Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 8


__ADS_3


Selama seminggu pangeran Han terus datang ke rumah Lin sepagi mungkin.


Pangeran Han tak mau Kai lebih banyak menghabiskan waktu bersama Lin saat mata sedang terbuka.


Sebenarnya Han sudah mengajak Kai untuk ikut dengan nya ke istana dan akan di panggil kan tabin istana, tapi Kai menolak dengan alasan tak ingin terbiasa dengan segala yang berbau istana.


"ya... Kai akhirnya tau identitas Han yang seorang pangeran kerajaan Ghore".


"Kai, kaki mu sudah membaik...?" tanya Shon yang sedang membelah kayu bakar.


"hmmm"... Jawab Kai singkat yang kemudian melanjutkan aksinya menyusun kayu bakar yang sudah di potong Shon.


"kalau sudah sembuh bukan kah sebaiknya kau pulang, tidak kah kau pikir ibu mu pasti cemas. Kau kan menghilang sudah cukup lama".. Sahut pangeran Han ketus.


Kai hanya membalas dengan senyum malas.


***


Lin dan ibu nya pergi memetik beberapa buah yang lokasinya tak jauh dari rumah mereka.


"PRANK... PRANK... PRANK.. CRAAAASSH" suara pedang saling beradu.


"o'.. Apa mereka sedang main pedang - pedangan..?" beo Lin yang tak sengaja melintas dan melihat beberapa orang sedang bertarung.


Lin yang asik menonton aksi baku hantam antar pendekar itu pun tak sadar jika diri nya telah terpisah jauh dari ibu nya.


Masih asyik menonton.


DAN..


"siyuung.. Jlep.." sebuah pedang tertancap di pohon dekat Lin berada.


Dengan lincah Lin menghindari pedang salah sasaran itu.


Seorang pria berpakaian hitam dengan muka yang tertutup menyisakan mata nya itu pun kaget melihat Lin ada disitu.


Segera di bantainya kelompok yang berjumlah 5 orang itu.


Seorang diri.


"gawat... Ada nona Lin... Orang itu bisa murka jika terjadi sesuatu pada nona Lin " batin pria berbaju hitam.


Dengan cepat pria itu mengayunkan pedang nya mengenai sasaran.


Namun apalah daya.. Kelima orang lawan nya itu bukan lah orang biasa. Mereka pendekar bayaran dengan ilmu yang tak bisa di anggap remeh.


"Kalah jumlah.".

__ADS_1


Sang pria berbaju hitam tumbang saat melawan 3 orang tersisa.


Darah segar muncrat dari mulut pria berbaju hitam itu.


Dengan cepat salah satu pendekar yang masih berdiri tegak mengayunkan pedang nya ke arah pria berbaju hitam yang sudah tak berdaya itu.


"JLep...". Darah bercucuran.


Betapa terkejut nya...


Mata pria berbaju hitam itu terbelalak kaget.


Sebuah pedang tertancap tepat di jantung salah satu pendekar yang sedang mengayunkan pedang tadi.


Segera di tolehnya arah asal pedang itu,


"yes.... "girang Lin karna tepat sasaran.


" hah.. Nona Lin.. " batin pria berbaju hitam itu.


Menyadari satu pendekar yang lain kini menarget kan diri nya, Lin pun ketakutan dan berlari ke arah yang tak tentu semakin masuk ke dalam Hutan.


Pendekar bayaran itu mengejar Lin,


Lin yang lincah pun berlari begitu cepat menghindari pendekar itu.


UJUNG TEBING!!!.


Pendekar bayaran itu tertawa penuh kemenangan melihat Lin yang saat itu lebih mirip kelinci kejepit.


Tanpa belas kasih, pendekar bayaran itu mengayunkan pedangnya hendak menebas Lin.


"aaaaaaaaaaaaa"... Teriak Lin sembari melompat tanpa ragu.


"eomma.. Appa.... Kak Shon.. Kak Lee" gumanm Lin dalam hati dengan mata terpejam memilih terjun bebas mengindari tebasan salah satu pendekar..


***


Nyonya Hao berlari menuju rumah nya dengan kaki yang penuh luka. dia sudah tak berpikir lagi tentang diri nya


"Lee... Shon... Suamiku.. Suamiku.." teriak nyonya sambil berlari menghampiri suami dan anak laki - laki nya.


Shon dan Lee yang melihat kondisi berantakan ibu mereka pun dengan panik segera menangkap tubuh nyonya Hao yang hampir roboh karna Lemas.


Pangeran Han dan Kai ikut mendekati nyonya Hao.


"eooma.. Eoma.. Apa yang terjadi? " tanya Shon sambil memeluk ibu nya.


"Lin... Suamiku.. Lin... Suami ku.." ucap nyonya Hao cemas sembari meraih tangan suami nya.

__ADS_1


"dimana Lin eoma...?" tanya Lee tak kalah panik.


"Lin... Lin.. Sambil menunjuk arah hutan..." jawab nyonya Hao dengan sambil menangis.


"aakh...." teriak Lee sambil berlari ke arah Hutan dan diikuti pangeran Han juga Kai.


"appa... Tolong jaga eoma.. " mandat Shon pada ayah nya kemudian menyusul Lee, pangeran Han dan Kai.


***


"uuuuuukh... " rintih Lin yang menahan sakit pada pergelangan kaki nya yang terlilir.


"sudah mati kah aku... ? atau sekarat... ? celoteh Lin pada diri sendiri.


Diputar bola mata nya mengabsen sekeliling nya.


Pandangan Lin terhenti pada sesuatu yang menarik menurut Lin.


"tempat apa ini?"... Lin menatap sebuah lobang besar di hadapan nya.


Lin yang kemudian memaksa kan diri berdiri pun kemudian berjalan sambil menahan sakit di kakinya memasuki gundukan tanah yang berlubang besar itu.


Sebuah Goa.


Lin yang berjalan lambat pun akhirnya sampai didalam Goa.


Dilihat nya sebuah batu datar yang mirip tempat tidur atau kursi besar.


Lin kembali mengabsen sekeliling dalam Goa.


Tiba -tiba mata nya terhenti di sudut langit langit ruang itu.


"zzzssttt.... zzzssttt..." suara desisan yang cukup kuat memenuhi ruang hening goa itu.


Lin masih menatap takjub pada sudut langit goa itu.


"dasar manusia Lemah..!".. Terdengar suara seseorang meremeh kan.


Pandangan Lin yang tadinya terhenti dan hanya terpaku pada satu titik saja, tiba - tiba mulai kehilangan fokus nya.


Bola mata nya kini bergerak menyusuri sesuatu yang di yakini Lin unik.


"kau bicara padaku..?" tanya Lin yang saat ini menatap datar mata seekor ular berkaki raksasa yang bergelantungan di langit goa.


Lin yang sedari tadi terpaku menatap sudut langit itu, sebenarnya sedang menatap kagum pada seekor ular raksasa berkaki berwarna putih terang yang di kira Lin adalah sebuah patung batu berbentuk Ular.



bersambung....

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


happy reading all 🌷


__ADS_2