
Begitu sampai di halaman terluar istana, Xanti merubah dirinya ke wujud manusia, membuat Ucup yang berada di belakangnya sedikit terpana melihat perubahannya yang begitu menakjubkan. Seekor beast hiu berubah menjadi seorang gadis cantik yang begitu anggun.
“Jadi seperti ini jika beast monster berada di ranah tertinggi. Tidak hanya bisa berbicara, bahkan bisa berubah ke wujud manusia,” pikir Ucup sambil terus memperhatikannya.
Seketika, Xanti pun membalikkan tubuhnya menghadap Ucup yang terdiam membisu menatap wujudnya yang menjadi seorang gadis yang begitu cantik.
“Yang Mulia, kita sudah sampai di Istana Samudera,” ucap Xanti seraya menatap heran Ucup yang terpana memandangnya.
Ucup mengerjap lalu tersenyum ringan menatap wajah cantik Xanti di depannya. Ia lalu mengikuti langkah Xanti memasuki area dalam istana. Namun, sebelum keduanya memasuki ruang dalam istana, Ucup memegang bahu sang gadis, lalu berkata, “Kau terlalu memaksakan diri menahan sakit di tubuhmu. Minumlah pil ini!”
Ucup membuka telapak tangan kanannya yang menggenggam sebuah pil. Xanti yang melihatnya tampak sedikit ragu untuk mengambilnya, namun ia yakin apa yang diberikan oleh Ucup adalah kebaikan yang tidak bisa ditolaknya. Ia pun mengambilnya dan langsung menelannya.
“Terima kasih, Yang Mulia,” ucapnya setelah menelan pil.
Di ruang dalam istana, beberapa orang terlihat sedang berbincang membahas hal-hal ringan kondisi lautan. Xanti dengan langkahnya yang tegap menghampiri seorang pria tua bermahkota lalu mengepalkan kedua tangannya, menjura.
“Hormat, Yang Mulia Raja Orx Xian. Hamba datang bersama Penguasa Semesta untuk menghadap,” ucap Xanti penuh hormat.
Raja Orx Xian dan semua orang di dalam istana langsung melirik ke arah pemuda yang berdiri dengan sikap tenang dan wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman.
“Pemuda yang lembut,” kata Raja Orx Xian, “tapi betulkah dia seorang penguasa semesta?”
“Betul, Yang Mulia. Dialah orangnya. Satu-satunya orang yang bisa menembus segel dan memasuki dimensi ilusi seperti yang telah diramalkan,” jelas Xanti.
Raja Orx Xian terlihat begitu semringah mendengarnya. Ia pun berdiri untuk menyambutnya. Namun sayangnya tidak semua orang percaya akan sosok sang pemuda. Salah satunya seorang pangeran yang langsung melangkah mendekati Ucup lalu memindainya.
“Ayah, pemuda ini hanyalah manusia biasa. Bahkan, dia bukan seorang cultivator. Bagaimana mungkin seorang penguasa terlihat begitu lemah?” ujar sang pangeran mempertanyakan.
Sang pangeran langsung mengalihkan pandangannya ke arah Xanti dan bertanya, “Kau seorang jenderal yang memiliki kredibilitas tinggi dan sangat dihormati oleh semua orang di lautan. Apa yang membuatmu mengatakan dia seorang penguasa semesta?”
__ADS_1
Xanti begitu gugup mendengarnya, akan tetapi dirinya tidak bisa berbicara untuk menyanggah seorang pangeran. Ia pun menoleh pandangannya ke Ucup.
“Ha-ha! Mengapa kalian meributkan hal remeh seperti ini? Ucup terkekeh melihat tatapan semua orang yang mengarah kepadanya.
“Aku memang manusia biasa dan tidak ada yang istimewa dariku. Aku datang bersama Xanti hanya untuk menanyakan tentang segel formasi dan dimensi ilusi yang berada di kedalaman laut. Bisakah kalian menjelaskannya! Karena kapalku tidak bisa melewatinya,” kata Ucup mengungkapkan maksud.
“Mengapa kau ingin mengetahuinya? Atas dasar apa kami harus menjelaskannya?” tanya balik sang pangeran.
“Rendria, cukup!” tegur Raja Orx Xian memintanya lalu berjalan menghampiri Ucup.
“Anak Muda, bukannya kami tidak memercayai dirimu, namun kami perlu bukti jika memang benar dirimu adalah penguasa semesta. Bisakah kau membuktikannya?” ujar sang raja.
