Pengantin Pengganti Tuan Muda

Pengantin Pengganti Tuan Muda
Bab 15: Bukti part 1


__ADS_3

sore pun tiba, sepulang dari bertemu Denta Carissa memutuskan untuk kembali ke hotel dengan melewati taman.


itu Tamara kan batin Carissa yang sangat penasaran. Carissa melihat Tamara dari jarak yang signifikan, Carissa ingat betul wajah Tamara karna ia menjadi wallpaper di handphone Astha.


ya sudahlah keluh Carissa dalam hati memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel m tiba tiba terbesit di dalam benaknya itu bisa menjadi bukti.lalu Carissa mengambil langkah seribu untuk mencari tempat yang signifikan dan aman. "nah disini" gumamnya pelan. ia bersembunyi di balik pohon besar dekat lampu taman. " Tamara sebelumnya aku minta maaf tapi ini bisa aku jadikan bukti untuk aku lepas dari Astha." gumam Carissa sambil mengaktifkan kamera handphonenya.

__ADS_1


Carissa merekam Tamara dan pacarnya hingga suatu hal yang tidak terduga mereka berdua berciuman sangat mesra dan panas. Carissa pun sontak terkejut dan menutup mulutnya dengan tangannya sebelum ia mematikan kameranya.lalu ia secepat mungkin kembali ke hotel ia tidak mengira bahwa hal itu akan terekam kamera ponselnya. Carissa segera masuk kamarnya ia merasa tidak enak hati dan juga merasa bimbang apakah yang ia lakukan ini benar atau salah. tanpa Carissa sadari kini sore telah berganti malam. "aku lapar"gumam Carissa. ia memutuskan untuk keluar membeli makanan.


kini Astha dan bibi telah sampai di bandara menunggu keberangkatan. kini raut muka bibi menjadi datar, Astha bingung ingin bicara kepada bibi atau minta maaf karena sejujurnya Astha merasa tidak enak dengan bibinya. Astha sangat menyayangi bibinya karna bibinya yang mengurus Astha setelah ibunya meninggal dulu hingga kini jika ia melihat raut wajah bibinya datar ia selalu merasa khawatir.


" Alan Yuna cari Carissa Sekarang" titah Astha. baru saja Alan dan Yuna balik badan Carissa sudah ada di belakang Astha.

__ADS_1


"kau dari mana?" pertanyaan Astha sudah bagai pisau tajam yang melesat ke arah Carissa. "aku habis mencari makan malam" jawab dari pelan dan sedikit menunduk." kenapa kau" baru saja Astha akan mengomel.


" Astha ini istrimu?" terdengar suara wanita yang sangat halus."iya bibi ini Carissa" jelas Astha. " Carissa kemari sayang" ucap bibi sambil mengulurkan tangannya kemudian memeluk Carissa dengan erat. Carissa yang sedari tadi diam kebingungan." aduh sayang kau ini manis sekali ya" ucap bibi. " sayangku kau pasti bingung ya siapa wanita tua yang tiba tiba memelukmu ini. sayang aku ini bibi mu karena apa karena aku adalah bibinya Astha ." sambung bibi dengan sumringah. Astha yang merasa lega karna mood bibinya sudah kembali normal.


"Astha kau pasti lelah kan? baiklah sebaiknya kalian berdua tidur lebih awal" ucap bibi sambil mendorong Carissa dan Astha masuk ke kamar. sebelum Astha masuk ke kamar bibi menarik tangan Astha " Astha pastikan cucu bibi hadir malam ini" dengan senyum terkembang di sudut bibir bibi lalu bibi menutup pintu dari luar. kali ini bibi mendekati Yuna "Yuna bagaimana Carissa menurut mu?" tanya bibi meminta penjelasan. "nyonya besar nyonya Carissa orangnya baik,lucu, lugu,dan sedikit konyol serta cerewet. maaf nyonya besar" ucap Yuna tidak enak hati. "aku rasa ini baik dan pantas untuk Astha" gumam bibi sambil mengembangkan senyum di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2