Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak
Lang You


__ADS_3

Ucup mengayunkan kedua tangannya menyerap energi di sekitarnya. Namun yang dilakukannya membuat Kota Krantis bergetar sangat keras. Semua penghuni kota langsung berhamburan dengan begitu paniknya merasakan getaran keras yang terjadi secara tiba-tiba.


Suasana kota menjadi kacau, teriakan demi teriakan dari penduduk kota terdengar memenuhi udara. 


“Lord Ucup, tolong hentikan! Dimensi ini tidak akan sanggup menahannya,” pinta Raja Orx Xian yang begitu cemas dibuatnya.


Tak lama kemudian, Ucup menghentikan aksinya dan keadaan Kota Krantis pun kembali tenang seperti sebelumnya.


Semua perwakilan mengekspresikan wajah rumit, lalu mereka semua berlutut memohon ampun.


"Ampuni kami, Yang Mulia Semesta!” ucap semua perwakilan.


Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menatap langsung ke arah Ucup setelah melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh Ucup.


“Bangunlah dan jangan pernah kalian menilai seseorang dengan sebelah mata, karena kalian punya dua mata. Pakai keduanya …! Perlu kalian ketahui juga, kekuatan tertinggi terletak di hati kalian, bukan pada kekuatan energi yang kalian miliki. Jadi, gunakan selalu hati kalian dalam segala hal! Namun, jika kalian memiliki hati dan ampela yang dioseng, tentunya itu sangat enak buat makan," kata Ucup memberikan nasihat yang tidak begitu penting dan minim faedah.


“Tidak hanya itu saja, hati dan ampela juga dipercaya mengandung protein, vitamin A, vitamin B12, dan kaya akan zat besi. Tentunya itu sangat baik untuk tubuh kita,” imbuh Ucup seenak udelnya.


Semua orang yang mendengarnya kebingungan, bahkan sang raja sekalipun begitu sulit memahaminya. Sungguhpun begitu, mereka semua menganggukan kepala seolah-olah memahaminya.


“Terima kasih, Yang Mulia Semesta. Kami akan mengingatnya,” ujar seorang pria yang sama dengan vokal.


“Kalian tak perlu mengingatnya, aku hanya bercyandyaa,” timpal Ucup, “dan satu lagi, jangan panggil aku dengan sebutan ‘Yang Mulia’, panggil aku ‘Lord Ucup’. Does everyone understand?”


Makin pusing semua orang mendengarnya, lagi-lagi, mereka semua hanya bisa mengangguk tanpa memahami semua yang dikatakan oleh Ucup.


"Apakah masih ada yang meragukan Lord Ucup?" tanya Raja Orx Xian ingin memastikan. 


“Tidak ada, Yang Mulia. Kami sepenuhnya percaya pada Penguasa Semesta,” jawab pria berwajah bulat yang diamini oleh yang lainnya.


“Baiklah, kalian bisa kembali ke aktivitas kalian masing-masing.”


Raja Orx Xian kemudian menjentikkan jarinya membuat portal dimensi. Namun, baru saja lubang portal terbuka, terdengar suara seorang gadis yang berteriak dari kejauhan memanggil-manggil nama Xiao Li Dan. Semua orang yang mendengarnya langsung melirik ke arahnya.

__ADS_1


“Kak Li Dan … Kak Li Dan!” teriak sang gadis terus memanggil.


Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang memiliki nama itu, semua orang saling melirik satu sama lain dan saling mengangkat bahu. Tiba-tiba saja, sang gadis langsung meluruh memeluk Ucup dengan begitu erat.


“Kak Li Dan, benarkah ini dirimu?” tanya sang gadis menengadahkan wajahnya menatap Ucup.


“Brother Xiao, siapa gadis ini?” Ucup bertanya kepada Pangeran Xiao Li Dan di dalam pikirannya.


“Dia kekasihku, Lang You. Syukurlah dia selamat,” jawab Pangeran Xiao Li Dan.


Kini Ucup memahaminya.


“Kak Li Dan, mengapa Kakak tidak menjawab?” tegur sang gadis.


Ucup mendengus lirih dan berkata, “Aku Ucup bukan Xiao Li Dan, namun Pangeran bersemayam di dalam diriku.”


“Berarti benar kamu Kakak Li Dan.” Lang You semakin erat memeluk Ucup.


“Aku terus mencarimu dan melihat tubuhmu hancur. Apakah Kakak bereinkarnasi?” imbuh Lang You mempertanyakan.


