
Rumah Lin
Di meja makan.
Tampak pangeran Han dan pangeran Kai sedang duduk bersama
dengan Lee Than dan Lin. Tak ada suara dari kedua pangeran yang seharian
terkena serangan kejut itu.
Pangeran Han dan pangeran Kai benar – benar tampak syok
dengan kenyataan pahit tentang Than. Kedua nya bagai kehilangan jiwa dengan
sorot mata setengah tak percaya terus menatap Than.
Sementara itu.. Lin yang setengah tak waras jika sudah
berada di dekat Than tampak riang dan bahagia.
Sesekali Lin mengusap wajah pucat Than sembari tersenyum
penuh cinta. Orang buta pun dapat merasakan betapa Lin sangat mencintai Than.
Pangeran Han dan pangeran Kai yang melihat perlakuan Lin pada
Than merasakan sakit yang sama di dada mereka.
Lin yang notabenya sangat menyukai pria tampan memang selalu
bertindak ceroboh untuk mengekspresikan kekagumannnya. Namun dengan Than.. Lin
benar – benar terlihat murni. Tampak kekaguman yang berbeda dari cara Lin
memperlakukan Pangeran Kai dan pangeran Han di banding Than.
Pangeran Han dan pangeran Kai kalah telak kali ini.
“ah.. Lee lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya
pangeran Kai berusaha memecah hening.
“entahlah... Apapun itu yang pasti aku tak bisa meningalkan
Lin” jawab cepat Lee tanpa ragu menatap Lin.
“a.. Tapi aku tak mau meningalkan Than” jawaban tak terduga
__ADS_1
Lin yang berhasil membuat Lee meruncingkan bibir tipis nya.
“yak.. Lin. Sesuka itu kah kau pada Than. Aku ini kakak mu
loh” terang Lee protes.
“hih.. Kakak apa – apaan.Than kan suami Lin. Jadi Lin akan
selalu mengikuti kemana pun suami pergi” jawab Lin sembari tersenyum menatap
Than.
Than membalas senyuman Lin dengan wajah dingin nya.
***
ISTANA ULAR
“jadi.. Kau sudah melihat nya sendiri?” tanya ayah Thyu yang
mendengar penjelasan Thyu tentang kebangkitan airon dalam tubuh Lin.
“benar ayah.. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?”
“airon... Lin... Oh Dewa.. Takdir apa yang engkau mainkan
pada putra dan menantu ku?” keluh Ibunda Thyu meratapi nasib putra bungsu nya.
“lalu.. Kemana mutiara merah?” tanya paman Thyu yang juga
berada di ruangan yang sama.
“akutak merasakan keberadaan nya dalam tubuh Lin paman...
Kemungkinan airon memuntahkan nya keluar dari tubuh Lin” jelas Thyu menganalisa kemungkinan.
“hm... Benar. Tak mungkin kekuatan mutiara merah mampu
melawan hawa iblis Airon” ucap ayah Thyu
sambil mengusap dagu nya yang tak gatal.
Thyu, Paman dan ibunda Thyu pun menatap sang raja ular tanda
setuju dengan ucapan nya.
__ADS_1
***
Disisi lain...
ISTANA GHORE
“wah... Han.. Benarkah kami boleh tinggal disini?” tanya Lin
heboh melihat sekekeling istana pengawal yang akan di tempati nya bersama Lee.
“tentu saja...” jawab pangeran Han yang menemani Lin jalan –
jalan di sekitar istana pengawal.
Akhir pembicaraan di meja makan rumah Lin, Lee yang telah
mendaftarkan diri sebelumnya menjadi pengawal istana akhirnya di jadikan alasan
oleh pangeran Han agar mengikat Lin berada di bawah pengawasan nya.
Tentu saja hal itu di lakukan selain untuk melindungi Lin
dari incaran musuh yang belum di ketahui dari kubu mana, juga adalah akal bulus pangeran Han agar semakin dekat dengan Lin.
“baiklah Lin.. Kau di genggaman ku sekarang” batin pangeran Han cengar cengir menatap Lin.
Di lain sisi..
“kau pikir aku tak tau isi otak mu. Kupastikan rencanamu
takkan berjalan lancar” ucap pangeran Kai dalam hati sembari menatap tajam pangeran Han.
Dan sementara itu...
“BERANI MENDEKATI ISTRIKU.. KUMAKAN HABIS KALIAN BERDUA”
giliran Than mengomel dalam hati sembari menatap dingin kedua pangeran yang
tampak seperti buaya lapar hendak menerkam Lin.
\==================================
__ADS_1
Happy reading 🌷🌷🌷