
Raja tersenyum dengan gembira, menunjukkan ekspresi wajah yang penuh antusias, menandakan bahwa dia tak sabar untuk berbagi kisahnya. Dengan semangat yang membara, sang raja pun mulai menceritakan perjalanan yang dimulai sejak sebelum perang terjadi, berlanjut selama fase perang, hingga berakhirnya perang.
Pada masa bangsa iblis mulai menginvasi alam fana dan alam dewa setelah berakhirnya pertarungan dua makhluk agung yaitu Penguasa Iblis versus Dewa Matahari, kondisi makhluk hidup di alam fana berada dalam ancaman kepunahan. Mereka semua harus bersembunyi dari perburuan bangsa iblis.
Di sinilah peran Raja Samudera hadir sebagai penyelamat kehidupan yang tersisa di alam fana. Namun, demi untuk menyelamatkan kehidupan yang tersisa di alam fana, ada harga yang harus ditebus oleh Raja Orx Xian, yakni dengan mengorbankan inti energi mutiara jiwa milik leluhur Kerajaan Samudera.
Kondisi itu terjadi selama bertahun-tahun sampai tidak ditemukan lagi keberadaan makhluk hidup yang tersisa di alam fana sehingga Ratu Iblis Xin Li Wei memutuskan untuk menarik seluruh pasukan iblis dari alam fana.
Suasana alam fana begitu hening meninggalkan sisa-sisa perang dalam kurun waktu dua tahun lamanya. Hingga pada suatu hari, tiba-tiba muncul beberapa orang di wilayah hutan Kekaisaran Fei (Hutan Serigala) yang entah dari mana datangnya.
Awalnya Raja Orx Xian menganggap mereka adalah kelompok manusia yang berhasil selamat dari perang dan perburuan bangsa iblis, dan sang raja pun mulai mengembalikan banyak orang kembali ke daratan untuk memulai kehidupan baru. Namun siapa sangka, orang-orang yang baru saja kembali pulang, menjadi buruan sekelompok orang yang berasal dari hutan Kekaisaran Fei.
Hal itu membuat sang raja harus bersusah payah untuk menyelamatkan semua orang yang terlanjur kembali ke daratan. Nahas bagi pasukan Kerajaan Samudera, mereka tidak pernah kembali ke lautan setelah menjalankan misi penyelamatan.
Tidak ingin mengambil resiko berperang dengan bangsa iblis, Raja Orx Xian memutuskan untuk menggunakan pusaka warisan leluhur demi melindungi Kerajaan Samudera dari serangan bangsa iblis. Pusaka inti energi jiwa mampu menutup seluruh wilayah Kerajaan Samudera dan berhasil membuat bangsa iblis tidak menemukan apa pun di lautan.
"Begitulah semua yang hamba ketahui, apabila masih ada yang belum Lord Ucup pahami, hamba siap menjawabnya," ujar Raja Orx Xian setelah menceritakan panjang lebar semua peristiwa yang terjadi.
Ucup mengangguk lalu berkata, "Terima kasih, Raja sudah repot menceritakan keseluruhan kisah ini, dan satu lagi yang ingin aku tanyakan, bagaimana kalian mengetahui aku akan datang ke tempat kalian?"
Raja Orx Xian tersenyum dan kemudian menjawab, "Lord Ucup, dalam catatan sejarah dari nenek moyang kami secara turun temurun memberitahukan bahwa ketika tiga alam mengalami kerusakan parah akibat peperangan, maka akan datang seseorang yang diutus untuk mengembalikan kondisi alam pada keadaan semula. Kami yang merupakan perpaduan dari ketiga ras di tiga alam ditakdirkan sebagai pemegang pusaka inti mutiara jiwa dan hanya penguasa semesta yang mampu mengetahui dan menembus segel formasi dari inti mutiara jiwa. Dari sanalah kami mengetahuinya."
__ADS_1
“Hem, baiklah, aku memercayai semuanya. Terima kasih atas informasinya, Raja Samudera,” timpal Ucup.
Akan tetapi, Ucup terus menatap sang raja dengan tatapan permintaan. Melihatnya, Raja Orx Xian langsung mengayunkan tangannya membuka sebuah portal dimensi.
“Lord Ucup, mari!” ajak sang raja yang melangkah memasuki portal diikuti oleh Ucup di belakangnya.
Di dalam sebuah dimensi terdapat satu kota yang identik dengan kota yang berada di permukaan. Ucup menatap takjub begitu melihat kota yang sangat megah di hadapannya. Semua penduduk kota langsung berkumpul di alun-alun kota melihat kemunculan portal yang terbuka, menyambut kedatangan sosok pria yang tak lain adalah Raja Orx Xian dan seorang pemuda tampan di samping kanannya. Mereka kemudian berlutut secara serentak menyambut kedatangan keduanya.
“Hormat kami, Yang Mulia Raja Samudera dan Tuan Muda. Selamat datang di Kota Krantis,” sambut para penduduk.
