Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 12: Tangis untuk masa kecil


__ADS_3

kali ini sudah waktunya ayah untuk pulang." *Rissa sayang ayah pulang" sapa ayah yang melihat putrinya sedang merenung sedih di ruang tamu.


"ayah" ucap Carissa sumringah. seperti biasa ia menceritakan kesehariannya kepada ayahnya itu."kenapa putri ayah, habis menangis ya?" tanya ayah lembut."ayah apakah Rissa salah?. bila Rissa tidak bisa menangkap Carita yang terjatuh. tangan Rissa kan masih kecil dan kenapa ibu memarahi Rissa seperti tadi." tutur Carissa yang selalu jujur kepada ayahnya.

__ADS_1


" tidak sayang tapi lain kali Rissa harus lebih hati hati dan makan yang banyak supaya badan Rissa bertumbuh besar." jawab ayah sambil mengusap usap kepala Rissa."oh ya ayah kemarin Rissa lupa menunjukkan pada ayah" ucap Carissa sumringah."apa sayang" jawab ayah sambil menurunkan Carissa dari pangkuannya."ayo ayah ikut" ucapnya sambil menarik tangan ayahnya.dan seperti biasa dongeng sebelum tidur dari ayah membuat Carissa tidur nyenyak*....


tapi itu hanya ia rasakan dulu ketika ia masih menjadi Carissa kecil.sekarang ia sudah menjadi Carissa dewasa yang harus menjadi setegar karang dan sekeras batu. walau kadang untuk mendapat perhatian dari keluarganya ia harus bersikap konyol. awalnya hanya berpura pura namun Carissa malah merasa nyaman dalam kepura-puraan itu. yang ia anggap sebagai jalan pintas agar beban di hidupnya tidak bertambah.

__ADS_1


" Carissa kamu tu ya.gara gara kamu ayah ga mau nerima Carita, dan gara gara kamu juga perlakuan ayah ke Carita itu beda. asal kamu tau ya ibu ga akan biarin kamu terus terusan ambil hak yang seharusnya Carita punya. dan ibu akan bikin kamu ngerasa apa yang Carita rasa." ucap ibu sambil memukuli Carissa yang meringkuk kesakitan."ibu maafin Carissa, Carissa gak salah, Carissa gak mau ngerebut hak Carita. maaf maaf in Carissa" rengek carisa."ibuu sakit" sambil memohon agar ibu menghentikan tindakannya.ayah, ayah dimana Rissa sakit ayah ayah tolong rissa.batin Carissa yang sudah menangis dan kesakitan."ayah" teriak Carissa.


ternyata mimpi.batin Carissa sambil mencoba menenangkan dirinya.ia sadar bahwa perlakuan ibunya berubah semenjak kelahiran Carita. namun ia tidak bisa berbuat apa apa terutama pada keluarganya sendiri.saat Carissa mulai menginjak massa remaja ayah juga berubah. lebih memilih mempercayai apa yang dikatakan ibu dan Carita daripada mendengarkan penjelasan langsung dari Carissa. Carissa tau bahwa waktu akan mengubah dunia. andai aku bisa pergi. pergi pergi jauh sampai aku melupakan suara dan wajah orang orang yang ku kenal. harapan Carissa sebelum ia mencoba untuk tidur kembali.kali ini mentari pagi telah menunjukkan sinarnya dan Carissa masih menikmati teh hangat di dalam kamarnya.untuk memperbaiki suasana hatinya karena mimpi semalam.

__ADS_1


aku tau aku telah bekali kali patah. berkali kali hancur karena keluargaku. tapi mau bagaimana lagi kata orang anak pertama harus tegar setegar karang karang yang diterpa ombak dan sekeras batu.tapi aku juga lelah.Disalahkan atas semua hal yang terjadi walaupun itu bukan aku penyebabnya. Di tuntut untuk selalu patuh padahal aku tak ingin hidup monoton. Dipaksa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat orang lain. Saat aku mulai bersuara aku di pandang seolah olah orang yang biadab.yang aku inginkan hanya pergi pergi jauh berlari sekencang-kencangnya dan menyatakan selamat tinggal pada semua ini.diskusinya dengan dirinya sendiri.


__ADS_2