
"Liiiiin..." teriak nyonya Hao yang melihat anak nya pulang.
"Eomaaa... Lin rindu.. ". Beo manja Lin sambil memeluk tubuh ibu nya.
" Lin... ". Panggil Lee dengan mata berbinar.
" Kakak... "... Seru Lin sambil menubruk tubuh Lee erat.
" Kulihat kau makin gemuk. Apa pangeran Han memberimu makan seperti ****". Ejek Lee..
"Yaak.. Kakak. Mana ada **** secantik adik mu ini". Jawab Lin kesal.
"Sudah... Sudah.. Ayo makan". Nyonya Hao melerai pertengkaran ringan anak - anaknya.
"Lin... Bagaimana kabar pangeran Han dan Kai...?. Shon bertanya sambil menyantap hidangan diatas meja.
"Tak tau". Jawab singkat Lin dengan mulut penuh makanan.
"Kau kabur... ". Tanya Lee curiga.
" Tak lah.. ". Jawab Lin malas.
" Lalu... ". Tanya Lee lagi.
" Kubilang tak tau. Aku tak melihatnya sejak tubuhku di bawa lari nenek Ular berambut merah waktu itu". Jawab Lin mulai kesal.
Nyonya dan Tuan Hao saling pandang. Lee dan Shon memandang Lin bergantian.
"Nenek Ular... ". Gumam Lee lirih sambil menatap aneh Lin yang asik menyantap makanan nya.
" Hm.. Tapi sudah mati. Aku membunuh nya". Jawab Lin datar masih enak makan.
Nyonya Hao dan Tuan Hao menatap anak cantik nya aneh.
Shon yang merasa suasana meja makan berubah aneh memulai drama nya.
"Aaaaaaa.. Nenek ular yang kau maksud.. Berarti nenek dari suami mu yang ular itu ya ". Ucap Shon ragu ragu sambil menatap Lee dan kedua orang tuanya main mata.
Lee dan kedua orangtuanya yang mengira ucapan Lin bercanda pun mengikuti alur drama yang Shon mainkan.
" Aaaaaaa.... Nenek ular itu... ". Ucap Lee mengikuti permainan Shon sambil menatap Shon salah tingkah.
" O... Aku sampai lupa. Aku punya suami". Ucap Lin tersadar dan menghentikan aksi makan nya.
__ADS_1
Lin meletakkan alat makan nya. Dan berpamitan lagi untuk menemui "suami" nya.
"Nak.. Berhati hatilah.. Jangan sampai ketahuan. Jangan membuat adikmu marah. Kau mengerti kan". Ucap nyonya Hao menepuk pundak Lee yang hendak mengikuti Lin.
"Hm.. ". Jawab singkat Lee beranjak pergi.
\=\=\=\=\=
Hutan terlarang.
Lee mengikuti Lin hingga memasuki hutan terlarang tempat dimana Than berada.
Lin berjalan begitu santai dan menghiraukan Lee yang mengikuti nya.
" WUUUUUZZZZ.... ". Tiba tiba angin kencang menghadang jalan Lee yang mengendap - endap di balik pohon.
Lee mampu menahan tekanan angin misterius yang datang tiba tiba itu...
" zzzzttttt.... Zzzzttttt.... Sreeeeekkk.... Sreeeeekkk.... Zzzzttttt.... Zztt.... ". Muncul seekor ular besar bermata merah menghadang Lee.
Lee terkejut bukan main. Tubuhnya bergetar. Matanya tak berkedip. Bibirnya kelu.
" Siii.. Siiiluman". Gumam Lee berkeringat dingin.
Lee yang menyaksikan Lin berbicara dengan ular itu menatap adiknya heran.
"Lin..". Panggil Lee.
"O.. Kakak. Sedang apa kau di situ. Oo kakak lagi main sama kakak Hian Thyu ya". Ucap Lin sok tau.
"Lin.. Kau bicara pada Silu Man besar ini". Tanya Lee ragu - ragu.
Lin menatap polos Thyu yang berwujud ular.
"Em.. ". Lin mengangguk polos.
" Dia kah suami yang kau bicarakan " Lee kembali bertanya tak yakin.
" Ahhh.. Kakak Hian Thyu bukan suamiku. Suamiku lebih cantik dari nya. Namanya Syei Than". Jawab polos Lin tanpa dosa.
Lee menenggak ludah kasar.
"Oh Tuhan.. Adikku jadi gila setelah masuk istana. Akan ku potong - potong kedua pangeran sialan itu kalo ketemu". Batin Lee menyesal.
__ADS_1
"Kak Hian_Thyu.. Mana suamiku. Kau tak bersama nya kah.. ?. Tanya Lin menatap polos Ular besar bermata merah di hadapan nya.
Tak berapa lama...
"Sreeeeekkk.... Shreeek... Zzzzttttt... Zzzzttttt.. ". Seekor Ular besar lain muncul di hadapan Lee dan Lin.
Lee sesak nafas... Tubuhnya roboh. Mata nya melotot seakan hendak loncat. Keringat jagung membasahi baju nya. Lee syock.
"Suamikuuuu....".. Lin loncat kegirangan. Sambil berlari memeluk tubuh Ular Than yang sangat besar.
"Yaaaak.. Suamiku kau tambah gemuk ya. Tubuh mu ini aku tak bisa memeluknya. Seperti nya kau ular obesitas ya". Ucap Lin tanpa dosa sambil memandang tubuh besar Than.
"Liiiiiin.....". Panggil Lee sekuat tenaga.
"Omoo.. Kakak". Lin berlari ke arah Lee dan menolongnya berdiri.
"Lin.. Kau Lin adikku kan". Tanya Lee takut salah orang.
"Kakak.. Apa apaan kau itu. Aku Lin kak. Adikmu". Jawab Lin meyakinkan kakak nya.
Lee menatap tajam kedua ular berukuran di luar nalar manusia itu. Lin memandang kakak nya dan mengerti isi otak Lee hanya dengan melihat ekspresi nya.
"Yang hijau itu suamiku. Yang merah itu kakak iparku". Jelas Lin cepat sambil menunjuk kedua Ular besar di hadapan nya polos.
Lee menatap tak percaya adiknya. Lee makin syok. Lee menutup mata. Lee pingsan seketika.
"Yaah.. Kakak tidur. Mungkin terlalu bermain dengan ku tadi. Iya baiklah tak apa. Tidur ya kak. Lin jagain kok". Beo Lin tak tau situasi dan tak tau diri.
Than dan Thyu saling pandang dalam wujud Ular mereka.
"otak Istrimu.. Benar - benar cuma seperempat ya. Kakak nya pingsan melihat wujud kita dikira tidur karna lelah bermain". Ucap Thyu telepati.
"Malah mungkin aku curiga isi kepalanya otak kosong kak.. ". Dengus Than penuh penyesalan.
" YAK... KALIAN MEMBICARAKAN KU YA". Lin berteriak marah. Wajah Lin merah padam menatap Thyu dan Than.
"Gawat aku lupa dia istri langitmu. Bisa membaca pikiran kita". Gumam Thyu baru ingat.
"Mampus aku. Kak Selamatkan aku.. Nyawa ku di ujung tanduk".. Than memelas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading all 🌷
__ADS_1