
pedang bertaburan di berbagai tempat, orang orang terbaring kaku, api berkobar seolah tertawa melahap segala yang ada si dekatnya, desa yang dulu ramai kini sunyi tak berpenghuni, hanya seorang anak yang duduk ketakutan di sebatang pohon yang ada di pinggiran desa, sambil memgang pisau kecil di tangannya yang di pungut dari jalan supaya sewaktu waktu dia bisa mempertahankan diri, dia kemudian berjalan gontai tak bertenaga karena hampir 2 hari dia tak memakan apapun, semua serasa mimpi baginya, dimana menyaksikan kematian kedua orang tuanya, dimana saat itu dia disuruh lari untuk menyelamatkan dirinya,dengan pesan dari orang tuanya untuk bertahan hidup, karna terlalu lelah dan lapar akhirnya dia terduduk di sebuah pohon di tengah hutan, dan diapun tertidur, pada saat itu dia merasa ada yang mengoyangkan tubuhnya mencoba membangunkannya, dia terbangun mendapati seorang pemuda didepannya dengan respon dia mundur dan mengarahkan pisau kecil itu ke pria tersebut, dia mengamati pria tersebut dari atas sampai bawah tanpa berucap satu katapun, lalu pria itu mencoba mendekatinya dan mulai bertanya,
"ada apa??
dominggo tetap diam dan semakin waspada..
pria tersebut lalu berkata,
__ADS_1
"Namaku ruli dan aku bukan orang jahat,siapa namamu dik dan kenapa kamu di hutan sendirian?"
karna dominggo tak melihat adanya ancaman maka dia mulai berbicara,
" saya dominggo paman, saya lari karena desa tempat saya tinggal sudah hancur akibat peperangan, dan kedua orang tua saya pun sudah tiada demi menyelamatkan ku,"
"desa kabut paman"
__ADS_1
"oh jadi begitu,trus kamu sudah makan blom??"
ruli melihat wajah dominggo yang mulai pucat, dan dia mengambil persediaan makanannya untuk di berikan kepada dominggo,
karena saking laparnya dominggo pun langsung menerima dan memakan makanan tersebut, dan meminum air yang di berikan oleh ruli kepadanya, setelah habis baru dia mau mengucapkan"terima kas..."
tiba tiba dominggo merasa pusing dan lalu jatuh pingsan, ruli dengan senyumnya yang dingin dan sorot mata yang tajam memegang tubuh dominggo dan mengangkatnya, membawa dominggo ke tempat kediamannya di tengah hutan, di pondok yang di bangun di dekat danau kecil itulah ruli tinggal selama ini, selama dia jadi buronan pemerintahan kerajaan Brama sulia, atas kejahatannya yang sudah membunuh pangeran Brama sarasa, putra mahkota kerajaan Brama sulia, selama persembunyiannya untuk mendapatkan makanan biasanya di merampok para pengelana atau para pedagang yang melewati daerah tersebut, sambil duduk ruli berpikir,
__ADS_1
"mungkin dia akan menjual dominggo sebagai budak karena sudah hampir sebulan tak ada pengelana atau pedagang yang melewati hutan tempat ruli tinggal, karena takut dengan adanya rumor topeng iblis yang membantai setiap orang yang lewat dari hutan tersebut, yang tidak lain adalah ruli, kabar topeng iblis mulai dikenal dari seorang pedagang yang lolos dari perampokan karena saat itu ruli tak berpikir untuk membunuhnya karena hasil rampokannya yang lumayan waktu itu, pria tersebut menyaksikan betapa kejamnya ruli menghabisi semua teman dan pengawalnya waktu itu,dan mulai saat itu orang orang mulai melakukan perjalanan dengan jalur memutar, ruli pun belum mengetahui bahwa dia di juluki topeng iblis oleh orang orang sekarang dan dirinya bukan cuman buronan kerajaan sulia saja tetapi semua kerajaan kecil pun sudah memberikan hadiah 1000 keping emas bagi siapa yang bisa membunuh topeng iblis, disaat lamunanya Dominggo mulai tersadar dan mendapati dirinya sudah ada dalam ruangan,dan kaku serta tangannya terikat, Dominggo sungguh menyesal karna sudah bertemu dengan ruli dan percaya bahwa ruli adalah orang baik...