PENDEKAR SAKTI

PENDEKAR SAKTI
takdir naga-4


__ADS_3

"ternyata hanya mimpi," batin Dominggo


"tapi rasanya ada sesuatu dalam diriku,mungkinkah??, ah sudahlah"


Dominggo mencoba melupakan apa yang terjadi dalam dirinya, dan dia pun mengingat kejadian saat si rambut merah memukulnya secara telak hingga dia tak sadarkn diri,


"tunggu saja akan ku balas dia" dalam hati dominggo, kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.


dia kembali menemui cangla,dia menunjukkan buku jurus yang diambilnya dari ruangan aula,cangla kaget dengan pilihan Dominggo karena itu jurus sederhana knapa dia malah mengambil jurus yang rendahan seperti itu, tapi Cangla tak ambil pusing,dia pun berkata "mungkin kamu latihan sendiri dulu saya ada urusan sebentar, saya akan menemui seseorang dulu", kata cangla sambil bergegas meninggalkan Dominggo.


saat dia membuka halaman pertama jurus tersebut ada suara dari dalam pikiran Dominggo


"wah ada yang berhasil menulis jurusku ya, tapi hanya dasarnya saja" kata pria berbadan kekar dalam pikiran Dominggo.


Dominggo yang kaget mencoba mencari sumber suara tersebut, "siapa yang berbicara ya"

__ADS_1


"hei kami di dalam dirimu Tuan!!"


Dominggo hampir meloncat mendengarnya, tapi kemudian pria sepuh itu berkata lagi,


"*kamu tadi tidak bermimpi kita sudah menjadi satu,kamu adalah tuan kami,kami yang selama ini hanya bisa bertarung karena untuk mengusir rasa bosan kami menunggu pemilik takdir Naga,"


"kalau kamu ingin berlatih jurus itu aku bisa mengajarimu, tapi tolong keluarkan aku sebentar dari sini, aku akan menunjukkan caranya padamu"


"bagaimana caranya*?" tanya dominggo kebingungan.


dominggo mulai duduk bersila, dengan konsentrasi penuh dia melakukan sesuai perintah yang ada di pikirannya, dan benar saja dua pria yang ada di mimpinya sudah bersujud di depan Dominggo, "salam hormat Tuanku" kata dua pria tersebut hampir bersamaan.


Dominggo tak terlalu kaget lagi karena semua keanehan yang dia alami selama beberapa jam terakhir.


kemudian pria berbadan kekar berkata kepada pria sepuh tersebut, " tua bangka sekarang giliranku, selama ini kamu selalu menjadi yang pertama mengambil peran dalam setiap pemilik takdir naga"

__ADS_1


"Tidak bisa akulah yang seharusnya memulai duluan, karna jurusku lebih cocok dengannya"


mereka berdua berdebat di depan Dominggo, Dominggo mulai kesal melihat kedua orang tersebut yang seperti anak anak hanya karena ingin jadi yang pertama.


"hei hei kapan kalian selesai bertengkarnya,dan akan mengajariku?"


Dominggo pun berpikir untuk memberi mereka panggilan supaya kalau dia mengeluarkan mereka biar tak langsung keluar berdua karena akan membuatnya bingung...


kedua pria tersebut masih sejak saling berebut menjadi yang pertama untuk mengajarkan jurus andalan masing masing..


"kalau kalian masih ribut saya akan memasukkan kalian kembali ke dalam diriku," kata Dominggo mulai kesal, seketika dua orang tersebut diam membisu..


"pertama tama aku akan memberi nama untuk kalian, kamu ku beri nama naga muda"menunjuk pria berbadan kekar,


"kamu kuberi nama naga Dingin" menunjuk pria sepuh tadi, dalam hati Dominggo tak mau memberi nama pria sepuh tersebut dengan nama naga Tua karna nanti akan menjadi bahan olokan si naga muda.

__ADS_1


si naga muda yang berharap rivalnya di beri nama naga tua merasa kecewa, tapi tak berani untuk menyela karna takut akan menyinggung tuannya...


__ADS_2