
"pletok" suara pukulan di kepala Dominggo oleh yeti karena kesal melihat Dominggo mengatainya topeng monyet.
"dasar manusia sialan, hanya untuk sebuah pisang aku joget joget kayak orang gila" pikir Yeti menyesali perlakuannya yang bayarannya tak seberapa.
"hei sobat,lets go kita makan enakkk!!!" seru Dominggo sambil berbalik arah meninggalkan Yeti.
Yeti yang tak mengerti setuju saja mengikuti Dominggo yang dia pikir sudah mengerjainya.
didepan sebuah toko baju Dominggo tiba tiba berhenti "sepertinya kita harus merubah penampilan kita!" kata Dominggo sambil senyum bahagia terlintas di bibirnya.
melihat ada pengemis masuk toko sang pelayan pria segera menghardik Dominggo supaya tak masuk karena dia tak ingin majikannya marah membiarkan pengemis masuk ke dalam toko,belum lagi kalau ada barang yang hilang bisa di pecat dirinya.
saat sang pelayan mengusir secara halus Dominggo," maaf sobat kami belum mendapatkan penghasilan hari ini,mungkin lain kali saya akan memberikan sedekah untuk anda!" seru sang pelayan.
"maaf tuan tapi saya mau beli baju warna biru itu,apakah saya bisa membelinya dengan uang segini?" kata dominggo mengeluarkan koin koin dari sakunya hampir dari setengah hasil dari topeng monyet nya.
__ADS_1
mengetahui maksud dari Dominggo si pelayan tersebut merubah sikapnya karena biar bagaimanapun pembeli adalah raja.
" dengan koin segitu tuan tak bisa mendapatkan baju yang itu,tapi tunggu sebentar!" kata sang pelayan sambil meluncur kedalam entah mau mengambil sesuatu.
"dia keluar dengan sebuah baju satu set dengan celana yang kira kira pas dengan ukuran baju Dominggo.
"ini aku beri padamu!" sambil mengerjakannya.
Dominggo kaget baru ini dia menemukan orang seperti pelayan tersebut selama di desa, selama berjalan di desa tersebut selama beberapa jam ini dia hanya dihindari karena penampilannya yang tergolong seram dan bau badannya yang menyengat.
sang pelayan akhirnya berkata
"Baiklah sini uang yang kamu pegang,saya akan memberi baju yang kamu mau,tapi kamu masih utang 1 koin mas karena harga baju itu 1 koin mas 10 keping koin perak berhubung kamu ngutang jadi aku menaikkan sedikit harganya,bagaimana kamu setuju!" tawar si pelayan kepada Dominggo.
" Baiklah Tuan tapi mungkin saya tak bisa mendapat uang sebanyak itu" kata Dominggo takut untuk di manfaatkan.
__ADS_1
" kamu bebas mau kapan kamu bayar,nanti aku yang akan mendahului membayar kan nya padamu" kata sang pelayan bersikeras ingin membantu Dominggo.
"baiklah bila tuan memaksa" kata dominggo seraya mengambil baju tersebut.
sebenarnya bukan tanpa sebab sang pelayan memberikan pakaian tersebut untuj Dominggo,sang pelayan tersebut mengngingat anaknya yang mati terbunuh saat masih kecil dan istrinya pun mati saat itu di depan matanya oleh pembunuh yang keji itu.
"mungkin anakku sebesar dan segagah dia bila dia tak di bunuh oleh para ******** itu" gumam sang pelayan.
telinga Dominggo masih bisa mendengarnya jelas walau jarak diantara mereka terpaut hampir 5 meter namun karena Dominggo sudah menyerap Buah lahir baru infranya melebihi manusia pada umumnya.
karena indranya yang tajam juga dia bisa berhasil keluar dari hutan kematian.
akhirnya setelah tau bahwa pelayan tersebut memberi pertolongan kepada Domingo secara tulus Dominggo merasa bersalah karena dia sempat berpikir mewaspadai orang tersebut.
karena pengalamannya yang banyak di hianati oleh orang orang yang dia temui selama hidupnya yang sebentar saja itu.
__ADS_1