
Dominggo berjalan tanpa arah di hutan kematian,dia tak mengenal hutan itu dan secara pribadi dia belum pernah keluar sejauh itu anehnya dia tak mendengar apapun di hutan tersebut dan terasa hutan itu semakin seram.
Dominggo yang menyadari akan hal itu menjadi waspada dia berpikir pasti ada sesuatu di hutan tersebut yang membuat suasana begitu sunyi sampai mencekam bahkan suara burung pun tak terdengar sama sekali.
perut lapar dominggo yang mengusik itu sungguh membuatnya semakin lemas dan entah knapa dia tak bisa menemukan hewan apapun di sana untuk dia tangkap.
di tengah keputus asaan nya Dominggo berjalan tanpa arah di dalam hutan, fia berharap bisa keluar dari hutan atau bisa bertemu satu desa dalam hutan untuk mengisi perutnya,
setelah berjalan terus bukannya menemui kampung namun hawa mencekam di tempat itu semakin terasa yang membuat bulu kuduk Dominggo berdiri,dia mulai berkeringat karena mulai merasakan firasat yang membuat dia seolah akan mati.
dari jauh dia melihat sebuah pohon dan pohon itu memiliki buah kecil warna merah mirip buah jambu,yang aneh adalah buah dari pohon yang begitu besar itu hanya ada satu buah, tak berpikir lagi saking laparnya dia langsung berlari ke arah pohon tersebut.
__ADS_1
mendekati pohon tersebut Dominggo di kagetkan oleh seekor monyet kecil yang sedang memandangi buah tersebut dari bawah, monyet kecil tersebut tak menyadari kedatangan dominggo dia dari bawah memandangi buah itu, nampak monyet itu seperti putus asa melihat buah itu karena dia seolah tak bisa memanjatnya.
Dominggo yang kelaparan seolah mendapat durian runtuh,dia memandangi monyet itu dari belakang seolah menemukan makanan, bagaikan harimau yang sedang kelaparan dominggo ingin menerkam monyet tersebut, saat perlahan lahan dia mendekati si monyet dia menginjak sebuah ranting kering
"kreek'
suara ranting tersebut membuat si monyet kaget sampai reflek salto dua kali.
dominggo kaget melihat tingkah si monyet yang bisa salto tersebut, dia memperhatikan monyet yang waspada dengan kedatangannya yang seolah menjadi ancaman bagi si monyet.
menyadari hal itu dominggo mencoba mundur 2 langkah ke belakang eh si monyet seolah meledek maju 2 langkah juga.
__ADS_1
menyadari kelakuan si monyet dominggo jadi geram entah kenapa sesuatu terpancar dari tubuhnya namun anehnya dia merasa hawa di tubuhnya itu seolah membuat dia memiliki jiwa yang lain.
monyet itu menggigil karena menyadari kalau itu adalah hawa siluman naga yang sangat tipis, namun walau di tengah ketakutan karena hawa siluman dari dominggo, si monyet tersebut bukannya lari namun malah tetap berdiri seolah dia tak mengijinkan dominggo mengambil buah dari pohon tersebut.
dominggo menggerang agar menakuti si monyet itu namun tak membuat si monyet itu pergi malah dia diam saja melihat dominggo berbuat hal aneh tersebut, seolah si monyet tak merasa takut lagi seperti saat pertama interaksi mereka.
dominggo yang sudah tak sabar menerkam si monyet dengan satu lompatan, anehnya monyet tersebut bisa menebak dan dapat menghindar dengan melompat kesamping.
"argh,ayolah nyet,aku sudah laper sini aku panggang" Ucap dominggo dengan air liurnya menetes di sudut bibirnya
monyet itu seolah mengerti akan perkataan si Dominggo dan dia malah berbalik dan tiba tiba menjauh sekitar 2 meteran dari dominggo, dan mengangkat pantatnya di arahkan kepada dominggo seolah meledeknya,
__ADS_1
Dominggo menyadari bahwa dia sedang di permainkan oleh seekor monyet menjadi geram, sisik mulai tumbuh di tangannya dan kukunya memanjang dan sepasang tanduk muncul di atas kepala dominggo, dengan ganas dia menerkam si monyet, namun si monyet dengan santai bisa mengelabui dominggo, dominggo melompat dengan kekuatan penuhnya sampai menubruk pohon yang berbuah satu itu.
si monyet tercicit cicit seolah menertawainya, dan akibat tubrukannya ke pohon tersebut, buah dari pohon tersebut pun terjatuh persis di depan dominggo