Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 22


__ADS_3

Kerajaan ular Than.


Tampak keluarga Than sedang diskusi serius.


"Jadi kau sudah melihat nya?" tanya ayah Than penasaran mendengar penjelasan Than iblis merah di tubuh Lin telah bangkit.


"Aku tak pernah menyangka adikku memilih tubuh istri putra ku yang bahkan pilihan langit". Gumam ibunda Than penuh sesal.


"Jadi ayah.. Ibu... Apakah ada cara agar Lin lepas dari jiwa iblis pendendam itu?". Tanya Than cemas.


"Pada dasarnya, kita bangsa ular yang terlatih hidup ribuan tahun. Soal kemampuan kita tak kalah dengan para abadi ilmu putih. Tapi soal kutukan... " ucapan ayah Than terhenti.


"Soal kutukan, harga yang harus di bayar tidaklah murah" saut paman Than menjelaskan.


Than dan Thyu saling pandang. Mereka tak mengerti maksud ucapan paman nya.


"Maksud paman?" tanya Thyu penasaran.


"Nyawa untuk nyawa. Mutiara ular merah yang tertanam di tubuh Lin adalah mutiara kutukan yang sudah pasti kekuatan dendam nya sangat kuat. Hanya dengan menghancurkan wadah yang menampungnya kita bisa memusnahkan isi nya. Dengan kata lain...."

__ADS_1


"Lin harus MATI" saut Thyu menyela penjelasan paman nya. Dan berhasil membuat Than membeku.


"Tidak... Tidak paman... Ayah...Ibu... Pasti ada cara lain kan. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Lin, apalagi sampai harus mati. Tidak... Tidak ayah.. Ibu..". Ucap Than yang terlihat bingung.


Ayah dan ibu Than yang melihat putra nya terlihat sedih pun saling pandang.


"Kau pasti sangat mencintai Lin". Batin ibunda Than sembari menatap sendu putra nya yang tampak tergoncang.


"Sebenarnya ada satu cara lagi untuk memusnahkan mutiara kutukan itu!" ucap paman Than kembali memberi harapan.


Ayah dan Ibu Than memandang tajam paman Than. Seolah tatapan mereka mengartikan agar paman Than tak membuka mulut nya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Kail sudah terlanjur di lempar dan umpan telah di makan.


"Paman.. Benarkah paman. Ada jalan lain memusnahkan kutukan itu dan Lin tetap hidup" ucap Than penuh harap.


"Katakan paman... Akan kulakukan semua asal Lin tetap hidup" imbuh nya lagi.


Paman Than yang terlanjur bicara pun menatap ayah dan ibu Than penuh sesal. Ketiganya kini saling pandang. Thyu yang menyadari pandangan ketiga orang itu mengerti pastilah itu juga bukanlah cara mudah.


"Paman... Ku mohon katakan lah paman. Aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk Lin paman. Maka kumohon katakan lah paman.. Tolong katakan.." Than memohon tanpa sadar air mata nya mengalir seolah membuktikan hati nya begitu terluka.

__ADS_1


Paman Than masih masih terdiam. Than yang kalut kemudian membentak kasar pada Paman nya.


"PAMAN..." teriak Than.


"Gunakan mutiara jiwa mu menggantikan Lin". Gumam ayah Than tiba - tiba.


Than yang mendengar itu pun syok. Genggaman tangan nya pada paman nya terlepas. Kaki Than tampak kehilangan daya hanya untuk sekadar menopang tubuh nya. Matanya memandang sendu wajah ayah nya.


Thyu yang kaget pun menatap kedua orang tuanya heran. Paman Than tertunduk penuh sesal.


"Ibu... Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang sepi, aku merasakan takut kehilangan seseorang. Dan kini aku harus menerima kenyataan hidup nya dalam bahaya karena dendam di masa lalu bangsa ku. Tapi sekali pun aku menyelamatkan hidup nya kami tetap tak bisa bersama.Kematian tetap memisahkan kami. Ibu...Aku tak bisa hidup tanpa Lin Ibu... Tapi jika aku menggantikan kehidupan Lin.. Bagaimana Lin akan hidup tanpa ku Ibu... Ibu.... Aku mencintai Lin ibu... Aku mencintai nya... aku mencintai nya Ibu... ". Gumam Than syok. Jiwa nya benar - benar terguncang.


Mendengar ucapan Than yang begitu menyakitkan Ibunda Than kemudian berlari memeluk Than erat. Tangis Than pecah di pelukan ibunya.



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2