Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 13


__ADS_3

Pagi di gubuk tuan Hao


“kau sudah bangun?” tanya nyonya Hao.


“minum lah”.. sembari menyodorkan ramuan obat.


“terima kasih nyonya, aku berutang nyawa 2 kali pada


keluarga mu!” ucap pangeran Kai sungkan.


“sudahlah, luka mu cukup parah. Beristirahat lah agar


lekas pulih" ucap nyonya Hao kemudian pergi.


Tak berselang lama Lin masuk ke kamar pangeran Kai sambil


menyodorkan apel hutan.


“makan lah” ucap Lin ketus.


Pangeran Kai yang tadi nya berbaring pun mengubah posisi


tubuh nya duduk.


“uukh” rintih nya.


“terima kasih Lin" sambil menerima apel hutan pemberian Lin.


“hmmmm”  gumam Lin.


“ngomong-ngomong kenapa kau bisa sampai terluka parah


begitu semalam. Apa kau punya musuh?” tanya Lin penasaran.


“aku tak merasa memiliki musuh, tapi dengan posisi ku yang


seorang pangeran tentu saja banyak yang mengincar nyawa ku hanya untuk tahta" jawab pangeran Kai menjelaskan.


“kan yang raja ayahanda mu, kenapa nyawa mu yang di


incar?" tanya Lin penasaran.


“untuk menggulingkan tahta seorang raja bukan kah akan


lebih mudah menghabisi dahulu pewaris mahkota nya” jawab Kai kembali menjelaskan.


“apa itu berlaku bagi semua pangeran?” tanya Lin


lagi.


“hmmm, sepertinya begitu!" jawab Kai.


“tak enak ya jadi pangeran, nyawa nya selalu dalam bahaya” gumam Lin


dengan wajah sedih nya.

__ADS_1


“ah tidak juga... Kami para pangeran tentu saja sudah di


bekali ilmu bela diri dan sastra untuk melawan politik para pemberontak yang


berniat menggulingkan tahta.


“terus kau merasa mampu gitu? ucap Lin meremehkan.


“melindungi diri mu sendiri saja kau berakhir di rumah ku


2 kali, lantas bagaimana kau akan melindungi ratu mu?” imbuh Lin ketus.


Kai terdiam. Apa yang di katakan Lin benar. Pangeran Kai merasa


Lemah. Seandainya dia lebih kuat semua hal buruk tak mungkin menimpa nya.


“Yasudah lah aku akan mencari tanaman obat buat mu, kau


istirahat lah”. Lin kemudian berlalu pergi.


***


Hutan terlarang.


“Than.... Than... Than....” Lin meneriaki nama kekasih


nya.


Tapi Than tak kunjung menampakkan batang hidung nya. Lin kesal.


“Syeeeeeiiii Than..” Lin berteriak sekeras keras nya.


Tiba – tiba...


pohon besar yang ada di belakang Lin.


Lin yang mendengar suara itu tersenyum sambil berbalik


badan, Lin berjalan mengendap – endap dengan posisi tangan yang hendak


mengagetkan si penyebab suara.


Dan...


“ahaaaaa... Kau ketangkap” kata Lin yang mengira


menangkap basah Than..


Sedetik kemudian mata Lin membulat sempurna, mulut nya


mengangah membentuk huruf “O”, langkah nya berjalan mundur perlahan.


Betapa terkejut nya Lin, itu bukan Than. Sebuah Ular


raksasa sebesar ukuran Than muncul dari balik pohon besar itu.

__ADS_1


Berbeda dengan Than, ular raksasa itu berwarna hijau terang dan memiliki mata yang sama dengan warna kulit nya.


Ular raksasa itu mendekati Lin. Kkini mata mereka beradu. Betapa


kaget nya ular raksasa itu kala menatap mata Lin.


Sedetik tampak warna mata yang tak lazim pada manik mata Lin.


“mata itu...” gumam ular besar itu.


Tiba – tiba...


“BUUUAK.....”  sedetik kemudian tubuh ular hijau yang terkejut itu terpental ke belakang cukup jauh...


Tubuhnya menghantam sebuah Pohon tua yang berukuran cukup


besar.


ular itu kembali


ke posisi siap menyerang.


Lin yang tak mengerti keadaan tampak bingung.


“hais, yaaak kau. Kau mengagetkan ku saja”. Ucap Lin


kesal.


Ular besar bermata merah menyala itu pun terkejut bukan kepalang.


Bagaimana tidak. Seorang bocah manusia yang tak ada takut takut nya


melihat wujud ular nya dan kini sedang memarahi nya.


“dzzzzztttttt.... Dzzzzzztttttt...” ular itu berdesis.


“dasar bocah manusia tak tau diri, sudah mau mati masih


saja sok berani”. Gumam ular besar bermata merah itu.


“yaaak, kau mengancam ku kah?” ucap Lin yang masih


tampak kesal.


Lagi lagi ular besar itu terkejut bukan main.


“dia mengerti ucapan ku” gumam ular bermata merah itu dalam hati.


"siapa bocah ini dan mata itu... Kenapa dia memilikinya?" ular besar itu kembali berbicara dalam hati...


“menariiiik...”


”dzzzzzzttttttttt... Dzzzzzttttttttttt.......”


__ADS_1


\=============================


happy reading all 🌷


__ADS_2