepalanya sendiri.


Di sisi lain, sang gadis mulai kesal dengan Ucup yang terus berlari menghindarinya.


“Berhenti kau!” teriak lantang sang gadis kesulitan mengejarnya.

__ADS_1


“Usahamu kurang keras, Nona. Kalau kau sungguh menyukaiku, maka berjuanglah dengan keras!” Ucup mulai menggodanya.


“Cih, orang aneh! Mengapa dia mengatakan hal tidak masuk akal?” Gadis itu semakin kesal dibuatnya, ia kemudian menghentikan langkahnya mengejar Ucup.


Tak lama kemudian, tubuh sang gadis menjadi banyak lalu berkelebat mengejar Ucup dan langsung mengurungnya dari segala penjuru. Ucup terpaksa menghentikan langkahnya di tengah kepungan bayangan si gadis yang  melingkar mengelililinginya.


“Ha-Ha! Rupanya kau sangat menyukai keroyokan,” kekeh Ucup memperhatikannya.


Para gadis mendengus sinis menanggapinya. Mereka semua serentak mengangkat pedang ke atas kepala, bersiap untuk melancarkan serangan mematikan.


“Nona, sebelum kau menyerangku, tidakkah Nona menyadari sesuatu yang menyembul dari celanaku?” kata Ucup yang langsung menggoyangkan pinggulnya agar sang monster yang tersembunyi tampak jelas terlihat oleh sang gadis.


Aneh bin ajaib, hal nyeleneh yang dilakukan Ucup membuat tatapan sang gadis langsung tertuju pada monster bajingan yang tersembunyi di balik kain yang dipertontonkan. Pedang yang terangkat dari tangan para gadis langsung turun seketika, dan semua bayangan gadis bergaun hitam itu menghilang dengan sendirinya.


“Mengapa kembaranmu menghilang, Nona? Apakah dirimu tidak rela berbagi dengan yang lain?” Ucup kembali menggodanya.


“Kurang ajar, kau melecehkanku!” geram sang gadis kembali tersulut emosi.


“Aku tidak melecehkanmu, Nona. Aku hanya membanggakan diriku sendiri,” balas Ucup.


Wuzz!


Aura kematian terpancar dari tubuh sang gadis, menekan pemuda di depannya. Namun tiba-tiba saja sang gadis menghilang dari tempatnya. 


“Perlu kau ketahui, aku tidak membunuh semua orang di bangunan restoran. Ada dua gadis cantik yang akan kujadikan barang lelang di alam iblis. Kalau kau ingin menyelamatkannya, datanglah ke alam iblis! Ha-ha-ha!” Suara keras dari si gadis bergaun hitam menggema di udara.


Ucup sedikit merasa lega mendengarnya. Ia berpikir kedua gadis yang dimaksud adalah kedua putri dari Kekaisaran Zhao yang masih hidup.


“Aku harus mengejarnya ke alam iblis,” kata Ucup bertekad.


“Tidak perlu!” tegas Pangeran Xiao Li Dan, “tidakkah kamu menyadari sesuatu yang berbeda darinya?”


“Apa itu, Brother?” tanya Ucup penasaran.


“Dia menyukaimu,” kata Pangeran Xiao Li Dan lalu terkekeh.

__ADS_1


“Hal yang wajar untuk pemuda tampan sepertiku,” timpal Ucup menyombongkan diri.


__ADS_2