Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
31


__ADS_3

Rumah Lin


Di meja makan.


Tampak pangeran Han dan pangeran Kai sedang duduk bersama


dengan Lee Than dan Lin. Tak ada suara dari kedua pangeran yang seharian


terkena serangan kejut itu.


Pangeran Han dan pangeran Kai benar – benar tampak syok


dengan kenyataan pahit tentang Than. Kedua nya bagai kehilangan jiwa dengan


sorot mata setengah tak percaya terus menatap Than.


Sementara itu.. Lin yang setengah tak waras jika sudah


berada di dekat Than tampak riang dan bahagia.


Sesekali Lin mengusap wajah pucat Than sembari tersenyum


penuh cinta. Orang buta pun dapat merasakan betapa Lin sangat mencintai Than.


Pangeran Han dan pangeran Kai yang melihat perlakuan Lin pada


Than merasakan sakit yang sama di dada mereka.


Lin yang notabenya sangat menyukai pria tampan memang selalu


bertindak ceroboh untuk mengekspresikan kekagumannnya. Namun dengan Than.. Lin


benar – benar terlihat murni. Tampak kekaguman yang berbeda dari cara Lin


memperlakukan Pangeran Kai dan pangeran Han di banding Than.


Pangeran Han dan pangeran Kai kalah telak kali ini.


“ah.. Lee lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya


pangeran Kai berusaha memecah hening.


“entahlah... Apapun itu yang pasti aku tak bisa meningalkan


Lin” jawab cepat Lee tanpa ragu menatap Lin.


“a.. Tapi aku tak mau meningalkan Than” jawaban tak terduga

__ADS_1


Lin yang berhasil membuat Lee meruncingkan bibir tipis nya.


“yak.. Lin. Sesuka itu kah kau pada Than. Aku ini kakak mu


loh” terang Lee protes.


“hih.. Kakak apa – apaan.Than kan suami Lin. Jadi Lin akan


selalu mengikuti kemana pun suami pergi” jawab Lin sembari tersenyum menatap


Than.


Than membalas senyuman Lin dengan wajah dingin nya.


***



ISTANA ULAR


“jadi.. Kau sudah melihat nya sendiri?” tanya ayah Thyu yang


mendengar penjelasan Thyu tentang kebangkitan airon dalam tubuh Lin.


“benar ayah.. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?”


“airon... Lin... Oh Dewa.. Takdir apa yang engkau mainkan


pada putra dan menantu ku?” keluh Ibunda Thyu meratapi nasib putra bungsu nya.


“lalu.. Kemana mutiara merah?” tanya paman Thyu yang juga


berada di ruangan yang sama.


“akutak merasakan keberadaan nya dalam tubuh Lin paman...


Kemungkinan airon memuntahkan nya keluar dari tubuh Lin” jelas  Thyu menganalisa kemungkinan.


“hm... Benar. Tak mungkin kekuatan mutiara merah mampu


melawan hawa iblis  Airon” ucap ayah Thyu


sambil mengusap dagu nya yang tak gatal.


Thyu, Paman dan ibunda Thyu pun menatap sang raja ular tanda


setuju dengan ucapan nya.

__ADS_1


***


Disisi lain...


ISTANA GHORE


“wah... Han.. Benarkah kami boleh tinggal disini?” tanya Lin


heboh melihat sekekeling istana pengawal yang akan di tempati nya bersama Lee.


“tentu saja...” jawab pangeran Han yang menemani Lin jalan –


jalan di sekitar istana pengawal.


Akhir pembicaraan di meja makan rumah Lin, Lee yang telah


mendaftarkan diri sebelumnya menjadi pengawal istana akhirnya di jadikan alasan


oleh pangeran Han agar mengikat Lin berada di bawah pengawasan nya.


Tentu saja hal itu di lakukan selain untuk melindungi Lin


dari incaran musuh yang belum di ketahui dari kubu mana, juga  adalah akal bulus pangeran Han agar semakin dekat dengan Lin.



“baiklah Lin.. Kau di genggaman ku sekarang” batin pangeran Han cengar cengir menatap Lin.


Di lain sisi..



“kau pikir aku tak tau isi otak mu. Kupastikan rencanamu


takkan berjalan lancar” ucap pangeran Kai dalam hati sembari menatap tajam pangeran Han.


Dan sementara itu...



“BERANI MENDEKATI ISTRIKU.. KUMAKAN HABIS KALIAN BERDUA”


giliran Than mengomel dalam hati sembari menatap dingin kedua pangeran yang


tampak seperti buaya lapar hendak menerkam Lin.


\==================================

__ADS_1


Happy reading 🌷🌷🌷


__ADS_2