Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
30


__ADS_3

Masih di gubuk Lin


“Hallo para pangeran .” sapa Lin dengan senyum misterius


yang cantik.


Pangeran Han dan pangeran Kai yang masih belum menerima


perubahan fisik Lin tak menjawab sapaan Lin. Kedua pangeran hanya melongo


menatap Lin yang terlihat berbeda namun tetap cantik. Malahan bisa dikatakan


perubahan fisik LIn yang kini bag dewi kematian yang menonjolkan  garis tegas kecantikan membuat Lin semakin


hot dan mempesona.


“yak.. Han.. Kai.. kalian berdua liat apa?” ucap Lin kesal


karena merasa jadi tontonan.


Mendengar bentak kan Lin yang cukup keras ternyata berhasil


membuat kedua pangeran kembali ke alam sadar nya.


“ah.... Lin.. Maafkan aku.. Aku tak bermaksud buruk padamu..


Aku hanya belum terbiasa dengan penampilan mu yang sekarang” ucap Pangeran Han


terbata-bata.


Lin tak menanggapi ucapan pangeran Han. Sedetik kemudian...


“dan kau...” Lin menatap tajam pangeran Kai...


Pangeran Kai terkejut.


“ah.. Aku.. Sejujurnya aku kurang lebih saja dengan pangeran


Han. Tapi lebih jujur lagi, aku terpesona karna kau benar – benar berbeda. Kau


.. Sangat cantik Lin..” ucap pangeran Kai tanpa ragu.


Dan ya.. Betapa bodoh nya mulut tanpa filter pangeran Kai..


“Dzztt... Dzzttt.. Dzzt...” Than berdeesis keras sekali. Tampak


amarah membara karena rasa cemburu yang ter gambar jelas dari keras nya


desisan nya.


Pangeran Kai dan pangeran Han yang tak tahu apa – apa tentang


Than pun melonjak kaget karena desis ular kecil yang melingkar di tangan Lin.


“wao.. Wao.. Lin..” teriak reflek pangeran Han sembari


melonjak dari bangku nya.


Pangeran Kai malah sudah berdiri menjauh dari kursi yang

__ADS_1


tadi di duduki nya.


Pangeran Kai menelan ludah kasar. Pangeran kai keringat


dingin.


Masih dengan rasa takut dan terkejut yang belum usai.


Giliran pangeran Han yang membuat ulah.


“Lin.. Itu.. Tidakkah sebaiknya kau lepaskan ular di tangan


mu itu. Kasihan dia tampak menderita di tangan mu. Sebaiknya kau lepas saja.


Mungkin dia merindukan istri nya di luar sana. Seperti kau yang merindukan mu.


Kasihan ular itu Lin... Kulit pucat nya bukti dia menderita melingkar di tangan


mu” ucap pangeran Han yang terlihat ketakutan namun sok tahu.


Dan.. “JEDAR”...


Mendengar ucapan mendadak pangeran Han, Lee yang tau perangai


Than melotot kan mata nya lebar.


“dasar kedua pangeran bodoh ini.. Benar- benar tak


ter selamatkan mereka berdua” batin Lee tepok jidat sambil menatap pangeran Han


dan pangeran Kai yang pasang tampang bayi polos minta di tampol.


“dzzt... Dzzt.. Dzzt..” desis Than yang terbakar api cemburu


makin keras.


Sedetik kemudian... Betapa terkejut nya pangeran Han dan


pangeran Kai.. Sebuah cahaya biru putih bercampur angin pusar yang menyilaukan


mata mereka menyelimuti tubuh Lin.


Pangeran Han dan pangeran Kai yang tak pernah melihat


fenomena seperti itu nyaris ter pental keluar rumah Lin.


“BRUAK...” pangeran Han tempias menghantam diding pintu.


“ Han...” teriak pangeran Kai sembari melirik pangeran Han


yang terlempar namun tak sampai jatuh.


Tiba-tiba...


“siyuuuuung... Cling!!!” cahaya menyilaukan bercampur angin


berputar berhenti mendadak.


Dan betapa terkejut nya pangeran Han dan pangeran kai yang

__ADS_1


melihat sosok pria berambut putih nan tampan muncul dari balik cahaya yang


hampir meremukkan tubuh mereka.


Pangeran Han membeku. Syok.


Tapi tidak dengan pangeran Kai... Dengan rasa takut yang


masih tersisa. Dengan keberanian yang di paksa kan. Pangeran Kai menghunus


pedang di tangan nya  dari sarung nya.


“Kau... Kau.. siapa?” tanya cepat pangeran Kai sembari


menodongkan pedangnya ke arah pria berambut putih uban itu.


Than tak bergeming. Than terdiam menatap tajam pangeran


Kai..



“ku tanya kau sekali lagi.. Siapa kau.. Dan mengapa kau


disini?” tanya pangeran Kai berulang.


Than pasang wajah datar tanpa ekspresi... Sedetik kemudian...


“Yak.. Kai.. Kau apa – apan?”. Bentak Lin yang muncul dari


balik tubuh pria berambut putih itu.


Pangeran Kai kaget dengan teguran Lin.


Pangeran Han masih tak berkutik.


“kau mau jadikan aku janda muda ya?” beo Lin tampak kesal.


“HAH”.. Seru pangeran Kai tak mengerti ucapan Lin.


Pangeran Han makin syok. Lee hanya senyam senyum tak tau


harus apa.


“ah.. Lupa. Kenal kan.. ini Than.. Syei Than..”



“SUAMIKU”


\=================================


LIKE LOH!!!.


KOMENT JUGA!!!


DAN...


HAPPY BACA!!!

__ADS_1


__ADS_2