
Rumah Lin
“ makan lah yang banyak sayang, kau
tidur cukup lama. Peliharaan mu di perut pasti berubah kurus seperti mu.
Lin tersenyum sambil menyantap makan
malam yang Lee siapkan.
Than terus berada di sisi Lin. Tak beranjak
sedikit pun dari Lin. Than terus menatap wajah cantik Lin yang terlihat
menikmati makanan nya.
“ MARI KITA MENIKAH LIN !!! ’’ ucap Than tiba – tiba
yang berhasil membuat Lin tersedak dan batuk – batuk. Lin menatap Than tak
mengerti. Lee ikut menatap Than bingung.
“ suamiku, kau bicara apa?’’ tanya Lin
yang tak paham ucapan Than.
“ mari kita lakukan upacara
pernikahan yang sesungguhnya’’ Than menyempurnakan ucapan nya.
Lin dan Lee saling pandang. Tampak wajah
bingung dari keduanya yang tak tau harus menjawab apa.
“ baiklah, mari kita melakukan
upacara pernikahan yang sesunguh nya !!!’’ jawab Lin terlihat yakin.
Lee hanya tersenyum mendengar ucapan
Lin.
“ aku mengikuti saja, asal Lin
bahagia aku tak akan melarang apa pun yang di ingin kan nya’’ ucap Lee sembari
mengusap lembut kepala adik cantik nya yang berubah fisik namun tetap bersifat
Lin yang polos.
Ya, penampilan Lin tak lagi sama
dengan Lin adik Lee dulu. Semenjak menggila nya Lin akibat kematian orangtua
dan kakak nya, Lin yang lepas kendali tanpa sadar membangkitkan jiwa Airon yang
selama ini tertidur damai dalam tubuh nya.
Lin yang tadinya berambut hitam
berwajah polos, kini memiliki paras tegas yang mematikan. Bola matanya yang
terkadang berganti warna membuat penampilan Lin yang tak biasa justru makin
terlihat tak wajar. Rambutnya berubah merah darah. Lin yang kini terlihat tak
seperti manusia normal membuat Lee khawatir.
“ apa kau masih berpikir dia Lin, adikku?’’
tanya Lee pada Than sambil menatap Lin yang sudah berdamai dengan mimpi nya.
Than tak langsung menjawab. Than lalu
memandang wajah Lin sendu.
“ Lin tetap lah Lin bagiku. Kau pun
tau, aku juga bukanlah makhluk yang wajar seperti kalian. Jika kenyataan nya kini
__ADS_1
Lin berubah menjadi makhluk setengah iblis, tapi perasaan ku padanya takkan
berubah sedikit pun’’ jawab Than yang tak melepas pandang dari Lin.
Lee kini menoleh menatap Than datar.
“ betapa beruntungnya Lin mendapat
kan pria seperti mu’’ Lee memuji ketulusan Than.
Than hanya membalas ucapan Lee
dengan senyuman.
Pembicaraan kedua pria tampan beda
dunia itu berakhir khidmat.
***
Pagi hari
“ Lin... Lin... ’’ seseorang
berteriak dari pekarangan rumah Lin sambil langsung masuk rumah.
“ pangeran Han... pangeran Kai’’
seru Lee yang melihat pangeran Han datang bersama pangeran Kai.
“ Lee, bagaimana keadaan Lin ‘’
tanya pangeran Han tampak panik.
Sedangkan pangeran Kai yang
menyembunyikan raut khawatir nya terlihat mengabsen seisi ruang rumah Lin.
Belum sempat Lee menjawab.
“ kau apa – apa an Han, bikin ribut
saja di rumah ku pagi – pagi ’’ Lin muncul sambil menggendong Than yang berubah
Pangeran Han yang terkejut melihat
kemunculan Lin kemudian beralih fokus memandang Lin.
“Lin. . . “ seru pangeran Han
sembari memeluk tubuh Lin.
Lin terkejut pangeran Han
memeluknya, sementara Than yang melilit di lengan Lin terus mendesis seolah
sedang memaki pangeran Han yang meluk-meluk tubuh istri nya seenaknya.
“ dzzztt... Dzztt... Dzzttt.. ( kurang ajar, berani nya dia memeluk istri ku. Akan kumakan pangeran sinting
ini) ’’ Than ngomel – ngomel.
Lin yang mengerti apa yang Than
ucapkan dalam wujud ular nya pun tertawa geli merasa lucu.
Pangeran Han yang merasa Lin malah
menertawakannya melepas pelukan nya.
Sedetik kemudian, mata pangeran Han
membesar sembari menatap Lin.
Pangeran Han kemudian menoleh menatap pangeran
Kai. Dan ternyata pangeran Kai terlihat sudah cukup lama terpaku menatap Lin
dengan mata yang juga melebar tanda tak percaya.
__ADS_1
Pangeran Han beralih menatap Lin,
gadis cantik yang membuat nya hampir gila.
“ Lin... Ram... But mu... ’’ ucap pangeran Han pelan dan lambat.
Lin tak menjawab. Lin terlihat
senyum –senyum sendiri ( padahal sedang mendengar Than ngomel–ngomel cemburu).
Lee yang menyadari Lin sedang
berbicara dengan Than, tak menanggapi pangeran Han.
“ ah, pangeran Han silakan duduk dulu “ ucap Lee memecah hening suasana kaku itu.
Pangeran Han yang masih terpaku tak
mengindahkan ucapan Lee.
Lee yang sadar pangeran Han berubah tuli, memepah
tubuh pangeran Han ke bangku reyot di ruang itu. Pangeran Kai yang sedikit lebih
sadar, mengikuti pangeran Han duduk menghadap Lin.
Lin yang tak mempedulikan pangeran
Han dan pangeran Kai, sibuk bermain dengan Than dalam wujud ular kecil.
“ ddzzttttt. . . .ddzzzttttt . . .
dzztttt. . . .( liat tuh, apa – apaan mereka melihat mu seperti itu. Aku tak
suka pada mereka berdua. Akan kumakan saja keduanya) ’’ Than terus mengomel
seperti ibu – ibu.
“ kik.... Kik... Kik...” Lin
cekikikan sambil mengusap lembut tubuh ular Than.
Pangeran Han dan pangeran Kai terus
menatap Lin seolah tak percaya apa yang di lihat nya.
Lee yang mengerti arti pandangan
aneh kedua pangeran pun berusaha memecah kecanggungan yang terjadi.
“ ah, silakan di minum pangeran teh
nya’’ ucap Lee menyodorkan secangkir teh hangat pada kedua pangeran.
Pangeran Han dan pangeran Kai tak
merespon. Lee tampak kesal. Lee yang memasang wajah masam nya beralih menatap
Lin.
“ dzzztt... Dzzttttt.. Dztzzzttttt ( cepat liat Lee, atau aku akan di jadikan ular panggang )” ucap
Than yang tau Lee kesal karena Lin terus bermain dengan nya.
“ kik... Kik... Kik...” Lin cekikikan.
“ huh “ Lin buang napas besar.
“ baiklah... HALLO PARA PANGERAN“ sapa Lin sembari tersenyum tipis menatap kedua pangeran yang belum mendapat jawaban.
\==================================
Vote bintang 5 yak 😉.
Like👍.
Koment✌️.
__ADS_1
And 💗.
Happy reading all 🌷