
Pagi yang cerah, secerah hati Lin.
"Lee apa yang terjadi padanya, apa adik mu itu sudah gila?" tanya Shon yang melihat Lin sedang
duduk sambil senyum senyum sendiri.
“benar kak.. Kemaren dia terlihat seperti mayat hidup, tapi pagi ini!!" ucap Lee sambil menggaruk janggut nya yang tak gatal.
Tak lama berselang seperti biasa pangeran Han datang menyambangi keluarga Lin.
“selamat pagi...” sapa pangeran Han dengan senyum ramah.
“ pagi pangeran...” jawab riang Lin dengan senyum
merekah.
Lee, Shon dan pangeran Han saling pandang.
“apa telingaku tak salah dengar atau kah mata ku yang mungkin sudah rabun?” tanya pangeran Han ragu.
“ kau tak salah lihat dan tak salah dengar” jawab Lee sinis.
“ apa ada hal baik yang terjadi yang tak kita ketahui..?. Shon menimpali.
Mereka bertiga terpaku tanpa mendapat jawaban dari rasa penasaran nya.
***
“ah.. Aku hampir lupa...” ucap pangeran Han yang
mengingat sesuatu.
”pendaftaran prajurit istana akan di laksanakan 3 hari dari
sekarang persiapkan diri kalian"
Shon dan Lee memang mempersiapkan diri mengikuti
tes prajurit istana Ghore. Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu nya dari
jauh hari sebelum mengenal pangeran Han.
“oiya aku tak melihat pangeran Kai beberapa hari ini. Apa
dia sudah pergi?“ tanya Shon penasaran.
“mungkin.. Di istana ku dia tak terlihat sejak beberapa
hari ini” ujar pangeran Han.
Sejak insiden hilang nya Lin beberapa waktu lalu membuat identitas Kai terbongkar. Dan membuat Pangeran Kai terpaksa tinggal di istana Ghore sebagai tamu kerajaan.
Namun sejak beberapa yang lalu pangeran Kai tak terlihat lalu lalang dalam istana.
Hal itu membuat pangeran Han mengira pangeran Kai sudah kembali ke kerajaan Ryeo.
Lin yang sedari tadi asyik dengan dunia khayal nya sendiri, mendekati pangeran Han.
“Kai dimana Kenapa hanya kau yang terus mendatangi
rumah ku?" tanya Lin ketus.
“yaaak, kau ini apa apaan.. Kau mencari orang yang tak
ada. Kau menyakiti hatiku Lin” ucap pangeran Han kesal.
“kalau ada ngapain ku cari” jawab Lin malas tau.
***
__ADS_1
Pangeran Kai pov
“ada pergerakan” lapor pengawal pribadi pengawal Kai.
“baiklah, persiapkan dirimu malam ini kita bergerak ? Perintah pangeran Kai pada pengawal nya.
“mari kita lihat siapa yang sangat menginginkan nyawa ku" ucap
pangeran Kai dingin.
Pangeran Kai sedang menyelediki kasus penyerangan yang di alami
nya tempo hari. Pangeran Kai curiga orang orang itu adalah pejabat korup kerajaan Ghore
yang tak ingin kerja sama antara kedua kerajaan terjadi.....
***
Malam pun tiba...
Terlihat beberapa pria berbaju hitam menutupi muka nya
menuju sebuah pondok yang masih dalam area kerajaan Ghore. Mereka terlihat
seperti melakukan sebuah pertemuan.
Kai dan pengawal nya mengintai pergerakan beberapa pria itu.
“terlihat seperti rencana pemberontakan..” ucap pangeran Kai.
“apa yang harus kita lakukan pangeran..?” tanya sang
pengawal.
”amati saja dulu..” jawab pangeran Kai datar.
Sepasang mata sedari tadi mengikuti kemana pun pangeran Kai pergi.
Pangeran Kai yang sedang berjalan di tengah gelap nya malam pun lengah.
