Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 28


__ADS_3

Rumah Lin


Sudah 2 malam berlalu sejak


kepulangan Lin yang mendapati kematian orang tua dan kakak nya di rumah mereka


sendiri.


Malam itu, Than dan Thyu tampak


membicarakan sesuatu yang penting di ruang tengah rumah Lin.


Sementara Lee setia menjaga Lin yang


belom juga sadarkan diri. Lee menatap sendu wajah Lin yang terlihat pucat.


“ Lin, bangunlah. Aku tak sanggup


melewati ini sendiri “ gumam Lee sedih.


Than dan Thyu yang memiliki


pendengaran tajam seekor ular mendengar ucapan Lee yang terdengar lemah.


Than san Thyu saling pandang.


“kak, jadi bagaimana sekarang ?”


tanya Than tak tau harus berbuat apa.


“jika benar Lin adalah Airon, maka


semua akan sulit mulai saat ini. Lalu, kemana mutiara iblis ular merah pergi?” ucap Thyu menimbulkan pertanyaan baru.


Than tak tau harus menjawab apa.


Than hanya mengangkat kedua pundaknya sembari menatap polos Thyu.


“tapi kak, orang – orang yang


membunuh Nyonya dan Tuan Hao kurasa bukan lah orang biasa. Apa kau tak merasakan aura ilmu hitam dari jasad mereka?”.


Thyu tak langsung menjawab. Sambil mengusap bibir ranum nya Thyu tampak berpikir keras.

__ADS_1


“hm. . .aku juga merasakan nya,


mungkinkah ini ada hubungan nya dengan Lin. Siapa dia yang menyadari keberadaan


Lin lebih dulu dari kita. Bisa dipastikan dia bukanlah orang yang bisa kita


remeh kan. Baiklah, aku akan pulang dan menemui ayahanda,  kau tetaplah disini berjaga” ucap Thyu


setengah memerintah.


Than yang mengerti, mengangguk.


Thyu segera berpamitan pada Lee dan


bergegas menemui orang tuannya.


***


Disisi lain,


“apa . . .  Kapan kejadiannya ? “ tanya pangeran Kai yang


mendapat laporan tentang kematian nyonya dan tuan Hao.


" apa maksud ucapan mu?. Apa yang terjadi pada nyonya dan tuan Hao? " pangeran Han meminta penjelasan.


Pangeran Kai menatap pengawal nya salah tingkah.


Pangeran Han kesal.


" Kai " bentak pangeran Han geram.


Pangeran Kai yang tertangkap basah akhirnya menceritakan berita kematian orang tua Lin.


Pangeran Han terkejut bukan main. Wajahnya memucat.


Tubuh pangeran nyaris roboh, namun pengawal pangeran Han segera menangkap nya.


" ini semua salah ku, andai aku tak mengajak Lin bersamaku, andai aku lebih kuat, semua ini takkan terjadi " pangeran Han meracau, merasa bersalah.


Pangeran Kai hanya menatap wajah penyesalan pangeran Han.


***

__ADS_1


" Lin... " panggil Than lembut.


Lin seolah tak mengenali Than dan Lee.


Lin yang tersadar dari pingsan nya, berubah menjadi orang lain.


Kematian orang tua dan kakak nya menjadi pukulan hebat yang membangkitkan jiwa ini iblisnya.


Sorotan mata Lin kosong. Wajahnya terlihat sendu.


Takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kan, Than dan Lee tak melakukan kontak fisik dengan Lin.


Than dan Lee hanya menatap setiap gerak gerik Lin.


Lin beranjak dari dipan nya. Dengan wajah sedih, Lin yang menatap kosong pekarangan rumahnya, berjalan menuju teras.


Seketika hujan turun cukup deras, seolah tau kesedihan Lin.


Wajah sendu Lin di guyur hujan. Lin menangis pilu. Airmata tertutup oleh deras nya hujan.


" eoma, appa... Kak Shon " batin Lin mengingat keluarga nya yang tewas mengenaskan.



Than dan Lee menatap Lin sedih.


" Lin...." panggil Lee sembari terus menatap Lin.


" istri ku...." panggil Than sembari mengulurkan tangan nya ke arah Lin.


Lin yang mendengar panggilan kedua pria tampan di hadapan nya menatap sayu Lee dan Than. Seolah tersadar akan tatapan polos dari kedua pria tampan di hadapan nya,Lin tiba - tiba tersenyum paksa.



"kakak... "


" suami ku " ucap Lin menahan air matanya.


\==================================


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


Bintang 5 yak 😁

__ADS_1


Happy reading all 🌷


__ADS_2