
Dominggo yang bangun saat titik akupunturnya di buka oleh buxar, kaget mendapati dirinya kembali terkurung dan kini dia tidak sendirian, dia dikurung bersama sekumpulan anak anak yang usianya hampir rata rata seusia Dominggo dan kondisi yang tak jauh berbeda dengannya yang sungguh memprihatinkan, buxar memang tak terlalu kejam sebagai seorang penjahat, karna percuma kalau dia menyiksa budak budak tersebut dia juga yang akan rugi, buxar berkata kepada budak budak tersebut sambil menyuruh beberapa anak buahnya membawa makanan,"makanlah karna percuma kalian mau menangis atau menjerit pun percuma setidaknya kalian masih bisa melanjutkan hidup kalian, berdoa lah mungkin suatu saat kalian mendapat majikan yang baik" sambil berkata seperti itu terlihat wajah buxar tak bisa menyembunyikan rasa sakit dalam hatinya karna tidak tega juga melakukan perdagangan tersebut, tapi inilah jalan satu satunya yang membuat buxar mendapatkan kekayaan seperti sekarang ini, mendengar perkataan tersebut Dominggo yang di penuhi rasa ke bencian kepada ruli yang menjualnya ke pasar budak mengambil makanan tersebut dan berkata kepada yang lain makanlah kawan, karna kalau kita bisa melanjutkan hidup kita suatu saat kita bisa membalaskan perbuatan orang orang biadap ini, mendengar perkataan tersebut anak buah buxar mulai merasa risih dan terpancing emosinya, Gabe salah satu anak buah buxar lalu mengambil cambuk untuk memberi pelajaran pada Dominggo, namun berbeda dengan buxar dia malah tersenyum mendengar perkataan Dominggo, lalu munyuruh Gabe berhenti dan membiarkan Dominggo menyemangati budak yang lain,robi salah satu budak yang berumur 15 tahun lalu mengambil makanan yang di berikan buxar di ikuti dengan anak anak yang lain,setelah buxar meninggalkan tempat tersebut Buxar berpesan pada anak buahnya jangan sampai mereka memberi kekerasan pada budak yang akan di jual tersebut karna dia bisa rugi nantinya,Buxar:"biarkan mereka berkata apapun jgn kalian menghukumnya, karena kalau sampai mereka sakit tak akan ada yang mau membelinya sebagai budak mereka" dan para anak buahnya pun mengiayakan perkataan buxar, setelah buxar pergi Robi mendekati Dominggo dan bertanya"siapa namamu kawan"
__ADS_1
"namaku Dominggo" jawab Dominggo, Robi dan dominggo pun lalu menjelaskan yang terjadi pada mereka untuk harus tetap kuat sampai suatu hari nanti mereka punya kesempatan untuk melarikan diri.
__ADS_1
sudah 3 hari Dominggo berada di ruangan tersebut sudah ada beberapa Budak yang sudah mendapat majikan tapi Dominggo yang memang berbadan kecil dan terlihat lemah tapi memiliki tekad karna kebenciannya dan sorot matanya yang tajam membuat orang orang yang datang untuk membeli budak tak tertarik pada Dominggo, Setelah beberapa minggu kondisi Dominggo mulai terlihat membaik walaupun dia dikurung hanya kulitnya aja yang terlihat pucat, rutinitas pasar budak yang terselubung tersebut perlahan lahan di pelajari Dominggo, setelah sore setiap harinya mereka akan di kawal untuk mandi oleh anak buah Buxar, Dominggo mulai menyusun rencana untuk melarikan diri, namun tak pernah ada kesempatan, akhirnya 1 bulan pun berlalu Dominggo mulai menikmati hari harinya dalam kurungan tersebut, banyak budak yang pergi silih berganti termasuk Robi juga sudah ada yang mengambilnya sebagai budak, Dominggo mulai kesal kenapa tak ada yang mau menjadikannya sebagai budak sudah selama ini pikir Dominggo, sekali 2 hari Buxar pasti ke ruangan para budak dagangannya selalu Tersenyum kalau melihat Dominggo, ternyata Buxar menetapkan harga yang tinggi untuk budak seperti Dominggo karna ada sesuatu yang menarik perhatian Buxar terhadap Dominggo yaitu Buxar tau orang seperti Dominggo ini akan menjadi orang spesial nantinya dari sorot mata dan dendam yang membuat Dominggo selalu menyemangati budak baru agar tetap bertahan hidup itu menguntungkan Buxar, awalnya Buxar ingin menjadikan Dominggo salah satu anak buahnya namun Buxar ragu kalau sampai Dominggo kabur ribet urusannya.
__ADS_1