PENDEKAR SAKTI

PENDEKAR SAKTI
berteman


__ADS_3

setelah selesai mengkonsumsi buah tersebut dominggo merasa aneh seolah semua badannya sungguh ringan bahkan luka lukanya seolah sembuh,dan setiap cacat tubuhnya juga hilang dan dirinya tak merasakan lapar sama sekali lagi namun sebaliknya dia merasa kondisinya saat ini adalah kondisi paling prima selama hidupnya.


dominggo pun berpikir saat kemampuannya yang kemarin dimana ada sepasang naga yang telah berkorban kepadanya namun alih alih kemampuan terpendam itu bisa keluar,ingatan tentang semua itu mulai redup bahkan ingatan masa masa kelamnya perlahan menghilang.


"ada apa ini sebenarnya" dalam hati dominggo bingung bagaimana mungkin dia melupakan dirinya sendiri namun anehnya dia mengingat satu wajah dan sat nama,


"Ruli" ucap dominggo.


tapi dominggo tak bisa mengingat apapun tentang Ruli, semua itu seperti hanya sesuatu ilusi bahkan dominggo tak mengingat dia berada dalam hutan kematian, membuat itu semua beberapa detik kemudian dominggo jatuh tak sadarkan diri.


monyet kecil tadi pun jatuh tanpa tau apa yang terjadi.


malam gelap itu seorang pria dari masa lau dominggo pria yang sedang mengembara mendapati dominggo sebagai wajah yang di kenal nya berbaring di tengah hutan.


tanpa pikir panjang ruli menatap pohon di dekat dominggo dan melihat potongan buah kecil yang ada di tangan dominggo pun berucap pelan


"Buah lahir baru" dalam hati Ruli.

__ADS_1


buah lahir baru akan menghapus semua ingatan bahkan semua kemampuan kalau dia adalah seorang pendekar, bahkan kalau orang biasa mungkin akan lupa dengan nama nya sendiri.


Ruli yang sudah terbiasa di hutan karena dia sedang dalam perjalanan menebus dosa dosanya mendirikan sebuah gubuk yang di buatnya dari pohon pohon kecil di hutan tersebut dan mengikatnya dengan tumbuhan merambat sebagai tali.


dia meletakkan dominggo dan si monyet kecil di dalam gubuk tersebut,Ruli keluar dari gubuk dan berniat mencari sumber air supaya nati saat dominggo sadar dia sudah ada persiapan jikalau mereka kehausan.


sebelum melangkah tiba tiba si monyet kecil dan dominggo terduduk dengan kecepatan tak wajar dengan tubuh bersinar.


menyadari hal itu Ruli terkejud,dia melangkah mundur sambil menyipitkan matanya.


anehnya saat dominggo sadar dan melihat ruli dia langsung mengenalnya tapi tak bisa dia ingat apa yang terjadi di antara mereka.


perlahan ingatan lain muncul di benaknya dan tanpa sadar sebuah kata berucap dari bibir dominggo,


"setelah sekian lama aku bisa terbebas dari pohon terkutuk ini" ucapan dominggo seperti orang lain dan bahkan sperti orang yang hidup bukan jaman itu.


si monyet kecil tiba tiba berefolisi yang membuat ruli melompat menjauh, tubuh monyet itu membesar setinggi hampir satu meter, seperti mungucapkan sesuatu si monyet tercicit cicit.

__ADS_1


dominggo memandangi si monyet dan si monyet pin memandangi dirinya seolah keheranan dominggo merasa monyet itu adalah dirinya juga begitu juga si monyet merasa dominggo adalah dirinya juga, mereka berdua teriak sekencang kencangnya yang membuat ruli merasa aneh dengan tingkah kedua makhluk di depannya.


"sebenarnya apa yang terjadi" teriak Ruli yang bingung melihat tingkah mereka berdua.


dominggo berkata dengan lesu,diriku terbagi dua hancur sudah diriku yang tampan ini harus masuk sebagian pada tubuh monyet sialan ini.


mendengar ucapan dominggo si monyet pun merasa tak terima kalau dia juga masuk kedalam tubuh si monyet ini.


namun tanpa diduga mereka berdua tiba tiba mengeluarkan cahaya lagi seolah semua kesadaran tentang dirimu kembali seperti sedia kala.


kesadaran dari buah lahir baru kalah dengan jiwa sesungguhnya dari si pemilik tubuh karena memang mereka tak bisa merebut tubuh dari orang yang memakannya kalau yang memakannya melebihi satu tubuh.


ditengah hampir sirna nya kesadaran dari buah itu dengan ngedumel dominggo berkata.


"tak pernah kubayangkan aku jadi terbagi dua"


ucapan dominggo mengundang tawa dari ruli yang mengetahui kalau 8tu semua sudah berakhir

__ADS_1


__ADS_2