Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 19


__ADS_3

Lin.


Sepanjang perjalanan pulang, Lin tampak lesu dan tak bersemangat. Than yang merasa aneh pun bertanya pada Lin.


"Kau aneh. Tak kulihat senyum mu sejak kita keluar istana tadi?" ucap Than penasaran.


"Em, tak ada. Aku baik - baik saja" jawab Lin berusaha santai.


"Kau marah padaku, adakah kesalahan yang tak sengaja ku lakukan?"tanya Than bingung dengan sikap Lin.


Lin menghentikan langkah nya. Dan menatap Than sedih.


Lin terdiam sesaat, seolah ingin mengatakan sesuatu tapi takut untuk mengatakannya.


Bibir Lin serasa terkunci. Sambil meremas jari - jari kuku nya. Lin memberanikan diri membuka mulutnya.


"Suamiku, jika suatu saat nanti aku berubah dan berbuat jahat padamu. Bisa kah kau yang membunuh ku saja. Aku tak mau mati di tangan orang lain. Aku takut jika mereka akan membuat kematian ku terasa sakit. Aku tak menyukai itu. Aku hanya menyukaimu. Jadi bisakah kau melakukan nya untuk ku" ucap Lin sendu. Lin terus memikirkan kutukan yang ada pada diri nya.


Than terkejut dengan ucapan Lin. Than tak menyangka Lin berpikir sejauh itu. Dilihatnya wajah kekasih nya itu. Diraihnya kasar tubuh kecil Lin. Dipeluk nya erat seakan tak ingin melepaskannya lagi. Air mata Than tak sadar membasahi pipi pucat nya.


"Kau bicara apa sayang, aku tak mungkin membunuh mu. Tidak juga ku biarkan siapapun menyakiti mu. Tidak akan" ucap Than yang masih memeluk erat tubuh Lin.

__ADS_1


Lin mendongak kan wajah nya yang masih di pelukan Than. Dilihatnya wajah kekasihnya yang pucat itu.


"Kau menangis?" tanya Lin sambil mengusap pipi pucat Than yang basah.


"Aku menyukai mu Than. Aku sungguh - sungguh menyukai mu. Aku tak mau melukai siapa pun. Apalagi dirimu. Tapi kutukan ini aku bahkan tak tau kapan dia akan mengambil alih tubuhku" ucap Lin sedih sekali.


Than tak ingin mendengar celoteh Lin yang menyakitkan hati nya itu. Than menyambar kilat bibir lembut Lin untuk membungkamnya.



"Hentikan. Kau tak akan mati atau melukai ku. aku akan melindungi dengan nyawaku Lin. Aku mencintai mu. Jika kau mati aku pun tak mau lagi hidup di dunia ini. Aku akan mengikuti mu kemana pun kau pergi. Aku mencintai mu Lin" cap Than sembari menyentuh pipi cubi Lin.


"Ukh... " tiba - tiba Lin merintih kesakitan sambil menyentuh dadanya. Tampak sesuatu berwarna merah bersinar dari dalam dada Lin.


"Lin.. Lin.. Lin.. Kau kenapa sayang?" Than panik.


"Ukh.... Ukh... Ukh..." suara rintihan Lin makin menjadi. Tampak terasa amat sakit sesuatu di dadanya itu.


Than terus memegangi tubuh Lin yang sedikit membungkuk karena menekan rasa sakit di dadanya. Lin terlihat sangat kesakitan.


Mata Lin berubah merah padam. Otot - otot di wajahnya tampak jelas seperti garis sebuah peta. Mata Than membulat sempurna melihat perubahan Lin.

__ADS_1


"Aaaaaakh... " teriak Lin di sembari merentangkan tangannya seperti melepas semua beban. Tubuh Lin diselimuti cahaya merah menyala.


"CLING..." seketika muncul sosok menakjubkan dari balik cahaya yang menyelimuti tubuh Lin tadi.


Seorang gadis berambut merah tergerai dengan warna mata seperti rambutnya. Bibirnya merah darah, berkulit pucat dan memiliki sorot mata yang tajam. Benar - benar cantik yang sempurna. Namun tampak mematikan.


Than tak berkedip. Tubuh Than membeku. Aura mengerikan terpancar dari gadis berambut merah itu.



"IBLIS..." gumam Than tanpa sadar. Tubuh Than serasa tak bisa di gerakan.


"Sangat Kuat". Batin Than.


Sambil menatap Than gadis bersorot mata tajam itu tersenyum sinis. Dan berkata :


"Hai, SUAMIKU?".


\=================================


happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2