Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 29


__ADS_3

Rumah Lin


“ makan lah yang banyak sayang, kau


tidur cukup lama. Peliharaan mu di perut pasti berubah kurus seperti mu.


Lin tersenyum sambil menyantap makan


malam yang Lee siapkan.


Than terus berada di sisi Lin. Tak beranjak


sedikit pun dari Lin. Than terus menatap wajah cantik Lin yang terlihat


menikmati makanan nya.


“  MARI KITA MENIKAH LIN !!! ’’ ucap Than tiba – tiba


yang berhasil membuat Lin tersedak dan batuk – batuk. Lin menatap Than tak


mengerti. Lee ikut menatap Than bingung.


“ suamiku, kau bicara apa?’’ tanya Lin


yang tak paham ucapan Than.


“ mari kita lakukan upacara


pernikahan yang sesungguhnya’’ Than menyempurnakan ucapan nya.


Lin dan Lee saling pandang. Tampak wajah


bingung dari keduanya yang tak tau harus menjawab apa.


“ baiklah, mari kita melakukan


upacara pernikahan yang sesunguh nya !!!’’ jawab Lin terlihat yakin.


Lee hanya tersenyum mendengar ucapan


Lin.


“ aku mengikuti saja, asal Lin


bahagia aku tak akan melarang apa pun yang di ingin kan nya’’ ucap Lee sembari


mengusap lembut kepala adik cantik nya yang berubah fisik namun tetap bersifat


Lin yang polos.


Ya, penampilan Lin tak lagi sama


dengan Lin adik Lee dulu. Semenjak menggila nya Lin akibat kematian orangtua


dan kakak nya, Lin yang lepas kendali tanpa sadar membangkitkan jiwa Airon yang


selama ini tertidur damai dalam tubuh nya.


Lin yang tadinya berambut hitam


berwajah polos, kini memiliki paras tegas yang mematikan. Bola matanya yang


terkadang berganti warna membuat penampilan Lin yang tak biasa justru makin


terlihat tak wajar. Rambutnya berubah merah darah. Lin yang kini terlihat tak


seperti manusia normal membuat Lee khawatir.


“ apa kau masih berpikir dia Lin, adikku?’’


tanya Lee pada Than sambil menatap Lin yang sudah berdamai dengan mimpi nya.


Than tak langsung menjawab. Than lalu


memandang wajah Lin sendu.


“ Lin tetap lah Lin bagiku. Kau pun


tau, aku juga bukanlah makhluk yang wajar seperti kalian. Jika kenyataan nya kini

__ADS_1


Lin berubah menjadi makhluk setengah iblis, tapi perasaan ku padanya takkan


berubah sedikit pun’’ jawab Than yang tak melepas pandang dari Lin.


Lee kini menoleh menatap Than datar.


“ betapa beruntungnya Lin mendapat


kan pria seperti mu’’ Lee memuji ketulusan Than.


Than hanya membalas ucapan Lee


dengan senyuman.


Pembicaraan kedua pria tampan beda


dunia itu berakhir khidmat.


***


Pagi hari


“ Lin... Lin... ’’ seseorang


berteriak dari pekarangan rumah Lin sambil langsung masuk rumah.


“ pangeran Han... pangeran Kai’’


seru Lee yang melihat pangeran Han datang bersama pangeran Kai.


“ Lee, bagaimana keadaan Lin ‘’


tanya pangeran Han tampak panik.


Sedangkan pangeran Kai yang


menyembunyikan raut khawatir nya terlihat mengabsen seisi ruang rumah Lin.


Belum sempat Lee menjawab.


“ kau apa – apa an Han, bikin ribut


saja di rumah ku pagi – pagi ’’ Lin muncul sambil menggendong Than yang berubah


Pangeran Han yang terkejut melihat


kemunculan Lin kemudian beralih fokus memandang Lin.


“Lin. . . “ seru pangeran Han


sembari memeluk tubuh Lin.


Lin terkejut pangeran Han


memeluknya, sementara Than yang melilit di lengan Lin terus mendesis seolah


sedang memaki pangeran Han yang meluk-meluk tubuh istri nya seenaknya.


“ dzzztt... Dzztt... Dzzttt.. ( kurang ajar, berani nya dia memeluk istri ku. Akan kumakan pangeran sinting


ini) ’’ Than ngomel – ngomel.


Lin yang mengerti apa yang Than


ucapkan dalam wujud ular nya pun tertawa geli merasa lucu.


Pangeran Han yang merasa Lin malah


menertawakannya melepas pelukan nya.


Sedetik kemudian, mata pangeran Han


membesar sembari menatap Lin.


Pangeran Han kemudian menoleh menatap pangeran


Kai. Dan ternyata pangeran Kai terlihat sudah cukup lama terpaku menatap Lin


dengan mata yang juga melebar tanda tak percaya.

__ADS_1


Pangeran Han beralih menatap Lin,


gadis cantik yang membuat nya hampir gila.


“ Lin... Ram... But mu... ’’ ucap pangeran Han pelan dan lambat.


Lin tak menjawab. Lin terlihat


senyum –senyum sendiri ( padahal sedang mendengar Than ngomel–ngomel cemburu).


Lee yang menyadari Lin sedang


berbicara dengan Than, tak menanggapi pangeran Han.


“ ah, pangeran Han silakan duduk dulu “ ucap Lee memecah hening suasana kaku itu.


Pangeran Han yang masih terpaku tak


mengindahkan ucapan Lee.


Lee yang sadar pangeran Han berubah tuli, memepah


tubuh pangeran Han ke bangku reyot di ruang itu. Pangeran Kai yang sedikit lebih


sadar, mengikuti pangeran Han duduk menghadap Lin.


Lin yang tak mempedulikan pangeran


Han dan pangeran Kai, sibuk bermain dengan Than dalam wujud ular kecil.


“ ddzzttttt. . . .ddzzzttttt . . .


dzztttt. . . .( liat tuh, apa – apaan mereka melihat mu seperti itu. Aku tak


suka pada mereka berdua. Akan kumakan saja keduanya) ’’ Than terus mengomel


seperti ibu – ibu.


“ kik.... Kik... Kik...” Lin


cekikikan sambil mengusap lembut tubuh ular Than.


Pangeran Han dan pangeran Kai terus


menatap Lin seolah tak percaya apa yang di lihat nya.


Lee yang mengerti arti pandangan


aneh kedua pangeran pun berusaha memecah kecanggungan yang terjadi.


“ ah, silakan di minum pangeran teh


nya’’ ucap Lee menyodorkan secangkir teh hangat pada kedua pangeran.


Pangeran Han dan pangeran Kai tak


merespon. Lee tampak kesal. Lee yang memasang wajah masam nya beralih menatap


Lin.


“ dzzztt... Dzzttttt.. Dztzzzttttt ( cepat liat Lee, atau aku akan di jadikan ular panggang )” ucap


Than yang tau Lee kesal karena Lin terus bermain dengan nya.


“ kik... Kik... Kik...”  Lin cekikikan.


“ huh “ Lin buang napas besar.



“ baiklah... HALLO PARA PANGERAN“ sapa Lin sembari tersenyum tipis menatap kedua pangeran yang belum mendapat jawaban.


\==================================


Vote bintang 5 yak 😉.


Like👍.


Koment✌️.

__ADS_1


And 💗.


Happy reading all 🌷


__ADS_2