
setelahnya Astha keluar dan menuju kembali ke kamarnya. Carissa yang hanya bisa menatap kepergian ketiga orang itu dari ruangannya. baiklah Carissa jangan menyesali ataupun menangisi yang telah ataupun yang akan terjadi karena itu tidak akan berguna.guamnya sambil merebahkan tubuhnya berbaring di kasur hotel yang empuk.
untuk sejenak Carissa berfikir untuk lari dari semua ini namun hatinya berkata lebih baik lewati ini semuanya daripada harus kabur dan membuat lebih banyak masalah lagi. apa bagi si tuan muda itu pernikahan tidak ada artinya. walaupun pernikahan ini terjadi dengan tidak diinginkan tapi setidaknya hargai. yasudah lagipula ini yang terbaik untuk ke dua pihak.
__ADS_1
gumam Carissa sambil memantapkan hati serta nyalinya. sementara itu di kamar tuan muda. "lan cari tau Tamara" titah Astha. " baik tuan muda" jawab Alan setelah itu bergegas pergi melaksanakan perintah Astha. " tuan butuh sesuatu lagi tuan?" tanya Yuna sopan."tidak pergilah" balas Astha singkat.lalu Astha berjalan menuju sofa yang empuk dan nyaman lalu membaringkan tubuhnya di sana,tangan yang semula diam kini mengutak-atik ponsel. Astha melihat foto fotonya bersama Tamara. di foto itu baik Astha atau Tamara pun sama sama tersenyum lebar sambil memamerkan cincin pertunangan mereka.
Tama apa menurutmu yang kau lakukan kepadaku itu tidak menyakitkan. tanya Astha pada foto Tamara yang tersenyum lebar sambil memamerkan cincin tunangannya bersama Astha.
__ADS_1
tiba tiba tok tok tok suara keras ketukan pintu. dengan segera Astha membukanya sehingga ia lupa mematikan layar ponsel yang masih tampak fotonya bersama Tamara. " kenapa?" dengan nada seperti biasanya dan tatapan yang mencekik.
" hah siapa dia cantik sekali" lantur Carissa setelah ia menyadari itu dengan segera ia menutup mulutnya menggunakan tangannya.dengan tatapan tajam " kenapa kau merasa tersaingi ya" ucap Astha kepada Carissa setelah melihat reaksi Carissa melihat foto Tamara." eh tidak tuan justru wanita ini cantik sekali dan seharusnya bersama dengan tuan muda pasti sangatlah cocok" ucap Carissa sambil berharap sang tuan mudah segera melupakan masalah ini.
__ADS_1
" tentu karna dia baik dan cantik dari kamu. dan kamu hanya seperti sepatu dibandingkan dia seperti mahkota." balas Astha yang langsung membuat Carissa sadar diri, karena itu merupakan tamparan keras bagi Carissa bahwa ia sangatlah tidak menarik. " iya tuan apa yang anda katakan itu benar" jawab sambil menahan rasa sakit hatinya.
" oh iya tuan muda setelah kita bercerai bisakah saya..." kata kata Carissa terhenti ketika ia menyadari ada seseorang yang datang kedalam kamar itu." tuan muda ini data nona Tamara yang anda minta" ucap Alan sopa sambil menyerahkan sebuah map. aduh bagaimana ini seharusnya aku tadi menanyakan pada Yuna tentang jadwal kegiatan tuan muda. pikir Carissa." tuan muda, tuan Alan kalau begitu saya permisi dulu" pamit Carissa sopan.astaga bila aku mengganggu jadwal kegiatannya pasti akan ada masalah nanti yang menimpaku.baiklah mulai sekarang berhati hatilah. pikir dan batin Carissa sama sama mengetakan hal yang sama.
__ADS_1