
kini Carissa sudah ditangani oleh dokter,namun Astha masih terpaku di depan ruangan Carissa. ia bingung siapa yang harus ia hubungi dulu bibi ataukah orang tua Carissa.
"tuan bagaimana keadaan nyonya Carissa?" tanya Alan sambil memberi sebuah botol air mineral.
"yah kau bisa lihat kan" jawab Astha sebelum meneguk air mineral.
kini dokter telah keluar dari ruangan Carissa. "permisi tuan Abrastha, silahkan anda ikut keruangan saya".
"tuan Abrastha ya" dokter memulai percakapannya. tepat saat setelah Astha duduk di tempat konsultasi.
"begini tuan Abrastha, istri anda mengalami dispepsia. dispepsia saja sesungguhnya jarang sampai membuat pingsan. Hanya saja, akibat dispepsia, memang seseorang bisa bereaksi berlebihan, sehingga muncullah beragam keluhan lain, seperti nyeri-nyeri badan, sesak napas, pusing, jantung berdebar, dan sebagainya."
" Akibat dispepsia juga, nafsu makan bisa hilang sehingga istri anda bisa kekurangan nutrisi, dan hal inilah yang bisa membuat istri anda pingsan." sambung dokter.
"lalu bagaimana dia sekarang?" tanya Astha sambil mengerutkan dahinya.
keadaan Alan dan Yuna sekarang hanya duduk di bangku yang berada di depan kamar rawat Carissa. sembari menunggu tuan mudanya keluar dari ruangan dokter.
__ADS_1
ha itu dia. gumam Yuna yang membuat keduanya serentak berdiri. Astha berjalan santai memasuki kamar Carissa.
"hei cupu kau sudah sehat kan. ayo pulang" ucap Astha ketus. Carissa yang masih lemas hanya bisa menatap Astha.
"apa kau hanya akan diam begini. atau kau mau pulang sendiri." "aku tidak mau bibi sampai mengetahui hal ini" sambung Astha.
Carissa hanya mengangguk dan berusaha untuk bangun. dengan sigap Yuna membantunya hingga masuk ke dalam mobil
"Alan kau urus obatnya dan ingat jangan sampai bibi tau hal ini" ucapnya sebelum meninggalkan rumah sakit. " baik tuan"
"apa kau mengucapkan terimakasih untuk apa hah?".
"apa kau tau kehadiran mu itu sudah menyusahkan dan membuatku muak" sambung Astha.
"Ast..". "cupu ubahlah pola makan mu atau kau akan mati di rumahku dan semakin menyusahkan aku" potong Astha.
Carissa yang hanya bisa diam sambil melirik kesal Astha.
__ADS_1
Tuhan kenapa kau berikan aku suami yang aneh sekali. kenapa Tuhan. batin Carissa kesal.
akhirnya mobil memasuki gerbang yang sangat besar sekali.
wah kukira ini gerbang kompleks elit ternyata gerbang rumah.batin Carissa sambil menggelengkan kepalanya.
apa apaan ini memangnya dia raja atau kaisar apa. masuk rumah saja harus disambut seluruh pelayanan di rumah ini. batin Carissa sambil menghitung setiap orang yang mengenakan seragam rapi yang berbaris berjejer pada sisi kanan dan kiri. layaknya sebuah acara penyambutan di kerajaan.
"Bu suri siapkan kamar untuknya" titah Astha yang ia lontarkan sembari pergi menuju kamarnya.
" perkenalkan nyonya saya Surina orang yang bertanggung jawab atas rumah utama ini dan anda bisa memanggil saya dengan Bu suri."perkenalan singkat dari orang yang berpengaruh di rumah utama.
"mari nyonya saya antar ke kamar nyonya" ucap Bu suri sambil menuntun Carissa ke kamar Carissa.
" nyonya ini kamar yang akan anda tempati dan tepat di seberang sana adalah kamar tuan muda. jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya, dan ini adalah pengurus anda yang sudah saya siapkan. saya permisi dulu nyonya" jelas Bu suri rinci.
Carissa hanya bisa mengangguk. sembari melihat Bu suri melenggang pergi meninggalkan kamarnya.
__ADS_1