
Kerajaan ular
"Ribut sekali, ada apa ini?".
Seorang wanita yang terlihat tak muda lagi muncul. Sangat cantik dan mempesona. Kulit nya pucat dengan warna mata indah serasi dengan gaun sutra hijau yang di pakai nya. Rambutnya tergerai dengan mahkota indah di kepalanya. Sungguh menawan.
Lin menoleh menatap pemilik suara merdu itu. Di lihat nya saksama pemilik suara itu.
Mata Lin terbelalak.
"waaaaaaaaaah... Kau sangat cantik" gumam Lin pada wanita cantik berkulit pucat itu.
Mendengar pujian Lin sang wanita pun salah tingkah.
"ekhem.. " sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"eemmm... Ngomong - ngomong siapa gadis kecil ini?" tanya wanita itu sambil mendekati Lin.
Sampailah dimana wajah mereka berhadapan. Mata mereka beradu.
Tak berapa lama sontak wanita itu mundur mendadak. Terkejut.
"Mata itu" batin wanita pucat itu yang mengetahui siapa gadis kecil dihadapan nya.
Dilihat nya Than dan Thyu yang berada tak jauh dari Lin berdiri.
"Jadi, pengantin siapa ini?" tanya wanita itu tegas yang masih menatap tajam ke dua pria tampan di samping Lin.
Lidah Than kelu. Hingga akhirnya Than hanya mengangkat tangan nya pelan.
__ADS_1
Lin yang melihat Than ketakutan pun segera ambil tindakan.
"yaaak, nyonya. Kenapa kau membentak suami ku. Apa kau tak takut pada nya. Suami ku itu pangeran. Dan ayahanda nya raja di kerajaan ini" ucap Lin bermaksud membela Than dan menggertak wanita di hadapannya.
Than dan Thyu terkejut mendengar Tingkah Lin melawan wanita cantik itu.
Than dan Thyu keringat dingin. Tanpa sadar mereka menekan ludah kasar.
"Matilah kau Than... " gumam Thyu lirih.
"Kak... Tamat lah riwayat ku" jawab Than penuh sesal.
Paman Than dan Thyu yang menyaksikan ulah Lin tersenyum geli.
Wanita cantik itu bukanlah wanita sembarangan yang bisa Lin hadapi dengan otak dangkal nya itu.
Mendengar pembelaan Lin terhadap Than, wanita itu merasa ter tantang akan sikap Lin yang tak kenal takut.
"hhmmm... Jadi laki - laki itu suami mu dan dia pangeran kerajaan ini. Sangat berkuasa ya berarti" ucap wanita itu mengejek.
"Tentu" ucap Lin tanpa ragu. Namun sedetik kemudian Lin kembali bergumam .
"Jadi nyonya kau tak boleh membentak suami ku ya. Suamiku itu pangeran yang sangat disayangi mertua ku. Kau tak boleh melakukan itu lagi. Kalau tidak mertua ku akan memakan mu" Ucap Lin menakut nakuti.
Wanita itu memutar bola mata nya ke arah Than dan Thyu. Tatapan membunuh yang tak biasa seolah ingin memakan kedua bocah bodoh yang sedari tadi membatu itu.
"Sebegitu hebat kah mertua mu" tanya wanita itu lagi penasaran.
"Tentu saja.. Mertuaku adalah raja dan ratu kerajaan ini. Mereka sangat kuat jadi kau jangan coba - coba atau kau tau sendiri akibat nya" ucap Lin makin sok tau.
"hmm.. Aku sangat takut. Baiklah aku tak akan menyakiti mereka lagi. Tapi ngomong - ngomong, seperti nya kau sangat mengenal mertuamu ya" tanya wanita itu ingin tahu.
"eemmm..." Lin tampak ragu.
__ADS_1
"Sebenarnya aku belum pernah bertemu mertua ku. Apa yang ku katakan padamu sebenarnya hanya apa yang ku percayai tentang mereka".
"hmm.. Jadi maksudmu? ucap wanita cantik itu tak mengerti.
"Mertua ku adalah orang tua Suami dan kakak ipar ku. Lihatlah mereka berdua sangat tampan dan sangat Baik padaku. Pasti mertuaku juga orang yang rupawan dan penuh kasih sayang".
"Begitulah keyakinan ku terhadap mereka" jawab Lin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Mendengar jawaban Lin... Tiba-tiba membuat seseorang terbahak-bahak.
"Ha ha ha.. " tawa keras seseorang yang entah sejak kapan sudah berada di dekat wanita itu.
Lin makin bingung.
"Tuan, tidak kah kau merasa tak sopan. Kau menertawakan siapa. Kami kah? tanya Lin kesal.
Than dan Thyu yang tadinya membeku kini retak.
"TAMATLAH kau Than" ucapThyu kembali mendramatisir keadaan.
" sampai jumpa lagi di kehidupan selanjutnya kak" jawab Than serasa di ujung tanduk karna ulah konyol Lin.
Sambil memeluk tubuh wanita di dekat nya, si pria yang tertawa tadi berkata :
"selamat datang"
"MENANTUKU"
Mendengar itu Lin membeku.
\==================================
__ADS_1
HAPPY READING ALL 🌷