Ucup menyeringai dingin lalu berkata, “Sudah aku katakan, aku hanya seorang manusia biasa. Apalagi yang harus aku jelaskan kepada kalian?”
“Ha-ha! Sudah kuduga, kau hanya makhluk lemah. Akan tetapi, aku penasaran bagaimana caranya manusia lemah sepertimu bisa lolos dari perburuan bangsa iblis? Dan juga bagaimana dirimu bisa menembus array formasi kami?” ujar Pangeran Rendria dengan mimik mengejek.
Ucup mendengus sinis lalu berkata, “Bukan bangsa iblis yang memburuku, tapi aku sendiri yang memburu para iblis.”
“Ikan bodoh!” balas Ucup, “akan kupastikan dirimu menjadi ikan bakar rica-rica.”
Ucup kemudian mencekik leher Pangeran Rendria, mencengkeramnya dengan kuat dan mengangkatnya tinggi, membuat sang pangeran tak berkutik. Tampak bola mata sang pangeran berubah merah, wajahnya pun menjadi pucat dan napasnya begitu sesak hingga tak dapat lagi bersuara.
Sontak saja hal itu membuat Raja Orx Xian dan keluarganya begitu panik melihat putra mahkotanya berada dalam cengkeraman Ucup.
“To … tolong maafkan putraku!” lirih Raja Orx Xian sambil berlutut di depan Ucup.
Semua orang ikut berlutut mengikutinya. Beberapa saat kemudian, Ucup melepaskan Pangeran Rendria dari cengkeramannya.
“Berdirilah, Raja Samudera!” pinta Ucup tidak nyaman melihat semua orang berlutut kepadanya.
__ADS_1
“Terima kasih, Yang Mulia,” sahut sang raja lalu berdiri bersama dengan yang lainnya.
Ucup sedikit terkejut mendengar seorang raja memanggilnya dengan sebutan itu. Ia pun tertawa ringan sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Panggil saja aku Lord Ucup,” kata Ucup sambil terus terkekeh.
“Baik, Lord Ucup,” sahut Raja Orx Xian, “silakan, Lord Ucup duduk di kursi kehormatan!”
“Terima kasih, Raja … suatu kehormatan untukku bisa duduk di kursi ini.” Ucup mengusap-usap pegangan kursi yang tampak mengkilap.
"Terima kasih kembali, Lord Ucup. Namun, sebelum hamba menjelaskan hal yang menjadi pertanyaan Lord Ucup, izinkan hamba memperkenalkan keluarga dan pejabat istana."
“Silakan, Raja.”
“Di samping kananku adalah Ratu Sandria Luang, istri hamba.” Raja Orx Xian menoleh ke arah wanita paruh baya, memperkenalkannya.
“Salam hormat dariku, Lord Ucup,” ucap Ratu Sandria Luang dengan sedikit membungkukkan badan.
“Lalu, di samping kiriku adalah putriku, Sophiana Xian dan putraku Rendria Xian,” imbuh sang raja yang langsung tersenyum ketika melihat sorot mata Ucup yang terfokus ke arah putrinya.
"Yang mengantar Lord Ucup adalah Xanti, jenderal perang dan penjaga lautan," lanjut Raja Orx Xian dan terus memperkenalkan satu persatu pejabat di Istana Samudera.
Setelah memperkenalkan semuanya, Raja Orx Xian kemudian menceritakan alasan memasang array formasi dan dimensi ilusi yang bertujuan untuk melindungi kehidupan lautan dari dampak perang.
"Kami juga berhasil menyelamatkan ribuan nyawa dari ras manusia dan ratusan beast monster alam fana. Mereka kami tempatkan di ruang hampa, Istana Samudera. Di tempat itu mereka bisa hidup dengan normal seperti dunia permukaan," ujar Raja Orx Xian menjelaskannya.
Mendengar apa yang disampaikan oleh sang raja membuat hati Ucup bahagia.
“Aku kira manusia yang selamat dari peperangan hanya yang bersekutu dengan iblis. Namun ini sangat baik untuk menjaga keseimbangan alam kedepannya, ras manusia dan beast monster bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik," timpal Ucup.
__ADS_1
"Raja Orx Xian, ceritakan juga semua yang kau ketahui dari peperangan ketiga ras tempo dulu," imbuh Ucup ingin mengetahui dari sudut pandang sang raja.