
Kerajaan Ghore
Di istana Pangeran Han.
Pangeran Han tampak gelisah.
"Syuuuung... Bruuk" Seorang pria berpakaian serba hitam menutupi seluruh badan, hanya menyisakan sepasang mata nya yang terlihat. Lengkap dengan berbagai senjata rahasia terselip di pinggang nya. Tak lupa sebuah pedang panjang di tangan nya.
"Bagaimana?" tanya pangeran Han pada pengawal bayangan nya yang tiba - tiba muncul dan bersujud di hadapan nya.
"Pangeran Kai terluka parah dan berada di gubuk nyonya Hao" lapor pengawal bayangan itu
"siapa pelaku nya? jika di lihat dari ilmu silat pangeran Kai para pejabat korup itu tak mungkin bisa melukai nya." tanya pangeran Han sembari berasumsi.
"Seorang pendekar bayaran" jawab pengawal bayangan.
"Seorang pendekar bayaran ya. jadi para pejabat korup bodoh itu sudah menjadi pintar sekarang. Mereka bahkan berani menyewa para pendekar untuk melenyapkan para pangeran. Benar - benar rencana pemberontak an yang licik" gumam pangeran Han.
Masih sambil mondar mandir sembari salah satu tangan nya memegangi dagu nya yang tak gatal dan satu lagi ter-lipat ke belakang.
"Baiklah tetap awasi pergerakan mereka dan dapatkan daftar sekte perguruan yang bekerjasama melawan pemerintahan" perintah pangeran Han mengakhiri perbincangan mereka.
"Syuung "pengawal itu meloncat dan hilang dari pandangan mata.
Tak lama berselang pangeran Jie muncul tergesa - gesa.
"Han.. Han... " teriaknya sambil berlari cukup kencang.
Pangeran Han yang baru saja menerima laporan pengawal bayangan nya kaget mendengar teriakan pangeran Jie. Pangeran Han segera bergegas menuju ruang tengah istana nya..
"ada apa... Kenapa kau terlihat begitu panik?"
Tanya pangeran Han sembari mendekati pangeran Jie.
"Sebuah dekret istana, menyatakan pernikahan mu dengan putri Ming" ucap pangeran Jie dengan nafas yang menderu.
"APA?" teriak pangeran Han kaget. Mata nya melotot tak percaya apa yang di dengar nya.
Belum selesai mengekspresikan keter-kejutan nya. Seorang Kasim istana kaisar membawa sebuah Gulungan berisi perintah kaisar memasuki ruang istana pangeran Han.
Pangeran Han dan Pangeran Jie menerima titah kaisar berisi rencana pernikahan putri Ming dengan pangeran Han.
Pangeran Han sangat marah, pangeran Han tak ingin menikahi putri Ming.
Pangeran Han kemudian bergegas menemui ayahanda nya dan mengajukan protes.
***
Dalam istana kaisar Ghore
"HAN, pangeran Han!!! " teriak kaisar membentak pangeran Han yang menolak perjodohan nya.
Sambil melipat kedua tangannya sejajar jidat dan tertunduk.
__ADS_1
"Maafkan hamba yang mulia tetapi hamba tak mencintai putri Ming. Putri Ming sudah seperti adik bagi hamba". jelas pangeran Han menolak secara halus.
Merasa titah nya tak di patuhi, Kaisar naik pitam. Mata nya merah padam menatap sang putra.
Melihat emosi kaisar yang hampir meledak permaisuri pun berusaha melerai pertengkaran anak dan ayah itu.
"Putra ku, katakan yang sejujurnya. Apakah kau mencintai gadis lain?" permaisuri tiba -tiba bertanya sesuatu tanpa basa basi.
Kaisar naik darah.
"Siapa pun yang kau cintai, aku hanya akan merestui putri Ming sebagai ratu mu" ucap tegas Kaisar dengan nada tinggi.
"yaaak, yaaak, yaaak... Suami ku kau bicara apa itu !" ucap permaisuri sambil menatap marah suaminya.
Melihat tatapan membunuh dari istri nya, sang kaisar ter-tunduk lesu.