Tiba -tiba..
“sraaaaat....” darah segar mengalir dari lengan kiri pangeran Kai.i
Sebuah tebasan pedang dari arah belakang. Darah mengucur cukup deras ke ujung jari nya.
Sambil memegangi sebelah tangan yang terluka pangeran Kai berjalan
mundur terseok.
Dilihat nya siapa yang menyerang nya. Dan ooh lagi lagi
seorang pendekar bayaran mengincar nyawa nya.
Adu pedang terjadi. pangeran Kai terluka parah dengan beberapa
luka sayat di tubuhnya. Dengan tenaga tersisa pangeran Kai berlari menuju rumah Lin.
Entah kenapa hanya Lin lah yang ada di pikiran nya saat itu.
“bruuuk...” pangeran Kai tumbang tepat di pekarangan depan rumah
Lin.
“suara apa itu..” batin Lin yang sedang berusaha
mencari jalan menuju ke pulau kapuk.
Sambil mata yang setengah ngantuk.
__ADS_1
“kreeeek” suara pintu di buka.
Di lihat nya sebuah gundukkan hitam di halaman depan
rumah nya.
“apa itu? tanya Lee yang tiba tiba sudah berada si samping
Lin.
Lin kaget.
Lin berdiri tepat di depan Lee sambil mengucek mata nya mencari keterangan dalam pandangan
yang sudah mulai kabur karena ngantuk.
“babi...” gumam Lin seenak nya yang masih dalam mode setengah sadar.
Lee menatap Lin heran. Mulut adik nya ini benar benar seperti asap tungku milik ibu
nya. Menguap seenak nya tanpa filter..
Mereka berdua berjalan mendekati gundukan hitam yang tampak tak jelas karna kurang nya cahaya penerangan malam.
"oomooo... Siluman.." ucap Lin tiba tiba sambil menghentikan langkah nya dan menarik lengan Lee yang berjalan di depan nya.
"yaaak yaaak yaaak.. Kau mulai lagi Lin..." ucap Lee sambil menjitak kepala adik nya.
"Aow.. Kakak" rintih Lin kesakitan.
"coba kakak lihat. Perhatikan lah **** itu menggunakan pakaian kak. Sambil menunjuk arah "****" yang di maksud Lin ".
"hanya siluman yang memakai pakaian manusia." imbuh Lin pasang tampang bodoh nya..
"kau yaaa... Lin.. Lin.. Mana ada **** menggunakan pakain manusia" ucap Lee makin kesal.
" ah.. Kakak tak tau saja.. Than ku juga memakai pakaian manusia" beo Lin yang masih bisa di dengar Lee.
"apa kata mu...?" tanya Lee yang tak yakin apa yang di dengar nya.
Belom mendapat jawaban dari Lin, tiba tiba...
"AAA.." teriak Lin sambil menutup mulut nya.
" **** nya bergerak kak..." sambil menujuk arah "****" itu.
"pangeran Kai... " ucap Lee yang akhirnya menyadari itu adalah pangeran Kai.
Di balik nya tubuh pangeran Kai yang penuh luka sayat.
"apa yang terjadi pangeran? tanya Lee berusaha mencari tahu. Belum sempat menjawab pangeran Kai keburu pingsan total.
"ah... Bukan **** ya. Ternyata Kai" Ucap Lin datar yang tak merasa khawatir sedikit pun.
Lee kemudian memepah Kai masuk ke rumahnya..
Disisi gelapnya hutan sekitar rumah Lin.
Sepasang mata mematikan memperhatikan Lin dan Lee yang menolong pangeran Kai.
"disitu kau rupanya bersembunyi" gumam pemilik mata mematikan sambil menatap punggung Lin yang mulai memasuki rumah.
Pemilik mata mematikan itu tersenyum iblis.
\=============================
happy reading all 🌷
__ADS_1