Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 16


__ADS_3

Kerajaan Ular


"Waaaaahh"... gumam Lin yang takjub akan keindahan istana Ular milik Than.


Lin berlari kecil kesana kemari sambil menyentuh ukiran - ukiran berbagai jenis ular kecil yang ada di dinding ruang istana.


Disentuhnya patung Ular yang cukup besar yang ada di salah satu sisi ruang mewah itu.



"waaaaaaaah" sru Lin sambil menyentuh patung ular besar yang menurut Lin unik. Tak berapa lama patung ular besar itu bergerak.


"dzzzssttt... Dzzssssttttt..." desis ular besar sembari mengeratkan lingkaran tubuh besar nya.


Lin yang melihat hal itu mundur berapa langkah ke belakang, mata nya menatap tajam patung Ular yang bergerak meliuk-meliuk dihadapan nya itu. Tak terlihat rasa takut dari wajah nya.


Tiba - tiba,


"Wao.." Lin meloncat loncat girang sambil bertepuk tangan.


Than dan Thyu yang melihat hal itu dibuatnya terkekeh.


Ular besar yang menyaksikan itu pun merasa aneh akan sikap Lin yang dianggap nya tak normal.


Dengan gerak cepat.


"Syuuuut..." kepala ular besar itu sudah berada tepat di depan wajah Lin.


"dzzztttt... Dzztttttt..." ular itu mendesis di hadapan Lin.


Lin terkejut. Lin terdiam. Mata Lin menatap tajam mata Ular besar itu. Beberapa detik mata mereka beradu.


Dan...


"BUAAAK..." tubuh ular besar itu terpelanting ke belakang. Ular besar itu terlihat kesakitan. Tubuh besar nya bergerak membentuk sebuah lingkaran. Kepala nya yang terlihat pusing akibat terpelanting kembali mendongak.


Than dan Thyu tertawa geli.


Melihat kedua orang bersaudara itu menertawakan nya, ular besar itu terlihat marah.


Angin kencang bercampur cahaya berwarna hitam merah menerpa tubuh Lin Dan kedua orang bersaudara itu.


Dan..


"Syuuung... Cliing..." muncul seorang pria gagah terlihat lebih tua dari Than dan Thyu berbaju hitam dengan rambut tergerai.

__ADS_1



 


"Waaaow tampan..." gumam Lin tanpa sadar.


Lin terpesona.


Sambil terus menatap wajah rupawan si pria yang baru muncul itu,


Than dan Thyu yang mendengar hal itu saling pandang. Dengan gerakan Cepat kilat Than dan Thyu menghampiri Lin.


Than memeluk Lin, dan Thyu berada di depan Lin menghadang Lin yang terlihat akan memulai aksi gila nya.


Lin sangat menyukai pria tampan. Kebiasaanya saat melihat pria tampan adalah secara reflek menyentuh wajah pria tampan itu dan menggerayangi nya.


Dan orang yang di hadapan mereka bertiga ini bukan lah orang yang bisa Lin sentuh sembarangan.


Lin meronta. Merasa aneh dengan sikap Than dan Thyu Lin pun mengumpat kesal.


"oo ho... Apa - apaan kalian ini.. Kalian menghalangi pandangan ku. Aku tak bisa melihat jelas wajah paman tampan itu" ucap Lin sambil meronta.


Pria berbaju hitam yang mendengar ucapan Lin pun menatap Lin tajam. Lebih tepat nya menatap mereka bertiga tajam.


Than dan Thyu tertekan.


"Kak, selamat kan kami. Kami belum bulan madu.." ucap Than meminta perlindungan.


"yaaaaak Than, kau bicara apa" Lin merasa aneh pada ucapan Than.


Lin melihat Than dan Thyu bergantian.


"Haiis.." ucap Lin sambil melonggarkan pelukan Than.


Lin yang sudah lepas dari dekapan Than pun berjalan melewati Thyu dan mendekati pria yang terlihat sedang marah itu dengan santai nya.


Mata kedua nya beradu. Mereka saling tatap.


Than dan Thyu keringat dingin.


"ekhem... Hallo paman tampan. Kenalkan namaku Lin. Senang berjumpa dengan mu" ucap Lin menyapa tanpa rasa takut.


Merasa ketidakbiasaan sikap Lin yang tak ada takut - takut nya pada nya.


Pria yang terlihat akan meledak itu kemudian benar-benar meledak.

__ADS_1


"HUA... HAA... HAA... HAAA... " tawa keras pria itu pecah se jadi-jadi nya.


Than dan Thyu saling pandang, karna pria sangar dihadapan mereka itu bukan lah pria yang mudah tertawa. Bahkan Than dan Thyu belom pernah melihat tawa lepas nya seperti itu.


Lin merasa aneh.


" Paman tampan apa yang kau tertawakan? " tanya Lin penasaran.


"haa... Haaa... Haa.. Jadi pengantin siapa kau ini? tanya pria itu menyudahi tawa nya sembari beralih menatap kedua pria tampan yang sedari tadi terlihat tegang itu.


Lin yang mendengar pertanyaan paman tampan itu segera menjawab.


"aaaaaaaaa... Bukan - bukan.. Syeiii Than lah suami ku dan lelaki di samping nya itu kakak nya yang berarti kakak ipar ku. Hian Thyu" ucap Lin polos.


Lagi - lagi Lin membuat pria itu tertawa geli..


"haa haa haa.. Jadi sekarang nama kalian Syeii Than dan Hian Thyu ya. Apa kata rakyat kalian jika nama kedua pangeran nya diubah oleh seorang manusia. Lebih tepat nya seorang bocah kecil. Haa haa haa..." ucap pria itu masih tertawa geli.


"yaaaaak... Lin lihat apa yang kau lakukan" Thyu marah.


Bukan menanggapi kemarahan Thyu, Lin justru tertarik pada satu kata yang di ucapkan paman tampan itu.


"Pangeran.." gumam Lin menatap Than dan Thyu Bingung.


"kau tak memberitahu nya".. Thyu menyikut Than.


Than hanya tersenyum,


Lin kembali berbalik ke arah pria tadi.


"jadi paman tampan apakah kau kaisar Ular? Suami dan kakak ipar ku terlihat takut padamu?" tanya Lin penasaran.


"kau terus menyebut Than suami mu, apakah kau tau siapa suami mu itu?" pria itu kembali bertanya pada Lin tanpa menjawab pertanyaan Lin.


"Yaaaaak, paman tampan kan aku dahulu yang bertanya padamu"ucap Lin kesal.


"Suami ku ular cantik dan juga aku baru tau dia pangeran Ular, berarti aku istri pangeran ular" jawab Lin tanpa seenak udelnya.


"Sudah kan, sekarang giliran mu menjawab ku paman" ucap Lin masih kesal.


"ular cantik ya... Hmmmm... Baiklah... Aku bukan kaisar tapi aku adalah jendral di istana ular ini. Dan paman kedua bocah bodoh itu yang berarti aku adalah...


"paman mertua" mu.


\=============

__ADS_1


happy reading all 🌷


__ADS_2