“Bangunlah semuanya!" sahut sang raja sambil menengadahkan tangannya ke atas, meminta semua penduduk bangkit berdiri.
Para penduduk kota berdiri serentak. Namun dari arah kejauhan, ratusan beasts monster masih berlutut seraya menundukkan kepalanya. Bola mata sang raja langsung tertuju ke arah para beasts monster dengan tatapan keheranan. Beberapa saat kemudian, ia menyadari bahwa para beasts monster mungkin saja mengetahui sosok pemuda di sampingnya.
Ucup yang dilirik sang raja, langsung mengangguk paham. Ia kemudian melambaikan tangan memberi isyarat kepada semua beasts monster untuk berdiri. Betul saja, semua beasts monster langsung berdiri mengikutinya.
Setelah itu, Raja Orx Xian kembali menoleh ke arah penduduk kota dan berkata, “Aku datang ke sini membawa kabar bahagia untuk kita semua, pemuda di sampingku adalah penguasa semesta yang di masa depan akan membawa kalian semua pulang kembali ke tempat asal kalian."
Reaksi berbeda ditunjukkan oleh para penduduk. Hanya sebagian penduduk dari ras manusia yang berbahagia mendengarnya, sebagian lainnya tidak percaya dengan ucapan sang raja, karena pemuda yang bersamanya terlihat seperti manusia biasa tanpa memiliki kultivasi. Bahkan, beberapa orang yang berasal dari klan bangsawan, kerajaan, kekaisaran, dan sekte mencibir kehadiran Ucup, mereka menganggap pemuda di samping sang raja hanyalah sampah pembual dan seorang penjilat.
Ucup sendiri hanya menanggapinya dengan tak acuh, melihat sebagian penduduk kota yang tidak memercayainya.
__ADS_1
Raja Orx Xian kemudian membawa Ucup mengelilingi Kota Krantis. Sebuah kota yang memiliki luas daratan setara dengan dua kota di alam fana.
Uniknya, di Kota Krantis tidak ada perbedaan status sosial, walaupun setiap penduduk memiliki kelompoknya sendiri, seperti orang yang berasal dari kerajaan akan membentuk kelompok kerajaan. Tidak ada orang luar yang bergabung dengan kelompok kerajaan. Demikian juga dengan kelompok lainnya, setiap kelompok memiliki pemimpin, setiap pemimpin biasanya dipilih berdasarkan tingkat kultivasi tertinggi kecuali dari kelompok kerajaan dan kekaisaran yang dipilih berdasarkan usia yang paling tua atau hukum senioritas.
Melihat bagaimana penduduk berkumpul menjalankan aktivitasnya, Ucup seketika bicara dalam benaknya, "Sebenarnya manusia bisa bersatu apabila setiap individunya mengesampingkan ego pribadi, tetapi namanya manusia akan selalu memiliki egonya sendiri … banyak faktor yang memengaruhinya. Namun pada dasarnya derajat manusia itu sama, yang membedakan adalah pemikiran dirinya sendiri."
Setelah lebih dari dua hari sang raja samudera membawa Ucup berkeliling kota, keduanya pun memutuskan untuk kembali ke istana. Akan tetapi, ketika Raja Orx Xian dan Ucup bersiap untuk pergi, di alun-alun kota, puluhan orang dari beberapa perwakilan kelompok mengadang keduanya.
"Mohon maaf, Yang Mulia, beberapa dari kami meragukan kapasitas pemuda yang datang bersama Yang Mulia," ujar salah seorang perwakilan dari klan bangsawan.
Raja Orx Xian terlihat tidak senang mendengarnya, lalu ia bertanya, "Apa alasan kalian meragukannya? Apa kalian berpikir aku telah membohongi kalian?"
Suara yang tinggi dan ekspresi yang dingin dari sang raja membuat semua orang tampak bergidik ngeri. Mereka pun terlihat begitu gugup.
"Ma-maafkan kami, Yang Mulia! Kami sepenuhnya percaya kepada Yang Mulia, hanya saja kami penasaran dengan pemuda yang kami lihat tidak memiliki kultivasi menyandang nama yang begitu agung. Kami hanya ingin dia membuktikannya kepada kami," jawab seorang pria yang menjadi perwakilan dari klan bangsawan. Wajahnya tampak begitu pucat dan berkeringat dingin.
“Bukti apa yang kalian ingin lihat dariku?" tanya Ucup dengan ekspresi dingin menatap para perwakilan.
"Kami ingin menantangmu bertarung, tapi tenang saja, kami tidak akan menggunakan kekuatan terkuat kami. Kami juga tidak akan membunuhmu," jawab pria yang sama.
Tersirat kesombongan dari perkataan sang pria merendahkan Ucup. Beberapa orang lainnya hampir tidak sanggup menahan tawa, mendengar kata-kata yang meluncur dari pria yang menjadi perwakilan mereka. Seandainya tidak ada sosok sang raja, mungkin saja mereka akan semena-mena merundung Ucup.
__ADS_1
"Hem, dasar tidak tahu diri!" gumam Ucup sambil menggeleng pelan.