
Dominggo baru sadar beberapa waktu setelah dia terbaring,tubuhnya mulai terasa membaik saat dia tersadar Tubuh ruli sudah tak bernyawa di dekatnya.
"kenapa semua ini,kenapa dia menyelamatkan ku"pikir Domingo.
melihat itu dia pun menangis,yang aneh si monyet kecil itu masih memandangi mereka tak berpindah dari situ sama sekali mulai dari Ruli melakukan tindakan penyegelan Monyet kecil selalu disitu menemani mereka.
Dominggo pun berniat menguburkan jenazah Ruli rasa bencinya yang dulu mendarah daging kini berganti rasa sakit dihatinya saat dia ingin membalaskan dendamnya malah orang itu yang menyelamatkannya,dia bisa ingat betul bayang bayang yang di pikirannya saat Ruli memasuki ruang jiwa nya untuk menolong dirinya yang tertekan oleh banyak jiwa dalam tubuhnya.
dia kemudian memandang si monyet seolah mengerti si monyet bertindak layaknya manusia berbekal ingatan dari buah yang di makannya.
tiba tiba monyet itu
"a,a,apa yang....akan...kita...lakukan?" suara si monyet terbata bata
dominggo meloncat mundur fenomena janggal yang pertama kali dia temui seumur hidupnya seekor monyet berbicara padanya.
dia ingin lari sekencang kencangnya dari si monyet yang sekarang terlihat tampak seram karena taringnya yang panjang setelah berevolusi.
__ADS_1
namun Domingo menyadari tak ada bahaya akhirnya dia memilih menjawab si monyet
"aku akan menguburkan jenazah senior ini"katanya pelan.
namun saat Domingo ingin membawa mayat Ruli yang telah menolongnya sebuah buku jatuh dari sela baju Ruli.
disitu dominggo mengambil buku tersebut.
saat membuka buku itu Domingo tanpa sadar membaca sedikit tertulis disana biografi dari si Ruli.
karena menarik perhatian Domingo dia melanjutkan membaca nya,saat melihat di halaman berikutnya air mata Dominggo menetes saat membaca begitu menyesal nya Ruli saat menjual Dominggo ke penampung budak itu.
Domingo baru menyadari keinginan pertobatan Ruli sampai kalau meninggal Ruli maunya dia di bakar sesuai ajaran budha tersebut.
akhirnya selesai membaca dominggo beruca
"kalau memang senior maunya seperti itu hal terakhir yang bisa aku lakukan hanya mengkramasi tubuh senior"
__ADS_1
ucapan itu terucap dari bibirnya yang bergetar menampakkan betapa sedihnya dirinya yang selama ini berpikir Ruli adalah seorang penjahat padahal semua itu demi menolongnya agar tak terlibat semua masalahnya dimana dulu dia adalah buronan kerajaan.
selesai mengkramasi Ruli dominggo memilih membawa abu dari Ruli untuk nanti dia menaburkannya jika menemukan aliran sungai atau laut sesuai ajaran Budha yang tertulis di kertas yang di baca dominggo.
"hei monyet kau mau ikut aku keluar dari hutan ini tidak?"
tanya dominggo seraya memandangi si monyet yang selalu berada di situ seolah dominggo adalah saudaranya.
si monyet tiba tiba duduk sambil tangannya mencoret coret tanah layaknya manusia yanh sedang ngambek.
si monyet berkata"se..se..tidaknya...kasih..aku...nammma." kata si monyet terbata bata.
sambil senyum Dominggo berkata"ok,sekarang nama kamu monkky" katanya kepada si monyet
namun si monyet malah makin murung dia terduduk sambil menendang nendang tanah layaknya dia tidak terima dengan nama monkky yang juga artinya monyet itu.
"hahahah,ternyata kamu tau juga bahasa inggris ya nyet" kata Dominggo menyadari tingkah si monyet yang seolah dia tau kalau dia lagi di kerjai sama Dominggo.
__ADS_1
"ok sekarang nama kamu adalah yeti" kata dominggo yang seolah memberi nama si monyet karena ukurannya sekarang sama besarnya dengannya.