Benar benar tak diduga, sang kaisar yang begitu gagah dan di hormati ternyata sangat takut pada istri nya.
Menyadari Ibunda nya lebih berkuasa, pangeran melanjutkan drama nya..
Pangeran Han berjalan mendekati ibunda nya,
"eoma.... " panggil manja pangeran Han dengan puppy eyes nya sembari memeluk kaki ibunda nya yang sedang duduk di samping ayahanda nya..
Dielus nya kepala sang putra.
"Jadi, katakan siapa gadis yang membuat mu menolak seorang putri Ming yang terkenal akan kecantikan nya" ucap sang permaisuri.
Kaisar yang merasa kalah dari putra nya hanya melirik kesal kearah putra nya yang ber manja - manja di pelukan istri nya.
"eem.. " jawab pangeran Han sambil mengangguk lugu.
"Lebih cantik dari putri Ming" tanya permaisuri lagi sambil melirik putra nya.
"em.. " jawab singkat pangeran Han yang masih memeluk kaki ibu nya.
"secantik itu kah dia. Baiklah bawa dia menghadap ibunda mu ini" pinta permaisuri.
Dengan senyum semringah pangeran Han yang merasa lolos dari cengkraman perjodohan meloncat dari duduk nya dan mencium pipi Ibunda nya..
"Muuach..."
"Baiklah, aku mencintai mu eoma " seru pangeran Han girang bukan main.
Kemudian menatap ayahanda nya dengan wajah penuh kemenangan dan berlalu pergi.
***
Dalam hutan terlarang
Lin Dan Than berjalan beri-ringan menuju istana keluarga Than.
Sepanjang perjalanan Than dan Lin tampak sangat Bahagia, senyum tak lepas dari wajah keduanya. Sesekali Than mencium kepala Lin sangking bahagianya.
__ADS_1
Tiba - tiba...
"yaaak, adik ipar... Sebegitu suka kah kau pada adikku hingga tak mau melepas tangan nya.
Di atas, matahari sangat panas tak ada yang akan menyakiti mu.
Kau takut apa. Jalan saja gandengan terus" ucap kakak Than kesal melihat dua sejoli yang tak menganggap nya ada.
Lin melirik acuh.
"Wlek.." ejek Lin sambil menjulurkan lidah nya.
Melihat itu...
"Haiss.." dengus kesal kakak Than sambil mengeratkan bibir nya dan mengepalkan tangan ke arah Lin.
Langkah Lin tiba - tiba terhenti. Lin berbalik menghadap kakak Than. Than bingung dengan sikap Lin yang mendadak berhenti.
Kakak Than pun sama terkejut nya. Langkah kakak Than terhenti mendadak. Tubuh nya menegang.
Lin menatap tajam kakak Than. Sambil menggaruk dagu nya yang tak gatal.
"Kakak ipar, siapa nama mu?" tanya Lin penasaran.
Kakak Than yang sedari tadi menegang karena sikap Lin yang aneh pun tertawa terbahak - bahak.
"Haa haa haa" tawa kakak Than merasa Lin lucu.
"Baik lah adik ipar mari kita berkenalan secara resmi" ucap kakak Than sambil mengulurkan tangan nya.
Lin menyambutnya.
"Xian Thyu" ucap kakak Than bangga menyebut nama nya.
"owh, Hian Thyu.." ucap Lin datar pasang tampang Blo'on nya.
"Yaaaak, LiLiN.. Xian yaaaa Xiaan... " ucap Thyu kesal Lin salah mengucapkan nama nya.
Lin yang memutar bola mata nya dan menggaruk kepala nya yang tak gatal tersadar Thyu mengejek nama nya.
"Yaak... Hian Thyu.. Namaku Olin bukan Lilin".
ucap Lin kesal.
"yaak... Yaak.. Lilin" Thyu kesal.
"yaaak.. Hian Thyu.." Lin tak kalah kesal.
Than hanya menggelengkan kepala nya, Melihat tingkah dua orang yang disayangi itu seperti Bocah yang tak dewasa..
__ADS_1
\=================
happy reading all 🌷