
sesaat setelah Dominggo menatap tangan tersebut dirinya baru menyadari yang memegang pundaknya adalah pria setengah baya tersebut.
dengan senyuman menatap dominggo dia menarik dominggo seakan mengajaknya ke sebuah tempat.
platakkk
suara tangan Dominggo memukul jidat nya karena baru menyadari bahwa pria paruh baya tersebut tak bisa berbicara, karena merasa bersalah dominggo pun meminta maaf atas ke salah pahamannya kepada pria tersebut.
"maafkan saya paman yang telah berbicara kasar"kata dominggo.
pria tersebut hanya tersenyum dan menuntun dominggo ke arah sebuah bangunan yang sudah terlihat usang dan reruntuhan reruntuhan yang menambah kesan seram bangunan tersebut.
pria paruh baya itu menunjuk sebuah papan nama yang tertera untuk memberi tahu nama tempat tersebut kepada Dominggo.
"SEKTE XIAO''
__ADS_1
"ini sekte xiao yang sudah lama hilang" kata Dominggo kaget setelah membaca tulisan tersebut.
karena penasaran Dominggo ingin memasuki bangunan yang sudah tak utuh itu namun lagi lagi tangan pria paruh baya itu memegang pundak Dominggo sambil menggelengkan kepalanya tanda supaya Dominggo tak memasuki Bangunan tersebut.
namun bukannya menggubris Dominggo malah menatap heran kepada pria tersebut karena menghentikan langkahnya ingin menuju kebangunan itu.
"maaf paman tapi aku penasaran apa yang ada di dalam bangunan tersebut" kata dominggo.
lagi lagi si pria paruh baya itu menggeleng kepalanya untuk menghentikan Dominggo.
saat Dominggo berniat mengikuti maksud pria itu dia baru menyadari Zety dari tadi tak ada bersamanya.
"apa ini pamannn..." kata Dominggo tak bisa melanjutkan perkataannya karena si pria paruh baya itu sudah tak ada di dekatnya.
hawa mencekam mengelilingi dirinya yang kini ternyata dia sadar kalau dia masih di tengah hutan dimana tempat itu dulunya sebuah kota yang sudah hancur entah berapa ratus tahun.
__ADS_1
hawa siluman dan bau amis darah mulai memasuki rongga hidung Dominggo yang baru menyadari dirinya tengah berada dalam lingkup paling berbahaya dari sebuah peninggalan jaman dulu.
dominggo mencoba mencari jejak zety namun bagai di telan bumi zety yang selalu di sampingnya seolah tak pernah ada di situ hanya suaranya yang terdengar lirih di telinga dominggo dan seakan suara itu berada di bangunan tua itu.
karena menyadari dirinya sudah tak ada pilihan lain Dominggo pun membulatkan tekadnya dia berjalan perlahan serta meningkatkan kewaspadaannya memasuki pintu masuk bangunan itu.
dengan jantung yang semakin berpacu kencang pertanda rasa takut itu dominggo masuk ke ruangan yang begitu gelap tersebut.
"hai sobat,jangan bercanda,ini tidak lucu" kata Dominggo seolah berbicara dengan Zety yang sedang mengerjainya.
5 langkah dirinya memasuki bangunan kuno tersebut tiba tiba mendadak sekawanan kelelawar yang terusik akan kehadiran dominggo terbang keluar, karena saking kaget nya dominggo di tengah kegelapan tersebut dirinya sontak berbalik dan melompat melarikan diri dari bangunan tersebut.
"ampun ampunnnnn, saya orang baik baik, rajin menabung suka menolong" teriak dominggo sambil lari terbirit birit meninggalkan area gedung tadi.
tiba tiba
__ADS_1
"hahahhahahhahah" suara tawa terdengar dari sebuah pohon menertawakan tingkah aneh Dominggo yang terbirit birit karena ketakutan.
"sial"peliknya menyadari yang menertawakannya adalah...