Pengantin Kaisar Ular

Pengantin Kaisar Ular
Episode 27


__ADS_3

Rumah nyonya Hao


Pagi itu dirumah nyonya Hao semua tampak normal.


Nyonya Hao yang seperti biasa menyibukkan diri di dapur. Sementara tuan Hao terlihat sibuk menjemur tanaman obat nya.


Tampak Shon sedang menyiapkan kayu bakar yang telah habis persediaan.


"Wuusssss.... Wuusssss.... ". Suara angin yang cukup kencang.


Shon dan tuan Hao yang berada di luar rumah merasakan ada yang tak beres dengan arah angin sekitar rumah mereka.


Benar saja, sekelompok orang berbaju hitam berterbangan dari balik pohon sekitar rumah nyonya Hao.


Shon dan tuan Hao terkejut. Merasakan ada yang salah, Nyonya Hao berlari keluar rumah.


Betapa terkejutnya nyonya Hao melihat sekelompok orang berbaju hitam masing - masing memegang sebuah pedang di tangan mereka.


Nyonya Hao ketakutan. Keringat dingin membasahi baju nya.


Sekelompok orang yang entah datang dari mana itu menyerang Shon dan tuan Hao yang memang sudah terkepung.


Shon yang memegang sebatang kayu melawan setiap serangan orang berbaju hitam yang memegang sebuah pedang.


"Orang - orang ini terlatih". Batin Shon.


Seseorang dari kelompok itu maju dan mengayunkan pedangnya hendak menebas leher Shon. Tapi dengan cepat Shon meraih sebuah kampak yang tadi dipake ya membelah kayu.


Percikan api kecil muncul akibat gesekan kedua besi tajam itu.


"Duak..."


Shon terdorong dan kemudian tersungkur akibat tendangan kuat lawan nya.


Nyonya Hao yang melihat pertarungan singkat Shon lemas. Tuan Hao mendekati istri nya.


" istriku... Istriku... ". Panggil tuan Hao sambil memeluk erat tubuh istri nya.


" sreet.... Sreet.... "..


" ukh... ".. Mata nyonya Hao melebar.


" ukh... ". Rintih tuan Hao masih memeluk tubuh istri nya.


" sreeeeet.... Sreeeeet.... ".


Nyonya Hao dan tuan Hao kena tebas. Shon yang sibuk menghadapi beberapa dari mereka tak memperhatikan kedua orangtuanya.


" Eomaaa..... Appaaaaaa.... ". Teriak Shon yang melihat tubuh koyak orang tuanya yang di tebas lebih sekali.


Tangis Shon pecah. Shon lengah.


" sreeeeet.... Sreeet... ". Dada dan Punggung Shon robek. Tubuh Shon tumbang. Kedua lututnya menjadi tumpuan terakhir nya.

__ADS_1


Dengan linangan airmata Shon menatap tubuh koyak kedua orang nya yang tewas masih dalam posisi berpelukan.


" jleb.... ". Shon muntah darah, sebuah pedang menembus perut nya.


Shon tersungkur di tanah. Pandangan nya mulai kabur. Mata nya mulai menutup.


" Lee... Lin... ". Gumam Shon terakhir kali sebelum menutup mata.


\=\=\=\=\=\=


" DUUUUUARRR..... " seperti tersambar petir.


Lin meramas dada nya yang tiba - tiba terasa sakit.


Than yang berada di dekat Lin tampak khawatir.


" istriku, kau tak apa. Kau tampak kesakitan". Ucap Than sambil memegang kedua lengan Lin.


" kak, kau mendengar itu? ". Lin menatap Lee tajam.


Lee mengangguk. Lin berlari menatap langit.


Sedetik mata Lin berubah warna.


" Eomaaa... Appaa..". Gumam Lin masih meramas dadanya yang terasa sakit.


Lin berlari meninggalkan Than dan yang lain. Lee mengikuti Lin.


" aku tak mungkin salah, mata Lin.... ". Batin Thyu.


Than dan Thyu mengikuti Lin dan Lee yang terlihat panik.


" Eomaaa.. Appaa.. ".. Gumam Lin sambil berlari menuju rumahnya. Tak sadar airmata nya menetes.


Lin tiba di pekarangan rumah nya.


Langkah Lin melambat, mata nya tak berkedip. Tubuh Lin bergetar hebat. Langkah Lee terhenti tepat di samping Lin.


Rumah nyonya dan tuan Hao pora - poranda. Bercak darah tampak bercecer di tanah.


Tampak tubuh nyonya dan tuan Hao saling berpelukan di depan rumah nya. Dan sebuah tubuh berlumuran darah Tengkurap di pekarangan.


Pemandangan yang cukup mengerikan.


" Eomaaa... Appa.... " teriak Lee sekuat kuat nya sambil meraih tubuh koyak kedua orangtuanya. Lee menangis histeris sambil memeluk kedua orang nya.


Belom puas menangisi kematian kedua orang tuanya. Lee melihat tubuh Shon yang tak kalah mengenaskan tergeletak cukup jauh dari kedua orangtuanya.


" Kakak... ". Gumam Lee lirih.


Seperti orang bodoh Lee menghampiri tubuh Shon yang berlumur darah.


" kak.. Kakak.. ". Suara Lee bergetar.

__ADS_1


Lin tak beranjak dari tempat nya.


Than dan Thyu saling pandang.


Than berjalan mendekati Lin. Than bersiap di belakang Lin menatau sewaktu waktu tubuh Lin roboh.


Lin menyeret kedua kaki nya yang tampak berat mendekati tubuh kedua orang tua nya.


Tatapan Lin kosong seolah kehilangan jiwa nya.


Lin tak bersuara, namun pipi dan baju nya sudah basah karna airmata nya yang tak berhenti mengalir.


Lin bersujud di depan keluaran tuanya. Lin meraih tubuh koyak orangtua nya yang sudah mulai kaku.


Lin tak lagi bisa mengendalikan luka hati nya,


Lin kemudian berteriak sekuat tenaga.


" AAAAAAAAKKKKKKKHHHH... ". Bersamaan dengan itu, tubuh Lin memancarkan cahaya merah bercampur angin kuat yang berputar mengelilingi nya.


Lee terkejut melihat Lin. Lee melepas pelukannya pada tubuh Shon. Lee menatap tajam adik nya itu.


Than dan Thyu saling pandang.


Berbicara telepati.


" mutiara ular merah kah ". Tanya Than.


" tidak, aku tak bisa merasakan aura kaum kita. Namun, justru sesuatu yang lebih kuat dari itu". Jawab Thyu.


" aura ini... SANGAT KUAT kak.. ". Than terlihat sekuat tenaga menahan tekanan hebat dari aura Lin.


Thyu pun tampak melakukan hal yang sama.


\=\=\=\=\=


Disisi lain


Raja dan ratu ular yang sedang menikmati waktu bersamanya tiba - tiba terganggu akan sesuatu.


" airon ". Gumam si Raja ular ayah Than dan Thyu.


Sang Ratu ular pun mendekati suami nya


" aura ini.... Seperti nya Airon telah bangkit ". Gumam sang Ratu ular menatap langit.


" hal buruk akan mulai terjadi ".. Gumam Raja ular tampak khawatir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


And koment..

__ADS_1


Happy reading all 🌷


__ADS_2