PENDEKAR SAKTI

PENDEKAR SAKTI
takdir naga 3


__ADS_3

Dominggo terpental hingga ia susah untuk berbicara,


"uh,ada apa denganmu?''


dominggo berusaha bangkit tapi tak ada tenaga sama sekali, sesaat seketika Dominggo pun tak sadarkan diri.


"hanya pukulan kecil saja sudah mampus" kata pria berambut merah yang tak lain cangsu adik dari cangla pembimbing dari Dominggo.


Wilson yang mengamati dari jauh tak bereaksi apapun karena dia tahu kalau dia turun tangan akan semakin banyak masalah yang di hadapi Dominggo, yang bisa jadi nanti kedepannya akan menimbulkan perasaan pilih kasih diantara merid perguruan lainnya,


lalu Wilson menyuruh Bima untuk pergi melihat dan membawa Dominggo ke ruang pengobatan,dan mengatakan untuk tak terlihat terlalu mencolok kalau perguruan memang melindungi Dominggo, seandainya cangsu berbuat lebih kejam lagi tadi mungkin Wilson akan menyuruh bima untuk membereskan masalah tersebut.


di dalam ruang pengobatan bima meletakkan Dominggo,dan " dia merasa Dominggo tak selemah itu, kenapa dia langsung pingsan dengan pukulan seperti itu" pikir Bima.

__ADS_1


saat Wilson memasuki ruangan tersebut dia merasa aneh, ruangan tersebut terasa seperti berada di puncak gunung bersalju tapi samar samar dia merasa aura panas juga,


"ada apa dengan tubuh bocah ini, hanya dengan pukulan tanpa tenaga dalam dia bisa langsung tersungkur dan tak sadarkan diri!!'.


lalu Wilson pun mencoba mengalirkan tenang dalam ke tubuh dominggo tapi tak berpengaruh sedikit pun, ada yang aneh dengannya, kemudian Wilson menutupi tubuh Dominggo dengan tenaga dalam untuk menjaga kehangatan tubuhnya dari luar, karena tenaga dalam yang di masukkan ke dalam tubuh Dominggo tak bisa bereaksi malah terkesan menolak.


di alam bawah sadarnya,


"dimana ini,sepertinya aku pernah tinggal disini" terlihat lagi olehnya pertarungan pria kekar dan pria paruh baya itu, Dominggo lansung teringat waktu dia lagi mencari jurus waktu itu,


"sebenarnya apa ini," saat dia berusaha berpikir keras tiba tiba terdengar seruan,


"semburan api neraka", dan pria paruh baya pun terpental,tapi anehnya Dominggo pun ikut terpental dan merasakan sakit luar biasa, tubuhnya seolah olah terbakar.

__ADS_1


"hei bocah,jangan ikut campur ini masalh kami" bentak pria paruh baya tersebut,yang membuat dominggo kaget karena sebelumnya dia tak mengalami kejadian seperti itu saat di ruangan pengambilan buku jurus,


"maaf master aku tak bermaksud mengganggu kalian,tapi aku juga tidak tahu kenapa aku ada disini"


dan perkataan Dominggo sontak membuat kedua orang tersebut melongo, dan tiba tiba mereka berdua semakin membesar dan semakin besar dan muncullah 2 ekor naga merah dan naga putih, dan membuat Dominggo menggigil hampir pingsan karena baru kali ini dia melihat makhluk menyeramkan ini, dia sebelumnya pun hanya mendengar legenda naga waktu dia masih kecil sebagai dongeng dari orang tuanya sebelum tidur,


"akhirnya kamu muncul juga wahai pemilik takdir naga" teriak kedua orang itu hampir bersamaan, "cepat keluarkan aku dari sini!!"


kata mereka berdua hampir bersamaan,dan kembali mereka saling menyerang, dan adu mulut yang membuat mereka terlihat bukan seperti musuh, melainkan seperti dua orang yang saling bertanding menjadi no 1,


"hei kalian knapa" teriak dominggo karena bingung melihat kejadian aneh di depannya,


karena dia merasa di abaikan oleh kedua orang tersebut Dominggo yang kesal pun mulai mengeluarkan hawa yang sangat mencekam,hawa panas bercampur dingin,yang dia sendiri tak menyadari hal itu, dua naga yang tadi tampak merasakan hal tersebut dan tiba tiba terdiam dan terlihat sorot mata yang ketakutan.

__ADS_1


"knapa kalian diam membisu" bentakan Dominggo malah membuat kedua naga tersebut semakin terlihat aneh karena ketakutan....


__ADS_2