
saat Dominggo kembali tersadar, dia kaget tak mendapati si naga muda dan naga dingin di sekitarnya, apakah mereka kembali ke ruang ka dalam diriku, tapi knapa aku tak bisa merasakannya,pikiran Dominggo yang membuatnya seperti kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya,sesuatu yang dia sendiri bingung,padahal dia bersama dengan mereka hanya beberapa hari.
dominggo berfikir mungkin tugas mereka sudah selesai maka mereka kembali lagi,padahal dia baru seperti mendapat orang yg bisa ia percaya, namun harus kehilangan mereka lagi,
"beginilah nasib pemengang takdir Naga" pikir dominggo untuk mengikhlaskan semua yang terjadi.
****
__ADS_1
saat ledakan yang terjadi oleh api Dominggo yang sangat luar biasa itu, sampai hampir memusnahkan dirinya sendiri.
"kalau begini dia bisa mati,aku tak ingin melihat kejadian begini berulang kali,mungkin fungsi ku ada adalah untuk menyelamatkannya" kata pria sepuh lirih, mendengar ucapan Naga dingin,Naga muda pun mulai berfikir bgaimana cara menyelamatkan Dominggo.
melihat situasi yang semakin parah naga dingin pun meluncur dengan kecepatan tinggi untuk menahan supaya tubuh Dominggo tak hancur dengan api nya sendiri, melihat situasi seperti itu,dimana naga dingin sudah benar benar tak sanggup,si naga muda ikut membantu, dengan sekuat tenaga mereka menahan supaya api dari tubuh dominggo tak sampai membunuh tuannya, disaat bersamaan triakan mereka berdua menekan ledakan yang tak terkendali itu,tapi mereka pun sekarat di buatnya, karena mereka merasa tak akan lama juga hidup mereka karena tenaga yang mereka keluarkan sudah melampaui batas mereka, sebelum meninggal mereka berdua mengirimkan aura sejati mereka ke tubuh dominggo, yang dimana mereka menaruh harapan besar dominggo menjadi orang yang menyelamatkan apapun yang berharga padanya.
***
__ADS_1
Dominggo menceritakan apa yang dia ingat mulai dari dia ingin belajar jurus api neraka yang di ambilnya dari aula tapi energi api yang ada di tubuhnya meluap luap,setelah itu dia tidak ingat sma sekali apa yang terjadi.
mendengar hal itu Wilson pun berfikir,apakah energinya memang se dahsyat itu,dan kemudian dia bertanya kemana buku itu,dominggo tidak tahu sama sekali dimana buku itu sekarang mungkin udah hangus terbakar.
setelah itu dia keluar dari tempat Wilson, dan bertemu lagi dengan pria rambut merah yang tak lain adalah cangsu,dasar berengsek kamu menghancurkan tempat pelatihan kakakku,kuhajar kamu, cangsu menyerang dengan jurus langkah angin dan dia mengeluarkan aura membunuh karna dia sungguh marah tempat yg banyak kenangannya berlatih bersama kakaknya hancur begitu saja oleh dominggo, cangsu menyerang dominggo membabi buta, namun dominggo masih bisa menahan dan menangkis serangan dari cangsu.
melihat setiap jurus yang di sedangkan kepada dominggo masih belum bisa membuat dominggo jatuh seperti waktu itu, dia pun semakin marah dan berniat menghabisi dominggo saat itu juga,murid murid lain sudah berkumpul dan mengira kematian dominggo pasti hari ini karena cangsu memang selama ini termasuk orang yang kejam, melihat serangan badai pencabut nyawa tahap akhir yang di keluarkan oleh cangsu, dominggo tanpa sadar mengeluarkan aura api warna putih, dan menyerang cangsu,pukulan mereka beradu dan terlihat mereka berdua tergeletak di tanah, dan dominggo mengeluarkan darah dari mulutnya, berbeda dengan cangsu yang terlihat diam saja tergeletak mereka mengira cangsu hanya pingsan, setelah salah seorang mencoba memegang tubuh dari cangsu, tiba tiba tubuh itu hancur menjadi abu, orang orang yang melihat itu langsung lari ketakutan....
__ADS_1
**bersambung***