
Setelah Wilson dan Buxar selesai transaksi Dominggo di bawa oleh Wilson, Ditengah perjalanan,
"Kamu tau kamu akan jadi budakku kan"tanya Wilson kepada dominggo
"ya saya tau tuan" Hanya dua kata itu yang di ucapkan Dominggo, dalam hati dominggo dia bingung antara bahagia atau sedih setelah ada yg menjadikannya budak, dia bahagia karna telah bebas dari kurungan tapi dia juga merasa sedih karna menghadapi kenyataan Bahwa dia hanya sebagai budak, selama perjalanan Dominggo hanya diam dan dalam hati dia berharap supaya tuan Wilson yang mengadopsinya itu berhati dermawan,
di tengah perjalanan mereka dihadang oleh 2 perampok, yang tak lain adalah cangla dan bima dari perguruan Mursala, "serahkan barang berharga kalian" bentak cangla Wilson saat itu menunjukkan rasa takut di depan Dominggo dan menatap Dominggo dengan sorot mata terlihat berharap kalau Dominggo mau mengatasi masalah tersebut, di saat drama perampokan yang sudah rencanakan itu Dominggo yang merasa tertekan antara ingin membalas budi kepada Wilson karna telah memungutnya dari perbudakan atau harus lari untuk mempertahankan hidupnya, dan saat 2 perampok tersebut meraih barang bawaan dari Wilson secara paksa,dengan segenap tekad untuk mrlindungi orang yang ingin mengadosinya dan dia juga berfikir kalau mereka dirampok dia juga tak tau masih berapa lama perjalanan sampai ke tempat tuan wilson, pukulan dan tendangan yang di lakukan oleh dominggo di tangkis oleh cangla dan Bima, dengan keras Bima memukul perut Dominggo dan di lanjut tendangan telak menendang kepala Dominggo yang sedang menunduk menahan perih nya perutnya akibat pukulan bima mengakibatkan Dominggo tersungkur di tanah dan membuatnya hampir pingsan, tanpa sadar Dominggo mengeluarkan hawa panas yang lumayan panas, dan taringnya sedikit memanjang serta matanya berubah merah, dia dengan cepat bergerak menyerang cangla dan Bima, karena ilmu cangla dan Bima sudah cukup tinggi mereka berhasil menahan dan menangkis setiap pukulan dan cabikan dari Dominggo, saat Itu Wilson pun maju dan menekan kekuatan Dominggo dengan sebuah kertas mantra penekan tenaga dalam karena dia belum mengetahui apa efek yang akan terjadi pada Dominggo, saat Dominggo di sadarkan oleh Wilson mereka bertiga pun tertawa
"hahaha, ternyata selera Master memang luar biasa"
__ADS_1
Kata Wilson yang membuat Dominggo bingung dengan apa yang terjadi, karna dia serasa baru tersadar dari pingsan,
"wah saya mendapatkan teman yang sangat hebat, semoga kedepannya kita bisa berteman karna kita seumuran namaku cangla, siapa namamu kawan"
kata cangla kepada Dominggo sambil mengambil barang bawaan Dominggo, dominggo menahan barang tersebut karna ingatan terakhirnya bahwa 2 orang tersebut adalah orang yang hendak merampoknya,
Dominggo semakin bingung dengan orang yang sekarang menjadi sok akrab dan menjadi terlihat seperti orang orang yang menginginkan sesuatu dalam dirinya, tapi melihat mereka yang menjadi semangat dengan kedatangannya membuat dirinya merasa mungkin disana dia akan berguna dan melihat mereka adalah orang baik dan melihat kemampuan silatnya Dominggo pun menerka kalau dia akan di pekerjakan di suatu perguruan, dan berharap juga dia ingin belajar sedikit untuk menjaga dirinya kelak.
setelah berjalan berjam jam mereka akhirnya tiba di gerbang perguruan Mursala disana Dominggo melihat bahwa dugaannya memang benar kalau dia akan di pekerjakan di sebuah perguruan, melihat tempat tersebut yang luas dia seakan terbelalak membayangkan betapa sibuk nya hari harinya nanti karena untuk membersihkan pekarangan yang begitu luas mungkin tak akan cukup 1 minggu kalau dia sendiri yang membersihkannya.
__ADS_1
"hari ini kamu pasti membayangkan kalau kamu akan menjadi pekerja disini ya" tebak wilson,yang membuat Dominggo kaget karna bisa menebak apa yang dia pikirkan,
"kita disini akan belajar ilmu silat bukan untuk jadi budak" kata bima kepada Dominggo seakan menerangkan maksud mereka membawa Dominggo keluar dari perbudakan, mendengar perkataan tersebut Dominggo menangis tidak percaya kalau dia tidak akan menerima nasib yang selama ini dia bayangkan dimana dia akan hidup dan bekerja keras hanya untuk dapat makan, melihat Dominggo nangis, Wilson tertawa
"hahahha dari awal orang yang menjualmu ke perbudakan sudah menyusun rencana ini, dia adalah master dari perguruan ini, dia hanya mebitipkanmu sebelum membereskan semua masalah yang menyerangnya"
mendengar itu Dominggo malah tambah histeris tersedu sedu orang yang paling di bencinya selama ini ternya tidak seperti yang di bayangkannya tapi Dominggo masih memiliki pertanyaan kalau dia bertemu kepada master yang pernah menjualnya kenapa dia harus menitipkan dirinya di pasar budak.
dengan banyak pikiran tersebut dia ingin segera bertemu dengan sang master, tapi setelah dia bertanya pada bima bahwa sang master masih ada keperluan lain dan tidak bisa menyambut mereka.
__ADS_1