
" nyonya silahkan" seorang pelayan perempuan menghidangkan makanan dengan ramah." terima kasih" diiringi dengan senyum hangat Carissa.
aduh orang ga jelas itu dimana sih aku udah lapar nih.batin Carissa yang sudah menatap makanan di depan matanya itu. " ini udah siang tapi kok belum keliatan batang hidungnya ya. ah terserah daripada aku kelaparan mending aku makan dulu." gumam Carissa pelan sambil melirik ke arah parkiran yang jauh.
bahkan sampai senja datang Astha belum juga muncul."ash.. persetan dengan orang itu" decak Carissa yang mulai bosan menunggu."sialan mana aku gak tau no ponsel nya lagi" gumam carissa.
__ADS_1
kini hari sudah menjadi malam kembali namun orang yang menyuruhnya menunggu tak kunjung datang jadi ia putuskan untuk kembali ke hotel.
ia mulai melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu."apa parkiran sepi.ash... b*ngs*t" ucap Carissa tidak terima.kali ini ia sudah mulai kelelahan karena ia berjalan cukup jauh.dalam perjalanan pulang ia berfikir walau kali ini ia mendapatkan ujian yang konyol setidaknya ia harus menikmati angin malam yang sejuk ini kan.
"aduh!" ucap Carissa secara spontan karena heels dari sepatunya patah."wah benarkah apa hari ini menyebabkan kekonyolan dalam hidupku bertambah." ucap Carissa mengeluh " tuhan apa apaan ini" teriaknya sambil menatap langit dan menunjukkan heelsnya yang patah.itu adalah salah satu heels kesayangan Carissa makanya Carissa melepaskan kedua heels itu dan memilih berjalan tanpa alas kaki.
__ADS_1
batin Carissa bertanya tanya.sesampainya di dalam kamar hotel ia membuka surat itu di dalamnya ada sebuah surat dan kartu kredit."apa apaan lagi ini" decak Carissa." nyonya Carissa ini ada kartu kredit gunakanlah bila nyonya ingin membeli sesuatu atau memesan tiket pesawat untuk pulang selebihnya maaf nyonya." baca lantang Carissa.
"apa lagi ini ya tuhan" jerit Carissa dalam kamarnya"."ah iya" pekik Carissa dengan segera ia keluar dari kamarnya dengan segera ia menggedor pintu kamar Astha dan memanggilnya.namun sudah satu jam ia disana tak ada jawaban.carissa segera pergi ke resepsionis dan menanyakannya, betapa terkejutnya ia setelah apa yang telah Astha lakukan kepadanya. sesegera ia kembali ke kamarnya menutup pintu mematikan lampu dan meringkuk di tepi tepat tidur. ia menangisi takdir kehidupannya yang selalu seperti ini.
flashback...
__ADS_1
Carissa kecil sedang bermain di ruang tamu. ia sangat asik dengan boneka Barbie nya itu.saat itu Carita masih bayi."Rissa ibu mau ke rumah Bu Rani dulu ya titip adik mu sebentar." ucap ibu sambil meninggalkan Carita di atas sofa.saat itu respon Carissa hanya mengangguk.namun sangat tidak di sangka saat Carissa hendak mengambil minuman Carita justru malah terjatuh.
tangisan Carita menggema di seluruh ruang tamu Carissa yang panik pun segera memanggil ibunya." Carissa bagaimana Carita bisa jatuh" bentak sang ibu." Rissa jawab ibu. kamu itu sudah menjadi kakak seharusnya kamu itu bisa bertanggung jawab pada adikmu." omel ibu pada Carissa kecil.