PENDEKAR SAKTI

PENDEKAR SAKTI
awal petualangan


__ADS_3

Dominggo dan si monyet zety yang sudah kenyang dan pergi meninggalkan lokasi yang menjadi tempat bertarung mereka dengan 4 penjahat itu berjalan tanpa tujuan.


"Bos kita mau kemana?" tanya Zety yang berubah ke wujud aslinya.


Dominggo hanya menggeleng tanda diapun tak punya tujuan mereka berjalan meninggalkan desa itu.


tak lama mereka memasuki area hutan namun masih ada jalur kereta kuda karena hutan ini adalah penghubung dari desa tetangga atau sering di sebut jalur para pedagang.


***


di sebuah desa yang tak lain desa lembah Neraka desa ini di beri lembah neraka karena masa lalu dari desa ini yang begitu kelam yang di mana dulunya desa ini adalah tempat pertempuran dua sekte yang merupakan sekte terkuat di jamannya.


lembah neraka menjadi desa yang tertinggal karena aura kematian yang pekat terpancar dari desa ini dan konon katanya di belakang desa ada sebuah lembah yang tak seorang pun berani masuk kesana karena sejarahnya semua orang yang melarikan diri dari pertempuran besar itu yang melarikan diri ke arah lembah tak pernah kunjung keluar atau bagai hilang di telan bumi.

__ADS_1


namun masih ada beberapa penduduk yangasih menetap disana sebagai warga biasa mereka merupakan orang orang keturunan dari para pendekar yang selamat pawka perang tersebut mereka hidup sebagai warga biasa yang memenuhi kebutuhannya dengan bercocok tanam.


desa yang tak Bisa disebut layak sebagai tempat tinggal manusia itu terlihat begitu kumuh,dimana bangunan bangunan bersejarah yang hanya meninggalkan pondosi pondasi dan bangunan yang setengah hancur menjadi pemandangan yang membuat bulu kuduk merindik merasakan aura mistik yang sungguh membuat orang merasa ngeri untuk menetap disana.


pendekar Kelaparan dan monyet zety terlihat mulai memasuki area tersebut.


"apa yang terjadi? kata dominggo tercengang menyaksikan sebuah kota mati atau desa lembah Neraka tersebut.


bisik bisik antara penduduk terdengar lirih di telinga dominggo.


"maaf tuan, apakah saya boleh bertanya desa apakah gerangan tempat ini" dominggo bertanya sambil mendekati seorang pria setengah baya yang sedang memandangi nya.


namun bukannya menjawab pria itu malah ngeleos seraya berbalik tanpa kata meninggalkan Dominggo dan si monyet Zeti.

__ADS_1


"hahhahah, si bos dikacangin" zeti tertawa karena melihat Dominggo melongo merasa terheran heran karena di cueki pria sepuh tersebut.


dominggo yang kesal tersulut emosi karena pria sepuh itu berjalan meninggalkan dirinya pun berteriak...


"hei pak tua,saya bertanya kepadamu?" bentak dominggo dengan suara kerasnya.


lalu pria itu menoleh ke arah dominggo tapi tetap tak mengeluarkan suara yang membuat dominggo bingung dengan tingkah laku pria tersebut.


karena Dominggo mulai merasa risih dan sangat kesal ia akhirnya berbalik dan ingin bertanya kepada warga yang lain karena dia memang tak mau mencari masalah apalagi mengingat hawa magis yang menyelimuti tempat tersebut sungguh mengganggu mentalnya.


tepat sesaat dominggo berbalik pundaknya di sentuh seseorang karena kaget dominggo sampai meloncat kedepan dengan tubuh menggigil dan keringat dingin membasahi badannya yang tak tahu kapan perasaan itu datang terhadap dirinya...


sesaat setelah Dominggo menatap tangan tersebut dirinya baru....

__ADS_1


__ADS_2