
semua para penjaga yang berdiri di sekitar ruangan rias mempelai laki-laki.ibu dan Carissa pun sontak ikut terkejut atas apa yang terjadi di dalam sana.
sementara itu di dalam ruang rias mempelai laki-laki.setelah suara sebuah vas pecah menggema di seluruh ruangan, bahkan sampai di sekitar ruangan. seorang lelaki yang tampak berusia sekitar 60 tahunan itu sedang terduduk memohon.
__ADS_1
tampak dari raut wajah semua orang yang ada di ruang tersebut tampak serius.tentu saja pasti sesuatu hal besar telah terjadi.salah satu dari para penjaga yang ada di depan pintu tepatnya penjaga yang berdiri di samping carissa.saat penjaga itu mulai memasuki ruangan Carissa bisa melihat sekilas seperti ayahnya sedang memohon kepada orang tua itu.ibu yang sedari tadi sudah tambah getir tidak karuan, dan juga tangan ibu sudah gemetaran memikirkan atas apa yang terjadi selanjutnya.
Carissa mencermati apa yang barusan ia lihat secara sekilas, saat ia menyadari bahwa itu adalah ayahnya. dengan tergesa-gesa ia membuka pintu itu."ayah" ucap Carissa yang mengagetkan semua orang ibu pun ikut menyusul kedalam. sesegera ibu menarik tangan Carissa ke luar ruangan "Carissa ayo" bisik ibu. tapi sebelum itu "maafkan putri saya ya tuanku" minta ibu sambil mengangguk pelan sebelum melenggang pergi keluar."tunggu" ucap tegas namun dingin.itu terdengar jelas suara dari tuan muda.
__ADS_1
"Yuna bawa dan rias dia" perintah tegas dari tuan muda yang hanya diangguki oleh asisten pribadinya itu. "apa aku tidak mau" bentak Carissa dengan cepat. " Astha apa kamu sudah gila? dan apa kamu yakin?" tanya tuan besar."ya ayah kurasakan dia bisa menggantikan Tamara" balas sang tuan muda dengan tenang. hanya diangguki oleh ayahnya. " tunggu tuan besar aku tidak akan menjual anakku" ucap ayah Carissa dengan nada getir." bangunlah calon ayah mertua" ucap tuan muda sambil membantu ayah Carissa berdiri."tidak tuan, aku tidak akan pernah menjual darah daging ku sendiri. tuan boleh menyalahkan saya atas kepergian nona Tamara tapi jangan ambil putriku, putriku tidak ada hubungannya dengan ini semua." ucapnya sambil memohon.
" dengarlah Candra biarkan putrimu menikahi anakku dan putrimu akan bahagia" jawab tuan besar sambil menepuk tepuk pelan bahu ayah Carissa." Yuna segera rias calon pengantin" titah tuan besar kepada salah satu asisten anaknya itu." tidak lepaskan aku" teriak Carissa sambil menepis gandengan Yuna. Carissa yang masih diam ia melihat ayahnya yang masih memohon kepada tuan besar.
__ADS_1
" kenapa aku harus menuruti mu dan kenapa juga aku yang harus menjadi penggantinya, lagi pula apa yang telah dilakukan ayahku sehingga aku yang harus menanggung akibatnya." cecar Carissa meminta kejelasan atas apa yang terjadi. "Yuna cepat bawa dia untuk dirias" satu lagi perintah tuan muda telah keluar dari mulutnya, para penjaga yang ada di depan pintu berusaha membantu Yuna untuk membawa Carissa. Carissa yang sedari tadi sudah berusaha menolak pun kalah karena banyak orang yang sudah membawanya.