
karena pengalamannya yang banyak di hianati oleh orang orang yang dia temui selama hidupnya yang sebentar saja itu.
setelah memakai pakaian dan mengucapkan terima kasih Dominggo fan Yeti berjalan menyusuri Desa, kini penampilan dirinya sudah tak terlalu buruk lagi.
"Kamu mau makan daging?" sambil menunjuk sebuah kedai terbuka.
"cit cit cit" Yeti mengekspresikan dirinya setuju.
warung makan dengan suasana terbuka itu ramai,terlihat pelanggan mulai dari rakyat biasa dan juga para pendekar petualang sedang menikmati hidangan disana.
Dominggo merogoh kantongnya terdapat sekitar 20 an keping perang hasil topeng monyet tadi.
"pelayan bolehkah kami menikmati ayam bakar dengan koin perak segini" kata Dominggo sambil mengeluarkan koinnya.
"anda bahkan bisa memesan 3 porsi tuan" kata sang pelayan.
mengingat mereka yang kelaparan Dominggo menyetujui untuk mendapat 3 porsi daging ayam.
saat menyantap makanan Dominggo dan yeti sungguh terlihat sangat kelaparan terlihat dari gaya makan mereka yang seperti di kejar setan.
__ADS_1
"akhirnya aku bisa menikmati makanan manusia lagi" kata Dominggo spontan.
Yeti tak menghiraukan apapun lagi kecuali makanan itu harus segera mendarat di mulutnya di ***** oleh giginya dan dinikmati oleh lidahnya, seterusnya perlahan masuk melalui tenggorokannya dan berlabuh di lambungnya.
sungguh itu adalah berkat terbesar sepanjang hidup mereka yang tak punya siapa siapa.
tiba tiba 4 orang pendekar membawa pedang di punggung mereka.
awalnya semua terlihat biasa mereka makan dengan biasa tiba tiba seorang dengan bekas pedang di wajahnya menendang meja makan mereka.
"gubrakkk..." "daging apa ini rasanya sungguh tak enak!" kata si codet dengan geram.
namun bukannya terima malah si codet menendang sang pelayan.
"dasar sampah,kalian mau meracuni kami dengan makanan yang tak enak ini ya?" bentak sicodet dan teman temannya.
mereka masih mengolok olok si pelayan, namun anehnya tak ada satupun yang datang menolongnya,bahkan sang pemilik warung tersebut pun tak datang membantu.
tiba tiba jiwa pahlawan Dominggo muncul...
__ADS_1
heheheh maklum pemeran utama kan.
dengan memberanikan diri dia berusaha menenangkan ke empat orang itu agar tak mengolok olok dan memukul si pelayan.
"maaf Tuan, jangan menyiksa dia seperti itu dia juga kan sudah menawarkan akan mengganti pesanan Tuan'' Dominggo coba bernegosiasi.
"oh iya benar juga,aku tak boleh menyiksaku ya,kamu kan hanya pelayan"Kata si Codet dengan senyum menyeramkan.
"srek srek srek"suara kibasan pedang dan lanjut rintihan yang menggantung dari si pelayan,dengan dua tebasan kepala dan tubuh si pelayan terpisah.
semua pengunjung histeris berlarian dan ada yang sampai pingsan melihat kejadian yang sangat tak berperi kemanusiaan itu.
Dominggo dengan kaki gemetar dan mulut menganga serta pucat pasi terpancar dari wajahnya menandakan kalau Dominggo lagi jatuh cinta, eh lagi ketakutan.
ingin ku teriak,ingin ku berlari mungkin itulah perasaan yang ada dalam pikiran dominggo.
Dia menyesal telah salah menegur orang yang berhati iblis.
"begini kan yang kamu maksud?" kata si codet sambil mulai mengarahkan pedangnya ke arah wajah Dominggo.
__ADS_1
Dominggo yang ketakutan hanya bisa menahan hasrat dimana dia tak bisa berkata bahkan tak bisa mengontrol ketika sesuatu yang deras mulai mengalir dari bawah perutnya.