PENDEKAR SAKTI

PENDEKAR SAKTI
Takdir Naga


__ADS_3

setelah dia resmi tinggal di perguruan, Dominggo mulai berlatih ilmu dasar, Cangla yang di tugaskan Oleh Wilson mengajari kuda kuda dan pernapasan kepada Dominggo,


"Dominggo, kamu harus cepat mendapat jurus yang menjadi andalanmu, besok kita bicarakan kepada master Wilson,"


setelah itu dia menuju ke aula untuk menemui master Wilson dan mengutarakan apa yang di bilang cangla kepadanya sebagai senior jenius yang membingbingnya, sebenarnya Dominggo antusias belajar karena dia senantiasa berpikir kematian orang tua dan penduduk desanya, dia berharap tempat dimna dia saat ini di terima tak mengalami hal yang sama, setelah menemui Wilson,


"aku tau kamu kesini untuk mengambil jurus yang cocok untukmu, dari aura yang kau pancarkan elemen dalam tubuh mu adalah aura api, tapi ada yang aneh api dalam tubuhmu tak terasa panas, aku pun bingung mencari jurus untukmu,jurus petir yang kamu pelajari dari cangla itu hanyalah jurus dasar yang hampir semua orang bisa kuasai bahkan elemen tanah pun bisa menggunakannya tapi mungkin tidak semaksimal orang dengan elemen api atau listrik, melihat mu mengeluarkan jurus tersebut di selimuti aura dingin aku sendiri baru melihat adanya petir ber aura dingin, jadi kamu harus benar benar melihat jurus yang kamu rasa berjodoh denganmu di dalam"

__ADS_1


kata Wilson mengingatkan Dominggo, dominggo yang mendengar perkataan Wilson menuju ke dalam aula dan mencari jurus yang cocok padanya,selagi dia mencari buku diluar Wilson mengingat sebuah jurus legenda yang dia sendiri mencoba jurus itu sudah tak terhitung jumlahnya tapi tak pernah berhasil, dan buku itu pun sudah usang saking karena jurus dalm buku itu yang seperti mengandung sebuah takdir yang selalu melekat padanya,


"mungkinkah dia pemilik takdir itu," gumam Wilson.


di dlam aula Dominggo masih mencoba mencari sambil membuka beberapa jurus yang berelemen api tapi tak satu pun yang menarik perhatiannya, tiba tiba dia melihat sebuah buku yang judulnya pun sudah tak terlihat, dia melihat buku itu dan penasaran apa yang ada dalamnya, saat dia membuka buku tersebut dia melihat gambar seolah bergerak semakin lama dia melihat gambar itu dia seperti terhipnaotis, tanpa sadar dia seperti masuk pada era jaman yang tak pernah tercatat dalam sejarah, seorang pria kekar sedang bertarung dengan seorang pria paruh baya yang memiliki ekor,tapi dia tak terpengaruh sedikit pun padanya saat jurus dahsyat yang di lancarkan pemuda itu ke pada pria paruh baya tersebut,


pria paruh baya terpental menabrak tebing yang di belakangnya, sang pria pun mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, sambil berkata

__ADS_1


"brengsek kamu, dasar manusia tak tau diri,kamu pikir jurus mu itu sudah tak ada tandingannya, trima ini semburan api pemusnah jiwa" teriak pria paruh baya itu, dengan mengeluarkan aura dingin dari api besar tersebut, dan sedikit pun api itu seolah olah sirna tak berpengaruh pada pemuda tersebut,


"hahahha dasar tua bangka jurus mu itu tak berguna padaku yang memiliki elemen api murni"


menyadari kemampuannya, pria paruh baya tersebut semakin depresi," seandainya dia pemilik takdir naga aku pasti bisa mengeluarkannya secara maksimal," umpat pria tersebut dalam hati,tapi anehnya Dominggo bisa mendengarnya secara jelas,sedangkan pria yang satunya lagi tak bisa dia dengar sama sekali,


Wilson yang masuk kefalam aula memandangi Dominggo yang berdiri dan bengong di depan rak buku, bingung dan tak tau apa yang terjadi, dia pun memanggil Dominggo, anehnya Tak ada sahutan atau jawaban dari dominggo,

__ADS_1


kemudian dia menghampirinya, dan memegang pundak dominggo, dan dominggo pun tersadar dari lamunannya, dan melihat buku yang tadi di pegang nya sudah tak ada


__ADS_2