“Selama berada di sini, aku tidak pernah meninggalkan kamarku. Aku hanya akan keluar untuk bertemu Kakak. Tubuhku hidup dengan sehat di sini, tapi hati dan jiwaku telah mati ketika aku melihat Kakak tergeletak tanpa nyawa. Sekarang setelah bertemu Kakak, apakah Kakak akan pergi meninggalkanku begitu saja? Untuk apalagi aku hidup bila hanya untuk ditinggalkan?" Air mata terus mengalir membasahi pipi Lang you.


Orang-orang yang melihatnya merasa iba, ada juga beberapa pria yang terpesona melihat kecantikannya. Ucup terpaku, dari satu sisi, ia tidak ingin membawanya karena karena gadis ini kekasih Pangeran Xiao Li Dan, dan dari sisi lainnya, ia merasa kagum dengan besarnya cinta yang dimiliki Lang You pada Pangeran Xiao Li Dan. 


Berada dalam dilema, Ucup pun bertanya pada Pangeran Xiao Li Dan, “Brother Xiao, apakah aku harus membawanya?”


"Tidak, kamu tidak boleh membawanya. Aku tidak bisa lagi mencampuri urusan duniawi, apalagi dengan urusan perasaan. Ini takdirku untuk bisa menyelamatkannya," jawab tegas Pangeran Xiao Li Dan.


"Kamu egois, Brother, menurut apa yang aku percayai, dunia tidak akan pernah ada tanpa adanya kasih sayang, kamu harusnya berpikir kenapa dunia ini tidak musnah? Itu karena banyaknya orang yang bertahan hidup demi mempertahankan cintanya, cinta pada keluarganya, cinta pada kekasihnya, cinta pada tanah airnya. Bukankah dirimu termasuk di dalamnya?" ujar Ucup yang sok bijak.


 "Kamu benar, Lord Ucup. Mungkin itulah alasan kenapa jiwamu yang dipilih, kamu mempunyai hati yang besar." Pangeran Xiao Li Dan menyadari kesalahannya lalu terdiam. 


“Nona You, kamu gadis yang sempurna. Beruntung Pangeran Xiao Li Dan pernah memilikimu, namun tetap saja, aku bukanlah dia. Kuharap kamu bisa mengerti!” kata Ucup mengingatkannya.

__ADS_1


Lang You mengangguk, meski air mata terus saja jatuh dari kedua matanya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membawamu sampai hatimu menyadari bahwa diriku bukanlah kekasihmu. Apakah kamu yakin masih ingin mengikutiku?” 


“Aku tetap akan mengikutimu walaupun dirimu bukanlah Kak Li Dan,” balas Lang You dengan perasaan rumit.


“Sudahlah, jangan menangis lagi! Tersenyumlah untuk segala kesunyian. Bersyukurlah kamu masih hidup dengan baik. Percayalah, cinta dan kasih sayang tak akan pergi, dan aku sendiri bisa menjadi teman yang baik untukmu,” ujar Ucup menyemangati sang gadis.


Lang You kembali mengangguk seraya tersenyum lembut. Ucup lalu menoleh ke arah Raja Orx Xian.


“Raja, bolehkah aku membawanya?” tanya Ucup meminta persetujuan sang raja.


“Tentu boleh, Lord Ucup. Apa yang Lord Ucup putuskan, aku akan mengikutinya,” jawab Raja Orx Xian tanpa ragu.


Ketiganya lalu memasuki portal dimensi yang terbuka sedari tadi. 


Di istana Kerajaan Samudera, Putri Sophiana Xian dengan wajah yang bersemu merah, terus membayangkan ketampanan seorang pemuda yang tak lain adalah Ucup seorang.


“Apakah aku jatuh cinta pada pemuda itu? Aku tidak bisa menghilangkan bayangan wajahnya. Senyuman yang lembut dan tatapannya yang tajam membuat hatiku luluh. Ah, aku begitu merindukannya!” Gejolak batin sang putri setiap kali teringat sosok Ucup.


Tok, tok, tok!


Terdengar suara pintu diketuk. Putri Sophiana Xian langsung tersadar dari lamunannya.


“Tuan Putri, bolehkah aku masuk?” pinta suara gadis dari balik pintu.


“Masuklah!” sahut sang putri mengizinkannya.


“Tuan Putri, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Semesta sudah kembali dari Kota Krantis,” ucap sang gadis yang merupakan dayang istana memberi tahu.


Degh! Jantung sang putri berdecak kencang. Wajahnya makin memerah.


“Kenapa aku begitu gugup?” gumamnya.

__ADS_1


“Ba-baik, aku akan keluar sebentar lagi,” kata sang putri, “terima kasih informasinya, Lin-lin.”


__ADS_2